Segel Hotel Berlantai 6 di Tosari, Ditengarai Belum Berizin

BERADA DI TEBING: Bangunan di Desa/Kecamatan Tosari yang rencananya bakal dijadikan hotel. Bangunan berlantai enam itu sementara disegel pengerjaannya Minggu lalu (28/7). (Foto: M Zubaidillah/Jawa Pos Radar Bromo)

Related Post

TOSARI, Radar Bromo – Ini peringatan bagi pengusaha yang hendak berinvestasi di Kabupaten Pasuruan. Jika perizinan belum lengkap, jangan coba-coba untuk mendirikan bangunan. Jika tidak, pemerintah akan menyegel atau menghentikan kegiatan, seperti yang dilakukan terhadap sebuah bangunan di Desa/Tosari.

SUDAH DISEGEL: Bangunan hotel di Tosari tersebut sudah disegel Satpol PP. (Foto: M Zubaidillah/Jawa Pos Radar Bromo)

Bangunan berlantai enam yang disebut-sebut untuk hotel tersebut, disegel Satpol PP Kabupaten Pasuruan. Penyegelan itu dilakukan usai aparat penegak perda

mendapatkan pengaduan masyarakat. Dalam laporannya, warga menduga pembangunan gedung tersebut, disinyalir tak berizin. Apalagi, gedung tersebut dibangun di lokasi dekat tebing yang notabane rawan longsor.

Setelah mendapat laporan, Satpol PP mendatangi lokasi Minggu (28/7) lalu. Kemudian menyegel bangunan yang sejatinya sudah dalam kondisi 70 persen tersebut. Bahkan Satpol PP menemukan, ternyata pembangunan gedung tersebut belum memiliki izin sama sekali ke Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu (DPMPT).

Dari pantauan Jawa Pos Radar Bromo, bangunan 6 lantai tersebut terletak tepat di sisi tebing dengan luas kurang lebih 14 kali 50 meter. Ironisnya pembangunan ini tepat di sisi jalan raya ke Bromo dan di sisi tebing yang rawan longsor.

Beberapa warga yang ditemui, mengaku cukup kaget saat awal mula gedung dibangun. Hanya saja, mereka tidak berani mempertanyakan ke pekerja. Sebab, mereka menduga, pembangunan gedung tersebut bentuknya kecil.

Seiring pembangunan berjalan, warga dibuat terkejut karena ternyata gedung cukup besar. Berlantai enam dan ditengarai hotel. Yang dikeluhkan warga, lokasinya berada di sekitar tebing yang rawan longsor. “Semenjak itu sering menjadi pembicaraan warga. Sebab, kalau longsor, ini sangat berbahaya,” beber salah satu warga.

Soal pembangunan gedung hotel itu, Anang Saiful Wijaya, Plt Satpol PP mengyikapi. Anang yang juga Asisten 1 Pemkab Pasuruan menyebutkan bahwa sudah mendengar terkait adanya pembangunan hotel yang tidak berizin di kawasan Tosari.

“Hingga kemudian Satpol PP pada Minggu lalu (28/7) sudah melakukan penyegelan. Sehingga kegiatan pembangunan tidak bisa diteruskan,” terangnya.

Anang menambahkan, Satpol PP sudah mengkroscek bahwa pembangunan hotel ini memang belum ada izin sama sekali. Sehingga cukup mengherankan bahwa gedung 6 lantai tersebut sudah terbangun. Anang juga menyebut, sejauh ini tidak ada laporan dari tingkat bawah, minimal dari Kecamatan Tosari terkait hal tersebut.

Sehingga langkah Satpol PP sendiri segera melakukan penyegelan karena terbukti pembangunan hotel tersebut ilegal dan menyalahi aturan administrasi. Anang mengatakan, bakal segera memanggil pemilik hotel untuk melengkapi keterangan terkait pembangunan hotel tersebut.

Hal senada juga diungkapkan Hari Apriyanto, Plt Kepala DPMPT Kabupaten Pasuruan. Pihaknya sudah mengkroscek terkait temuan pembangunan hotel di Desa Tosari tersebut. “Sudah kami cek dan ternyata memang tidak ada izin sama sekali, termasuk Izin Mendirikan Bangunan (IMB),” terangnya.

Dengan belum adanya izin yang masuk ke DPMPT, maka dipastikan bahwa pembangunan hotel tersebut menyalahi aturan. Sehingga, masih kata Hari, sudah benar langkah Satpol PP yang menyegel dan melarang meneruskan pengerjaan.

Hari mengatakan, DPMPT akan segera melakukan kroscek ke lokasi dan bertemu dengan pemiliknya termasuk menanyakan terkait izin-izinnya. “Sekarang ini sudah pasti tidak boleh dilanjut. Kami juga segera cek kesana untuk memastikan izin yang dimiliki terkait pembangunan hotel itu,” terangnya.

Jika memang benar pemilik tidak bisa menunjukkan izin nantinya, maka pembangunan dipastikan tidak bisa dilanjutkan. (eka/fun)