Pemuda di Wonorejo Tewas usai Pesta Miras Oplosan Bersama Empat Kawannya

WONOREJO, Radar Bromo – Perbuatan tidak layak dicontoh dilakukan Rohman, 26, warga Desa Karangjati Anyar, Kecamatan Wonorejo, Kabupaten Pasuruan beserta keempat temannya. Kelima pemuda ini melakukan pesta miras dengan menenggak miras hasil oplosan jenis arak di sebuah warung pada Sabtu lalu (27/6). Akibatnya, Rohman tewas usai sempat dirawat ke RSUD Bangil pada Minggu malam (28/6).

Pesta miras ini dilakukan pada Sabtu dini hari lalu (27/6) sekitar pukul 01.30. Pesta miras ini diikuti oleh lima orang. Di antaranya, Rohman, Yahya, 26; Firoso, 26; Fikri, 26 dan Mubdi, 26. Mereka menenggak miras di sebuah warung milik Mubdi. Miras yang ditenggak adalah jenis arak yang dibeli oleh Yahya secara eceran di Desa Jetak, Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan.

Yahya membeli miras jenis arak sebanyak 500 ml dengan harga Rp 30.000 beserta satu botol Alkohol 70 persen. Awalnya, mereka meminum arak ini tanpa campuran dengan masing-masing meminum arak dalam gelas sebanyak seperempat gelas. Usai meminum miras ini, ternyata arak berukuran 500 ml ini masih menyisakan setengah botol.

Selanjutnya sisa arak ini di campur dengan satu botol Alkohol 70 persen dan satu serbuk minuman berenergi sachetan, yang memiliki warna khas ungu. Kemudian mereka kembali melanjutkan pesta miras ini hingga pukul 04.00. Usai miras jenis arak ini habis, ketiga pemuda ini, kecuali Rohman dan Mubdi langsung pulang ke rumah mereka masing-masing di Desa Karangjati Anyar.

Sedangkan Rohman tetap di warung milik Mubdi tidur hingga pukul 13.00. Dan pada saat bangun tidur, Rohman langsung menuju ke warung kopi yang berjarak 50 meter dari warung milik Mubdi. Dan di warung ini, istri pemilik warung, Umi Hanik membuatkannya kopi. Usai meminum kopi ini, Rohman meminta izin kepada Agus yang merupakan suami dari Umi Hanik untuk tidur di ruang tamu dan tidur hingga pukul 17.30.

BUAT PERNYATAAN: Sejumlah kawan Rohman dan kerabat saat membuat surat pernyataan di Balai Desa Karangjati Anyar. Inset, surat pernyataan yang dibuat sejumlah pihak. (Foto: Istimewa)

Rohman baru pulang ke rumahnya sekitar pukul 20.00. Selanjutnya, Rohman pergi ke rumah Parman yang tidak jauh dari rumahnya dan bertemu dengan Firoso. Ia lantas bilang kepada keduanya jika dadanya sakit dan masih terasa mabuk miras. Lalu pada Minggu dini hari (28/6) sekitar pukul 00.00 teman-temannya, yakni Firoso, David, dan Mubdi, membawa membawa Rohman ke sungai Welang yang berjarak kira kira 100 meter dari rumah Parman untuk berendam.

Di sungai ini, Rohman mandi kira-kira 30 menit agar pengaruh mabuknya hilang. Hingga sekitar pukul 01.30, mereka kembali lagi ke rumah Parman. Usai mengantar Rohman, David dan Mubdi langsung pulang sedangkan Firoso bersama Rohman tidur di rumah Parman.

Sekitar pukul 02.30, Rohman sempat mampir ke warung milik Mubdi. Lalu, pada Minggu (28/6) sekitar pukul 13.00, Rohman mengeluh dadanya terasa sakit dan kepalanya pusing seraya mengigau “botol setengah” berulang kali di rumahnya.

Kemudian pada pukul 18.30, Rohman diantar ke Puskesmas Purwosari menggunakan ambulans desa oleh keluarganya. Namun karena kondisinya semakin memburuk, pihak Puskesmas Purwosari merujuk Rohman ke RSUD Bangil.

Namun usai menjalani perawatan sekitar pukul 21.45, Rohman akhirnya meninggal dunia dengan keterangan medis gagal organ vital yakni paru-paru dan ginjal. Selanjutnya mayat dibawa pulang. Jenazah Rohman akhirnya dimakamkan pada Senin pagi (29/6) sekitar pukul 09.00 di pemakaman di desa setempat.

Kapolsek Wonorejo, I Made Jayantara mengungkapkan pihaknya sempat meminta keterangan saksi-saksi termasuk kepala Desa Karangjati Anyar, Ashari. Namun pihak keluarga menyatakan sudah menerima kematian korban dan menganggap ini adalah musibah, dengan membuat surat pernyataan dari pihak keluarga Rohman yang dibuat pada hari Senin (29/6) di Balai Desa Karangjati Anyar. Surat pernyataan ini ditandatangani oleh ayah korban, Rifai, 55 dan diketahui Kades Karangjati Anyar.

“Keterangan dari medis kematian korban karena gagal organ vital. Diduga ini disebabkan oleh miras oplosan jenis arak yang ditenggak oleh korban bersama keempat temannya. Untuk keempat teman korban dalam kondisi sehat. Korban meninggal pada Senin dini hari (29/6),”sebut Made Jayantara. (riz/fun)