Teno Resmi Wali Kota Pasuruan Setelah Setiyono Diberhentikan, Ini Doa dan Harapannya

DEFINITIF: Raharto Teno Prasetyo yang resmi menjadi Wali Kota Pasuruan usai Setiyono, diberhentikan. Jumat (29/5) surat pemberhentian sekaligus pengangkatan Teno sebagai Wali Kota Pasuruan definitif, dibacakan Wakil Ketua DPRD Kota Pasuruan dalam Rapat Paripurna Istimewa. (Foto M Zubaidillah/Jawa Pos Radar Bromo)

Related Post

PANGGUNGREJO, Radar Bromo – Setiyono akhirnya diberhentikan dari jabatannya sebagai Wali Kota Pasuruan lantaran kasus korupsi yang menjeratnya sudah berkekuatan hukum tetap atau inkracht. Sebagai gantinya, Raharto Teno Prasetyo yang sebelumnya menjabat Wakil Wali Kota dan pernah menjadi Pelaksana Tugas Wali Kota, kini resmi menjadi Wali Kota Pasuruan.

Pemberhentian Setiyono itu dilakukan setelah Kementerian Dalam Negeri RI menerbitkan Surat Keputusan (SK) nomor 131.35-749 tahun 2020. SK tersebut dibacakan oleh Wakil Ketua DPRD Kota Pasuruan dalam Rapat Paripurna Istimewa, Jumat (29/5).

Ada dua poin utama dalam SK yang ditetapkan pada 28 April 2020 itu. Pertama, mengesahkan pemberhentian tidak dengan hormat terhadap Setiyono sebagai Wali Kota Pasuruan. Kedua, menunjuk Raharto Teno Prasetyo untuk melaksanakan tugas dan kewenangan sebagai Wali Kota Pasuruan di sisa masa jabatan.

Ketua DPRD Kota Pasuruan Ismail Marzuki Hasan mengatakan, Rapat Paripurna Istimewa itu digelar berdasarkan Peraturan DPRD Kota Pasuruan tentang tata tertib. “Di samping itu juga sebagai tindak lanjut dari hasil rapat Badan Musyawarah pada 27 Mei 2020,” ungkapnya.

SESAMA EKSEKUTIF: Raharto Teno Prasetyo bersalaman dengan Sekda Bahrul Ulum. (Foto M Zubaidillah/Jawa Pos Radar Bromo)

 

Setelah SK dibacakan, agenda dilanjutkan dengan penandatanganan berita acara oleh pimpinan DPRD dan Wali Kota Pasuruan. Rapat tersebut dihadiri oleh seluruh anggota dewan, pejabat Forkopimda, kepala OPD dan Camat di lingkungan Pemkot Pasuruan.

Ditemui usai acara, Teno meminta dukungan semua pihak dalam mengemban jabatan tersebut. Dia juga berkomitmen untuk bekerja keras membangun Kota Pasuruan lebih maju di sisa masa jabatannya.

“Kami akan menjalankan roda pemerintahan sesuai dengan visi misi kami. Nyuwun pangestu kepada semua masyarakat semoga saya amanah dalam menjalankan tugas ini,” tutur dia.

Selama menjabat Plt Wali Kota, Teno juga memiliki tanggungan program lelang jabatan eselon dua. Sampai sekarang, tujuh jabatan eselon dua yang dilelang belum ditentukan pejabat definitifnya.

Meski proses lelang jabatan sudah tuntas, Teno waktu itu memerlukan izin dari Mendagri lantaran masih sebagai Plt Wali Kota. “Sudah ada izin dari Mendagri, mekanisme lelang jabatan juga sudah dilalui semua. Tinggal menunggu waktu pelaksanaannya nanti,” pungkasnya.

Sebelumnya, Raharto Teno Prasetyo resmi menjalankan tugasnya sebagai pelaksana tugas (Plt) Wali Kota Pasuruan sejak 9 Oktober 2018. Penunjukan tersebut ditetapkan oleh Gubernur Soekarwo melalui SK bernomor 131.425/1806/011.2/2018. (tom/hn/fun)