Gara-gara Korek Api, Kades Sumberdawesari Dijebloskan ke Rutan

BANGIL – Kepala Desa (Kades) Sumberdawesari, Kecamatan Grati, Kabupaten Pasuruan, Budiono Subari, akhirnya harus tinggal di balik jeruji besi. Rabu sore (28/11), lelaki 52 tahun itu dititipkan ke Rumah Tahanan (Rutan) Bangil untuk menghindari agar tersangka tidak melarikan diri.

Kasi Pidum Kejari Kabupaten Pasuruan Normadi mengatakan, Budiono ditahan setelah penyidik Polres Pasuruan Kota melakukan pelimpahan tahap dua. “Beberapa kali sebenarnya sudah dijadwalkan. Tapi, baru kemarin (Rabu, Red) tersangka bisa menghadiri panggilan penyidik,” ujarnya.

Normadi mengatakan, setelah menerima penyerahan tersangka dan barang buktinya dari kepolisian, pihaknya langsung menahan tersangka. Tersangka kemudian digiring ke Rutan Bangil menggunakan mobil kejaksaan.

Menurutnya, ada sejumlah pertimbangan tersangka ditahan. Selain menjaga agar tersangka tidak menghilangkan barang bukti, juga agar tersangka tidak kabur. “Dasarnya pasal 21 KUHAP, pada intinya menjaga agar tersangka tidak melarikan diri,” ujarnya.

Kasus yang menjerat Budiono bermula dari aksi koboi yang dilakukannya pada 24 Agustus 2018. Ketika itu tersangka menodongkan korek api berbentuk pistol ke arah pelapor yang juga masih warganya, Anto, 30. Todongan itu terjadi setelah cekcok yang terjadi antara tersangka dengan pelapor di Pasar Sumberdawesari.

Tersangka yang berjalan mundur saat mengendarai mobilnya, menyeruduk bagian depan motor Anto yang hendak berangkat ke Surabaya. Tak terima, Anto turun dari motornya dan menghampiri tersangka. Ia menggedor mobil tersangka hingga membuat Budiono marah.

Karenanya, Budiono turun dari mobil sembari menodongkan korek berwujud pistol ke arah Anto. Tak hanya menodong, Budiono juga berkata hendak menembak kepala Anto. Tak terima, Anto mengadu ke polisi. Laporan ini terus diproses. Hingga akhirnya, Budiono disangka melanggar pasal 335 KUHP.

Penasihat Hukum Budiono, Mamat Aryo mengatakan, penahanan terhadap tersangka merupakan hak jaksa. Pihaknya mengaku akan melakukan perlawanan hukum di pengadilan. “Kami akan bertarung di pengadilan,” ujarnya. (one/fun)