alexametrics
25.5 C
Probolinggo
Friday, 12 August 2022

Duarr.. Mercon Meledak di Jrebeng Kulon, Kaki Remaja Diamputasi

KEDOPOK – Warga jalan Bengawan Solo, Gang KH. Amin RT 3/ RW 2 Kelurahan Jrebeng Kulon, Kecamatan Kedopok, Kota Probolinggo, Minggu pagi (29/7) dikejutkan suara ledakan kencang. Sejumlah rumah warga pun mengalami kerusakan. Dua remaja alami luka-luka imbas ledakan itu.

Bahkan, kaki Abdul Qodir, 17 harus diamputasi. Mulai dari betis ke bawah. Kakinya diamputasi imbas luka serius di kaki kirinya. Sementara Adi Eko, 16 diperbolehkan pulang usai sempat dirawat di RSUD dr Moh Saleh.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Bromo menyebutkan, ledakan itu diketahui berasal dari rumah Syafi’I, 55. Ledakan itu terjadi sekitar pukul 04.30. diduga, ledakan itu dari mercon.

Syafi’I mengaku, ia tak mengetahui aktivitas sejumlah remaja di rumahnya. Abdul Qodir dan Adi Eko merupakan tetangga Syafi’I. Pagi itu mereka main ke rumah Sulaiman, anak Syafi’i.

“Saya gak tahu, apa yang dilakukan mereka. Tiba-tiba saya dengar suara ledakan keras. Saat saya keluar, ternyata mereka sudah alami luka,” aku Syafi’i.

Ledakan itu sendiri terjadi di teras depan rumah Syafi’i. Saat ditemui Jawa Pos Radar Bromo, Syafi’I juga enggan bercerita banyak. Termasuk dimana anaknya saat ini.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Probolinggo, AKP Nanang Fendi Dwi Susanto mengatakan, pihaknya masih melakukan penyelidikan kasus itu. “Dari sejumlah warga, belum banyak yang membuka soal ledakan itu. Kami akan selidiki mercon yang meledak itu dari mana dan berapa orang yang terlibat,” katanya. (rpd/mie)

 

DIAMPUTASI: Abdul Qodir kaki kirinya harus diamputasi karena terkena ledakan mercon. (Rizky Putra Dinasti/Jawa Pos Radar Bromo).

KEDOPOK – Warga jalan Bengawan Solo, Gang KH. Amin RT 3/ RW 2 Kelurahan Jrebeng Kulon, Kecamatan Kedopok, Kota Probolinggo, Minggu pagi (29/7) dikejutkan suara ledakan kencang. Sejumlah rumah warga pun mengalami kerusakan. Dua remaja alami luka-luka imbas ledakan itu.

Bahkan, kaki Abdul Qodir, 17 harus diamputasi. Mulai dari betis ke bawah. Kakinya diamputasi imbas luka serius di kaki kirinya. Sementara Adi Eko, 16 diperbolehkan pulang usai sempat dirawat di RSUD dr Moh Saleh.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Bromo menyebutkan, ledakan itu diketahui berasal dari rumah Syafi’I, 55. Ledakan itu terjadi sekitar pukul 04.30. diduga, ledakan itu dari mercon.

Syafi’I mengaku, ia tak mengetahui aktivitas sejumlah remaja di rumahnya. Abdul Qodir dan Adi Eko merupakan tetangga Syafi’I. Pagi itu mereka main ke rumah Sulaiman, anak Syafi’i.

“Saya gak tahu, apa yang dilakukan mereka. Tiba-tiba saya dengar suara ledakan keras. Saat saya keluar, ternyata mereka sudah alami luka,” aku Syafi’i.

Ledakan itu sendiri terjadi di teras depan rumah Syafi’i. Saat ditemui Jawa Pos Radar Bromo, Syafi’I juga enggan bercerita banyak. Termasuk dimana anaknya saat ini.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Probolinggo, AKP Nanang Fendi Dwi Susanto mengatakan, pihaknya masih melakukan penyelidikan kasus itu. “Dari sejumlah warga, belum banyak yang membuka soal ledakan itu. Kami akan selidiki mercon yang meledak itu dari mana dan berapa orang yang terlibat,” katanya. (rpd/mie)

 

DIAMPUTASI: Abdul Qodir kaki kirinya harus diamputasi karena terkena ledakan mercon. (Rizky Putra Dinasti/Jawa Pos Radar Bromo).

MOST READ

BERITA TERBARU

/