Selama 4 Tahun Pemkab Pasuruan Berhentikan 19 PNS, Tahun Ini Saja Ada 4 yang Dipecat

PURWOREJO, Radar Bromo – Pemkab Pasuruan terus menertibkan PNS yang indisipliner. Awal tahun ini saja, empat PNS yang diberhentikan di lingkungan Pemkab.

Empat PNS yang diberhentikan ini merupakan kasus indisipliner tahun 2019. Namun, SK-nya baru keluar awal tahun 2020.

“Di awal tahun ini sudah ada empat PNS yang diberhentikan. Kasusnya beragam,” terang Kepala Badan Kepegawaian dan Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPPD) Kabupaten Pasuruan Henis Widiyanto.

BKPPD menurutnya, selalu menindak serius PNS yang melanggar disiplin. Di tahun 2019, ada tujuh PNS yang diberhentikan. Jumlahnya meningkat dibandingkan tahun 2018 yang hanya lima PNS. Dan di tahun 2017, tiga PNS diberhentikan.

Sementara itu, empat PNS yang diberhentikan di awal tahun ini menurut Henis, kasusnya beragam. Ada PNS yang tidak disiplin lantaran secara akumulatif bolos lebih dari 46 hari. OPD yang membawahi dan atasan langsung, sejatinya sudah mengingatkan. Namun, yang bersangkutan tetap sering bolos.

“ Untuk yang sering bolos ini, setelah ditelusuri ternyata PNS tersebut ada pekerjaan lain lantaran memiliki utang. Sehingga, pekerjaan sebagai PNS malah terbengkalai,” terangnya.

Lalu, ada PNS yang ketahuan memiliki dua suami. Dan setelah dipanggil, kedua suami tersebut mengakui bahwa memang menikahi perempuan tersebut. Hal ini jelas melanggar disiplin PNS dan akhirnya ditindak tegas dengan pemberhentian.

“Sedangkan kasus lain, PNS terlibat dalam kasus pidana calo tenaga kontrak. Karena takut ditagih sehingga tidak pernah masuk. Lalu, ada PNS yang korupsi. Hal ini tidak dibenarkan karena merugikan negara. Untuk tindak korupsi ini diberhentikan setelah ada vonis dari Kejaksaan,” terangnya.

Empat PNS yang diberhentikan itu ada dari golongan 2C dan 3C. Pemberhentian mereka sudah dilaporkan dan diketahui oleh Kementrian Dalam Negeri, Badan Kepegawaian Negara (BKN), dan Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN). (eka/hn/fun)