PKB Berjaya, Demokrat Anjlok, Ini Perolehan Kursi di DPRD Kab Pasuruan Versi Parpol

BANGIL – Penetapan hasil perhitungan pemilu 2019 memang belum resmi dikeluarkan KPU Kabupaten Pasuruan. Meski begitu, beberapa partai politik sudah mengklaim, menempatkan wakilnya di parlemen yang ada di kantor Raci.

Ada sembilan parpol yang sudah meyakini bisa mendudukkan wakilnya di kursi parlemen Kabupaten Pasuruan. Kesembilan parpol tersebut, yakni PKB, PDI Perjuangan, Gerindra, Golkar, Nasdem, PPP, PKS, Demokrat dan Hanura. Partai yang bakal duduk di parlemen dari raihan pemilu 2019, komposisinya juga tak berubah dengan pemilu di 2014 silam.

Sejumlah pentolan parpol yang dihubungi Jawa Pos Radar Bromo, sebagian besar memang masih menunggu perhitungan resmi KPU. Meski begitu, klaim kursi yang diraih parpol, rata-rata juga berdasarkan perhitungan yang dilakukan internal partai.

Seperti PKB. Di pemilu 2019, PKB mengkalim mendominasi perolehan kursi. Berdasarkan informasi yang diperoleh, untuk PKB diprediksikan memperoleh 15 kursi parlemen di Raci. Sementara urutan ke dua ada PDI Perjuangan dengan perolehan 8 kursi. Disusul kemudian oleh Gerindra, dengan jumlah 7 kursi.

Golkar dan Nasdem, sama-sama meraih 6 kursi. Sedangkan untuk PPP, memperoleh 3 kursi. Dan untuk PKS, mendapat 2 kursi. Sementara untuk dua kursi tersisa, diduduki oleh Demokrat (1 kursi) maupun Hanura (1 kursi).

Nama-nama “pemilik” kursi itupun, tak jauh berbeda dengan sebelumnya. Rata-rata masih didominasi oleh wajah-wajah lama.

Sekretaris DPC PKB Kabupaten Pasuruan Sudiono Fauzan mengaku, perolehan tersebut memang belum sesuai target. Karena, target awal, partainya bisa meraih 18 kursi di dewan. Dengan asumsi, masing-masing Dapil bisa diwakili tiga kursi.

“Tapi, kami tetap bersyukur. Karena PKB paling signifikan peningkatannya. Dari 12 kursi menjadi 15 kursi,” aku lelaki yang juga ketua DPRD Kabupaten Pasuruan periode 2014-2019 tersebut.

Ketua LPP PKB Kabupaten Pasuruan, Farid Syauqi menegaskan, lebih memilih untuk menunggu penetapan dari KPU Kabupaten Pasuruan. “Semua boleh memprediksi. Tapi, hasil pastinya, masih menunggu penetapan dari KPU,” tegasnya.

Sementara itu, untuk PDI Perjuangan, bakal ada kenaikan kursi yang didapatkan. Dari yang semula tujuh menjadi delapan kursi.

Di sisi lain, DPC PDI Perjuangan Kabupaten Pasuruan yang meraih 8 kursi dibenarkan, Andri Wahyudi. Selaku Ketua DPC PDI Perjuangan, dia menyampaikan, caleg PDI Perjuangan menghiasi semua dapil. Meski jumlah kursi di tiap dapil tidak sama. “Untuk dapil lima dan enam, ada dua kursi. Sementara lainnya, satu kursi,” urainya.

Di tubuh Partai Gerindra, perolehan jumlah kursi legislatif tak berubah. Dari yang semula tujuh kursi pada periode sebelumnya, tahun ini pun mendapat tujuh kursi.

Wakil ketua bidang organisasi DPC Partai Gerindra Kabupaten Pasuruan, Rusdi Sutejo menguraikan, perolehan tersebut dibawah target. Sebab Gerindra mulanya menargetkan perolehan kursi setidaknya delapan. “Kami tetap bersyukur. Hal ini akan menjadi evaluasi kami,” sambungnya.

Sama halnya dengan Gerindra, partai Nasdem tak mengalami perubahan perolehan kursi. Jumlahnya sama, enam kursi. Keenamnya tersebar di setiap dapil.

Ketua DPD Partai Nasdem, Joko Cahyono mengutarakan, admin Nasdem sudah melakukan rekap hasil pleno kecamatan. Hasilnya, Nasdem memang diproyeksikan mendapat enam kursi. Sama dengan periode sebelumnya.

Hal ini jauh dari target sebelumnya. Di mana, target awal, bisa meraih delapan kursi. “Pertarungan tahun ini sangat ketat. Kami bersyukur, bisa bertahan,” ulasnya.

Sementara untuk Golkar, ada kenaikan satu kursi yang didapatkan. Dari sebelumnya lima kursi, menjadi enam kursi. Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Pasuruan, Udik Djanuantoro, mengaku perolehan partainya naik. Dari yang semula lima menjadi enam. “Semuanya bekerja dengan maksimal. Sehingga, masing-masing dapil bisa mendapatkan wakil,” klaimnya.

Kenaikan satu kursi juga dirasakan oleh PPP. Sekretaris DPC PPP Kabupaten Pasuruan, Saifullah Damanhuri mengungkapkan, partainya bisa membentuk fraksi tersendiri. Karena, empat calegnya bisa masuk di kursi legislatif tahun ini.

“Insyaallah, kami mendapatkan empat kursi. Naik satu kursi dari sebelumnya. Kenaikan ini, membuat PPP bisa membentuk fraksi sendiri. Karena komisinya ada empat, sehingga setiap fraksi minimal diisi empat kursi,” akunya.

Sementara itu, kursi PKS mengalami penurunan dari sebelumnya. Pileg tahun 2019, hanya mengantarkan dua caleg PKS ke kursi dewan. Mereka adalah Najib Setiawan untuk dapil satu dan M. Zaini untuk dapil enam.

Wakil DPD PKS Kabupaten Pasuruan, M. Zaini mengaku, sesuai perhitungan cepat internal partai, perolehan kursi partainya memang turun. Dari sebelumnya tiga kursi kini hanya dua kursi. “Sistem kursi 3-5-7 benar tidak menguntungkan bagi partai menengah ke bawah seperti kami,” terangnya.

Meski begitu, suara perolehan partai, cenderung naik. Periode sebelumnya, PKS hanya mendapatkan 35 ribu suara. Namun saat ini, mendapatkan 50 ribu suara. “Target kami semua dapil dapat. Tapi, meleset,” sesalnya.

Untuk Partai Hanura sendiri, tak mengalami perubahan. Mereka hanya mengantarkan satu wakilnya di parlemen. Satu-satunya wakil tersebut adalah Hermadi, dari dapil tiga.

Sekretaris DPC Partai Hanura Kabupaten Pasuruan, Ridwan Ovu mengaku kecewa. Karena perolehan partainya jauh dari harapan. “Kami targetkan bisa mendapatkan kursi di masing-masing dapil. Kenyataannya meleset. Makanya kami kecewa. Dan saya merasa gagal. Saya akan mundur dari partai,” aku dia.

Perolehan paling anjlok dialami Partai Demokrat. Jika semula memperoleh enam kursi, pada pileg tahun ini hanya mendapatkan satu kursi. Satu-satunya kursi itu didapatkan dari dapil empat, yakni Jaelani yang merupakan petahana.

Menurut Jaelani, yang menjabat Sekretaris DPC Partai Demokrat Kabupaten Pasuruan, Jaelani mengaku, tak mengetahui pasti anjloknya perolehan suara partainya. “Kami tidak tahu. Nanti akan menjadi bahan evaluasi kami,” pungkasnya. (one/fun)