Residivis Curas asal Pasrepan Ini Pernah Beraksi di 8 TKP, Ditembak Lantaran Lempar Bondet ke Petugas

TAK BERKUTIK: Tersangka Hermanto yang duduk di kursi roda saat rilis di mapolresta Selasa (28/1) pagi. Nampak beberapa barang bukti yang diamankan dari Hermanto saat ditangkap petugas. (Foto: Fahrizal Firmani/Jawa Pos Radar Bromo)

Related Post

PURWOREJO, Radar Bromo – Pernah berada di balik jeruji besi karena kasus pencurian dengan kekerasan (curas), tidak lantas membuat Hermanto, 30, warga Desa Tambakrejo, Kecamatan Pasrepan, Kabupaten Pasuruan, ini jera. Tercatat, ia melakukan aksi serupa sebanyak delapan kali.

Namun, aksinya harus terhenti. Itu, setelah ia dibekuk oleh tim Resmob Suropati Satreskrim Polres Pasuruan Kota pada Selasa (14/1) sekitar pukul 11.30 di tempat persembunyiannya. Bahkan, petugas terpaksa menghadiahinya timah panas karena sempat melawan saat hendak ditangkap.

Dari tangannya, Polres Pasuruan Kota berhasil mengamankan sejumlah barang bukti (BB) yang digunakan pelaku saat beraksi. Di antaranya, sebuah golok, dua buah bondet, kunci T, dan jimat. Kini dia sudah meringkuk di tahanan Polres Pasuruan Kota.

Penangkapan Hermanto ini bermula dari aksi yang dilakukannya pada 3 Oktober 2015 lalu di Jalan Dr. Wahidin Sudiro Husodo, Kelurahan Pekuncen, Kecamatan Panggungrejo, Kota Pasuruan. Tepatnya, di depan warung nasi pecel Mbah Kromo.

Saat itu sekitar pukul 03.25, ia bersama keempat temannya yang masih buron, melintasi ruas jalan setempat dari arah utara. Setibanya di Jalan dr Wahidin Sudirohusodo, mereka melihat Andi Anshorulloh, 24, warga Kelurahan Kebonsari, Kecamatan Panggungrejo, melintas dengan Honda Beat Nopol N 5620 WJ. Saat itu Andi berboncengan dengan M. Makhrul Ilmi dan melaju dari selatan ke utara.

Seketika itu muncul niat jahat di pikiran Hermanto bersama keempat kawannya. Kelima pelaku ini langsung memutar balik untuk mengejar korban. Dan saat berada di depan warung nasi pecel Mbah Kromo, sepeda motor korban dipepet oleh Hermanto bersama salah satu rekannya.

Korban kemudian berhenti. Kemudian rekan pelaku lainnya turun dan mengeluarkan sebilah pisau jenis golok dan hendak dipukulkan ke arah kepala korban. Karena merasa ketakutan, korban dan temannya yang dibonceng pergi meninggalkan sepeda motornya.

Sementara tersangka dan keempat pelaku lainnya membawa kabur sepeda motor milik korban. Korban lalu melapor ke polisi yang sejak saat itu melakukan penyelidikan.

Meski lama menyelidiki, upaya polisi membuahkan hasil. Beberapa nama calon tersangka dikantongi. Termasuk Hermanto dan keempat kawannya, mereka menjadi daftar pencarian orang (DPO).

Hermanto sendiri berhasil diamankan di depan kolam ikan yang terletak di Dusun Budengan, Desa Tambakrejo, Kecamatan Pasrepan. Namun, Hermanto sempat melakukan perlawanan dengan menggunakan bondet dan hendak melarikan diri. Akhirnya oleh petugas dilakukan tindakan tegas terukur dengan menembak kakinya sebanyak dua kali.

Dari hasil pemeriksaan sementara, ia telah melakukan tindak pidana curas di tujuh lokasi. Yakni, empat lokasi di wilayah Keboncandi, dua lokasi di wilayah Pasrepan, dan satu lokasi di wilayah Winongan.

Hermanto juga pernah merasakan pengapnya jeruji penjara. Bahkan, baru dua bulan lalu dia keluar dari Rutan Bangil.

“Pengakuan pelaku, dia hanya joki. Ia sudah beraksi di delapan TKP dengan di Petamanan. Pelaku dan rekannya tidak segan-segan melakukan kekerasan saat beraksi. Kami masih memburu rekan pelaku lainnya,” terang Kapolres Pasuruan Kota AKBP Dony Alexander. (riz/fun)