alexametrics
30.7 C
Probolinggo
Thursday, 30 June 2022

Ada Mahasiswa Pasuruan di Tiongkok, Dewan Minta Pemerintah Intens Komunikasi

BANGIL, Radar Bromo – Wabah virus korona yang melanda Tiongkok, menjadi perhatian DPRD Kabupaten Pasuruan. Pasalnya, diperkirakan banyak pelajar asal Kabupaten Pasuruan yang tengah menjalankan studinya di negara tirai bambu itu. Wakil rakyat berharap adanya peran aktif dari pemkab. Supaya, nasib pelajar Kabupaten Pasuruan yang berada di Tiongkok benar-benar aman dari wabah.

“Pemkab perlu berkomunikasi intens untuk mengetahui perkembangan pelajar yang ada di Tiongkok,” kata Sekretaris Komisi IV DPRD Kabupaten Pasuruan M. Zaini.

Zaini menambahkan, komunikasi aktif itu diperlukan untuk mengetahui nasib para pelajar yang ada di Tiongkok. Dengan komunikasi aktif itulah, bisa diketahui kondisi mereka.

“Mereka kan juga punya keluarga di sini. Dengan peran aktif adanya informasi dari Pemkab, setidaknya bisa meminimalisasi kekhawatiran masyarakat Kabupaten Pasuruan, khususnya pihak keluarga,” tambahnya.

Bila memang diperlukan, kata Zaini, pemulangan para pelajar itu harus dilakukan. Sehingga, para pelajar tersebut bisa terhindar dari wabah penyakit yang mematikan itu.

“Kalau memang memungkinkan untuk dipulangkan, sebaiknya dipulangkan saja. Belajar di Tiongkok, bisa dilanjutkan setelah keadaan sudah kondusif,” ulasnya.

Senada juga ditegaskan Fauzi, anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Pasuruan. Ia mempertanyakan peran aktif pemkab dalam memberikan pemantauan terhadap nasib pelajar-pelajar yang ada di Tiongkok. Jika memang memungkinkan untuk dipulangkan, ia memilih agar pemkab melakukannya.

“Nasib para pelajar ini bagaimana? Harus ada informasi yang jelas kepada masyarakat, khususnya keluarga mereka. Kalau memang ada peluang dipulangkan, sebaiknya dipulangkan,” pungkasnya.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pasuruan Iswahyudi mengungkapkan, sejumlah pelajar di Kabupaten Pasuruan memang tengah menimba ilmu di Tiongkok. Ia mencatat, ada setidaknya 72 pelajar yang tengah menimba ilmu di negeri tirai bambu itu. “Ada yang tengah mengikuti pendidikan strata satu adapula yang strata dua. Mereka berada di Kota Nanjing,” kata Iswahyudi.

Ia menambahkan, masa pendidikan di Tiongkok saat ini masuk masa liburan. Sebanyak 22 pelajar dari Kabupaten Pasuruan di negara setempat, tengah berlibur di rumahnya masing-masing. Sementara 50 pelajar lainnya, masih berada di Tiongkok.

Pihaknya mengaku sudah menjalin komunikasi yang intens dengan mahasiswa asal Kabupaten Pasuruan di Tiongkok. Ia meyakinkan, kalau tidak ada mahasiswa asal Indonesia yang terpapar virus korona tersebut. Mereka saat ini harus tinggal di asrama.

Otoritas pemerintah setempat ataupun pihak kampus, tidak memperkenankan mereka keluar dari asrama. Hal ini untuk menghindari penularan virus korona.

“Berdasarkan komunikasi yang kami jalin, Alhamdulillah, mahasiswa asal Kabupaten Pasuruan semuanya dalam kondisi baik. Mereka saat ini tinggal di asrama dan memang tidak diperkenankan keluar dari lingkungan kampus. Sebab, kondisi di Tiongkok saat ini memang belum steril,” pungkasnya. (one/fun)

BANGIL, Radar Bromo – Wabah virus korona yang melanda Tiongkok, menjadi perhatian DPRD Kabupaten Pasuruan. Pasalnya, diperkirakan banyak pelajar asal Kabupaten Pasuruan yang tengah menjalankan studinya di negara tirai bambu itu. Wakil rakyat berharap adanya peran aktif dari pemkab. Supaya, nasib pelajar Kabupaten Pasuruan yang berada di Tiongkok benar-benar aman dari wabah.

“Pemkab perlu berkomunikasi intens untuk mengetahui perkembangan pelajar yang ada di Tiongkok,” kata Sekretaris Komisi IV DPRD Kabupaten Pasuruan M. Zaini.

Zaini menambahkan, komunikasi aktif itu diperlukan untuk mengetahui nasib para pelajar yang ada di Tiongkok. Dengan komunikasi aktif itulah, bisa diketahui kondisi mereka.

“Mereka kan juga punya keluarga di sini. Dengan peran aktif adanya informasi dari Pemkab, setidaknya bisa meminimalisasi kekhawatiran masyarakat Kabupaten Pasuruan, khususnya pihak keluarga,” tambahnya.

Bila memang diperlukan, kata Zaini, pemulangan para pelajar itu harus dilakukan. Sehingga, para pelajar tersebut bisa terhindar dari wabah penyakit yang mematikan itu.

“Kalau memang memungkinkan untuk dipulangkan, sebaiknya dipulangkan saja. Belajar di Tiongkok, bisa dilanjutkan setelah keadaan sudah kondusif,” ulasnya.

Senada juga ditegaskan Fauzi, anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Pasuruan. Ia mempertanyakan peran aktif pemkab dalam memberikan pemantauan terhadap nasib pelajar-pelajar yang ada di Tiongkok. Jika memang memungkinkan untuk dipulangkan, ia memilih agar pemkab melakukannya.

“Nasib para pelajar ini bagaimana? Harus ada informasi yang jelas kepada masyarakat, khususnya keluarga mereka. Kalau memang ada peluang dipulangkan, sebaiknya dipulangkan,” pungkasnya.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pasuruan Iswahyudi mengungkapkan, sejumlah pelajar di Kabupaten Pasuruan memang tengah menimba ilmu di Tiongkok. Ia mencatat, ada setidaknya 72 pelajar yang tengah menimba ilmu di negeri tirai bambu itu. “Ada yang tengah mengikuti pendidikan strata satu adapula yang strata dua. Mereka berada di Kota Nanjing,” kata Iswahyudi.

Ia menambahkan, masa pendidikan di Tiongkok saat ini masuk masa liburan. Sebanyak 22 pelajar dari Kabupaten Pasuruan di negara setempat, tengah berlibur di rumahnya masing-masing. Sementara 50 pelajar lainnya, masih berada di Tiongkok.

Pihaknya mengaku sudah menjalin komunikasi yang intens dengan mahasiswa asal Kabupaten Pasuruan di Tiongkok. Ia meyakinkan, kalau tidak ada mahasiswa asal Indonesia yang terpapar virus korona tersebut. Mereka saat ini harus tinggal di asrama.

Otoritas pemerintah setempat ataupun pihak kampus, tidak memperkenankan mereka keluar dari asrama. Hal ini untuk menghindari penularan virus korona.

“Berdasarkan komunikasi yang kami jalin, Alhamdulillah, mahasiswa asal Kabupaten Pasuruan semuanya dalam kondisi baik. Mereka saat ini tinggal di asrama dan memang tidak diperkenankan keluar dari lingkungan kampus. Sebab, kondisi di Tiongkok saat ini memang belum steril,” pungkasnya. (one/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/