alexametrics
31.7 C
Probolinggo
Saturday, 13 August 2022

Disalip, Cek-cok, Sesama Tukang Betor Bacokan di Nguling

NGULING– Darsono, 28, harus mendapat perawatan  medis di Puskesmas Nguling. Dia mengerang kesakitan usai dibacok temannya sesama pengemudi becak bermotor (betor), Jumat (28/12) pagi.

Warga Desa Mlaten, Kecamatan Nguling itu, dibacok, usai sebelumnya terlibat cek-cok dengan Saifi, 23, warga Desa Kedawang, Kecamatan Nguling. Akibat bacokan tersebut, Darsono mengalami luka di kepala.

Informasi yang dihimpun radarbromo.co.id di lapangan, insiden itu terjadi terjadi pukul 09.00. Pagi itu Darsono dan Saifi sama-sama mengendarai betor. Saat melintas di tepi jalan Desa Kedawang, Saifi hendak menyalip betor yang dikemudikan Darsono.

DIPERIKSA: Pelaku Saifi (membelakangi kamera) diperiksa penyidik unit reskrim Polsek Nguling, setelajh diringkus selang beberapa jam usai kejadian. (Foto: M Busthomi/Jawa Pos Radar Bromo)

Lantaran jarak terlalu dekat, betor keduanya berpepeten dan nyaris terjadi serempetan. Saifi yang mengaku terkejut, langsung memaki Darsono. Rupanya, makian itu menyulut emosi Darsono. Seketika itu pula keduanya terlibat cek-cok.

Nah, saat cek-cok, Saifi dan Darsono berkelahi. Lokasi perkelahian itu jauh dari permukiman warga. Saat perkelahian itulah, kemudian Saifi mengambil celurit yang ada di betornya. Hingga kemudian Darsono yang kalah senjata, dibacok Saifi sebanyak tiga kali.

“Pelaku (Saifi) mengaku terkejut lalu memaki korban. Setelah itu terjadi cekcok dan korban (Darsono) menantang carok kepada pelaku.” kata Kanitreskrim Polsek Nguling, Aipda Adjie Anggoro.

Usai membacok Darsono hingga mengenai kepala, Saifi kabur. Insiden itupun diketahui warga dan polisi. Secepatnya polisi melakukan pencarian terhadap Saifi. Dan polisi hanya memerlukan waktu singkat untuk menangkap Saifi.

“Pelaku kami tangkap di rumahnya. Dia (Saifi) kabur dan pulang ke rumah usai membacok korban,” terang Adjie.

Kanitreskrim yang hobi memelihara satwa itu menambahkan, akibat insiden itu, Saifi kini diproses hukum. Pelaku bisa dikenai pasal 351 tentang penganiayaan yang menyebabkan korban luka berat. (tom/fun)

NGULING– Darsono, 28, harus mendapat perawatan  medis di Puskesmas Nguling. Dia mengerang kesakitan usai dibacok temannya sesama pengemudi becak bermotor (betor), Jumat (28/12) pagi.

Warga Desa Mlaten, Kecamatan Nguling itu, dibacok, usai sebelumnya terlibat cek-cok dengan Saifi, 23, warga Desa Kedawang, Kecamatan Nguling. Akibat bacokan tersebut, Darsono mengalami luka di kepala.

Informasi yang dihimpun radarbromo.co.id di lapangan, insiden itu terjadi terjadi pukul 09.00. Pagi itu Darsono dan Saifi sama-sama mengendarai betor. Saat melintas di tepi jalan Desa Kedawang, Saifi hendak menyalip betor yang dikemudikan Darsono.

DIPERIKSA: Pelaku Saifi (membelakangi kamera) diperiksa penyidik unit reskrim Polsek Nguling, setelajh diringkus selang beberapa jam usai kejadian. (Foto: M Busthomi/Jawa Pos Radar Bromo)

Lantaran jarak terlalu dekat, betor keduanya berpepeten dan nyaris terjadi serempetan. Saifi yang mengaku terkejut, langsung memaki Darsono. Rupanya, makian itu menyulut emosi Darsono. Seketika itu pula keduanya terlibat cek-cok.

Nah, saat cek-cok, Saifi dan Darsono berkelahi. Lokasi perkelahian itu jauh dari permukiman warga. Saat perkelahian itulah, kemudian Saifi mengambil celurit yang ada di betornya. Hingga kemudian Darsono yang kalah senjata, dibacok Saifi sebanyak tiga kali.

“Pelaku (Saifi) mengaku terkejut lalu memaki korban. Setelah itu terjadi cekcok dan korban (Darsono) menantang carok kepada pelaku.” kata Kanitreskrim Polsek Nguling, Aipda Adjie Anggoro.

Usai membacok Darsono hingga mengenai kepala, Saifi kabur. Insiden itupun diketahui warga dan polisi. Secepatnya polisi melakukan pencarian terhadap Saifi. Dan polisi hanya memerlukan waktu singkat untuk menangkap Saifi.

“Pelaku kami tangkap di rumahnya. Dia (Saifi) kabur dan pulang ke rumah usai membacok korban,” terang Adjie.

Kanitreskrim yang hobi memelihara satwa itu menambahkan, akibat insiden itu, Saifi kini diproses hukum. Pelaku bisa dikenai pasal 351 tentang penganiayaan yang menyebabkan korban luka berat. (tom/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/