Jenazah Tak Dikenali, Sarung Masker Pun Jadi Petunjuk

PROBOLINGGO – Jenazah korban keenam kapal hilang KM Cahaya Bahari Jaya asal Kota Probolinggo, ditemukan Sabtu (27/10). Dia adalah Samsul Anam, 37, warga Jalan Ikan Tongkol, Kelurahan/Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo.

Jenazah ditemukan di laut. Yaitu sekitar 2,5 mil dari pantai Desa Branta Pesisir, Kecamatan Tlanakan, Kabupaten Pamekasan. Sarung masker yang masih melekat di kepala korban menjadi petunjuk identitas.

Wardan, ketua nelayan se-Madura menyampaikan, mayat ditemukan oleh nelayan. Ketika itu, tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas Surabaya, BPBD Pamekasan, Polair Polda Jatim, Polsek Tlanakan, dan nelayan memang melakukan pencarian di sekitar perairan Desa Branta Pesisir.

Sekitar pukul 12.00, ditemukan mayat mengambang di tengah laut Setengah jam kemudian, berhasil dievakuasi dan dibawa ke darat. Sekitar pukul 13.15 mayat tiba di RSUD Dr. H. Slamet Martodirdjo Pamekasan untuk diidentifikasi.

Kondisi mayat sulit dikenali karena sudah rusak. Untungnya beberapa pakaian masih melekat di tubuh mayat. Salah satunya sarung masker yang menutupi kepala mayat. ”Kondisi mayat, kulitnya sudah mengelupas dan memutih. Jadi sulit dikenali,” ujar Wardan.

Di RSUD, tim Inafis Polres Pamekasan melakukan identifikasi mayat. Pakaian dan gelang yang melekat di tubuh mayat menjadi petunjuk awal proses identifikasi.

Sempat ada kecurigaan bahwa mayat tersebut adalah Marwan, 25. Pakaian dan gelang yang dikenakan hampir sesuai. Namun, sidik jari mayat sama sekali tidak sesuai dengan Marwan.

Tim Inafis terus melakukan otopsi untuk mengetahui identitas mayat. Namun, hingga pukul 15.00, identitas mayat belum diketahui.

Waka Polsek Tlanakan AKP Jufriadi menyampaikan, identifikasi tim Inafis Polres Pamekasan akhirnya membuahkan hasil. Mayat tersebut teridentifikasi atas nama Samsul Anam, 37.

Mayat merupakan salah satu anak buah kapal (ABK) KM Cahaya Bahari Jaya yang hilang kontak sepekan lalu.

Jufriadi mengungkapkan, sidik jari jempol kiri mayat sesuai dengan sidik jari e-KTP milik Samsul Anam.

Sarung masker yang masih melekat di kepala mayat semakin mayakinkan tim inafis bahwa mayat tersebut adalah Samsul Anam. Itu sesuai dengan keterangan pihak keluarga korban.

”Jenazah segera dibawa ke Probolinggo untuk dimakamkan. Kami sudah menyerahkan jenazah kepada perwakilan keluarga korban,” lanjut Jufriadi.

Dengan ditemukannya Samsul Anam, berarti sudah enam korban hilang yang ditemukan. Yaitu Rohim, Nanang alias Giman, Iwan Sugianto, Windi; Abu Yasid Bustomi; dan Samsul Anam sendiri. Dengan demikian, masih ada dua korban yang belum diketemukan. Yaitu Marwan dan Wahyu.

Sementara itu Kasat Polairud Polres Probolinggo AKP Slamet Prayitno mengungkapkan, sore nanti (Sabtu sore, Red.) jenazah akan diberangkatkan lewat jalur darat dengan ambulan dari Pamekasan. Malam diperkirakan jenazah sampai Kota Probolinggo.

“Jadi tinggal dua lagi korban yang belum ditemukan. Semoga segera ditemukan agar dapat segera dikebumikan dengan layak,” harapnya.

Di sisi lain, meski satu per satu jenazah korban ditemukan, namun tak ada tanda-tanda barang atau bangkai kapal ditemukan. Karena itu, belum diketahui titik koordinat bangkai kapal itu sampai kini. “Untuk titik kapalnya belum diketahui hingga sekarang,” lanjutnya.

Terpisah Zainul Fatoni, sekretaris Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Cabang Kota Probolinggo membenarkan penemuan jenazah itu. Menurutnya pihak keluarga sudah ada yang memastikan identitas korban. Lebih lagi dari hasil identifikasi sidik jari menguatkan jika itu Samsul.

Untuk mencari dua korban terakhir, pihaknya menurut Zainul akan tetap berkoordinasi. “Kami fokuskan pada nelayan yang hendak mencari ikan di perairan Madura. Yakni seputaran perairan Pamekasan, Gili Genteng, Sampang. Selain itu juga di perairan Probolinggo seperti Paiton, Besuk ke utara,” tuturnya. (rpd/JPG/hn/rf)