Edan, Pipa Proyek Umbulan Hilang Dicuri dengan Dipotong, Padahal Terbuat dari Baja

TINGGAL SEPARO: Pipa proyek Umbulan ini kondisinya tidak lagi utuh, tinggal separo. Pipa diduga dipotong jadi dua bagian dengan menggunakan las. Kemudian, separonya dibawa kabur. (Foto: Polsek Bangil for Jawa Pos Radar Bromo)

Related Post

BANGIL, Radar Bromo – Pipa megaproyek Umbulan yang terbuat dari pelat baja di Raci, Kecamatan Bangil, hilang dicuri. Petugas Polsek Bangil pun tengah mendalami pencurian properti milik PT Meta Adyha Tirta Umbulan itu. Dugaan kuat, pelaku pencurian itu lebih dari satu orang.

Kapolsek Bangil Kompol Eko Hari menyampaikan, pihaknya sudah mengumpulkan keterangan dari saksi-saksi. Juga mendatangi lokasi pencurian untuk melakukan olah TKP.

Dari pendalaman yang dilakukannya, diduga kuat pelaku pencurian tersebut lebih dari satu orang. Mereka saling berbagi peran. Ada yang kebagian berjaga-jaga. Ada pula yang kebagian sebagai eksekutor.

MASIH DISELIDIKI: Kasus pencurian ini masih diselidiki kepolisian. (Foto: Polsek Bangil for Jawa Pos Radar Bromo)

 

“Dugaan kami, pelakunya bisa sampai empat orang. Mereka mengendarai kendaraan roda empat untuk mengangkut pipa baja yang dipotong menggunakan alat las,” jelas Eko.

Hanya saja, pihaknya belum bisa menyimpulkan siapa saja pelakunya. Karena sekarang ini masih didalaminya. “Apakah pelaku lama atau baru, kami masih mendalami kasus ini,” bebernya.

Kasus pencurian pipa proyek Umbulan itu diketahui Senin (25/5) malam. Malam itu, Agung Dwi Nugroho perwakilan dari PT Meta Adyha Tirta Umbulan mendatangi lahan penyimpanan pipa baja di Desa Raci, Kecamatan Bangil.

Seperti biasa, dia memantau kondisi di sana. Saat itulah, Agung mendapati sebuah pipa kondisinya tidak utuh. Pipa baja itu tinggal separo, separonya lagi hilang. Diduga, ada yang mencuri pipa itu dengan cara memotongnya menggunakan las.

Agung sebagai perwakilan PT Meta Adyha Tirta Umbulan lantas melaporkan pencurian itu ke Polsek Bangil. Laporan itu dilayangkan seiring kerugian yang diakibatkan tidaklah sedikit. Yaitu mencapai Rp 60 juta. “Laporannya Selasa kemarin (26/5),” sambungnya.

Kapolsek menjelaskan, pipa baja itu hilang lantaran tidak ada yang menjaga. Padahal, biasanya kawasan setempat dijaga oleh sekuriti perusahaan.

“Bukan karena Lebaran. Tetapi pihak dari perusahaan setempat mengklaim kehabisan uang untuk membayar orang agar menjaga. Sekarang ini kami masih menyelidikinya,” jelasnya. (one/hn/fun)