Alhamdulillah, 2 Pasien Covid-19 asal Gondangwetan-Puspo Sembuh

BANGIL, Radar Bromo– Kabar baik muncul seiring dengan penanganan Covid-19 di Kabupaten Pasuruan. Dua orang yang semula berstatus positif Covid-19, akhirnya dinyatakan sembuh.

Keduanya berasal dari Gondangwetan dan Puspo. Kabar baik itu diungkapkan Wakil Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Pasuruan, Anang Saiful Wijaya. Menurut Anang, jumlah pasien korona yang dinyatakan sembuh, bertambah.

Semula, ada delapan orang yang dipulangkan, karena berhasil sembuh dari paparan korona. Kini, jumlah itu bertambah dua orang. Sehingga, jumlah keseluruhan orang yang sembuh dari paparan korona, mencapai 10 orang.

“Dua orang yang dinyatakan sembuh, berdasarkan hasil swab adalah warga Gondangwetan dan Puspo. Dari hasil swabnya hari ini (kemarin, red) keduanya dinyatakan negatif Covid-19,” jelas Anang.

Menurut Anang, kedua pasien tersebut memiliki riwayat penularan yang sama. Mereka memiliki kontak erat dengan pasien positif Covid-19 dari klaster haji. Warga Gondangwetan ini, merupakan tetangga dari pasien positif Covid-19 yang dinyatkan sembuh lebih dulu. Sementara warga Puspo, merupakan teman dari pasien positif Covid-19 yang juga sembuh terlebih dahulu tersebut.

Sebelum dinyatakan sembuh, kedua pasien ini telah menjalani beberapa tes swab. Misalnya, untuk warga Gondangwetan. Pasien tersebut masuk RSUD Bangil per 27 April 2020, setelah dinyatakan Covid-19. Ia menjalani masa isolasi selama 14 hari.

Ia kemudian kembali diswab. Namun, hasilnya masih positif. Sehingga, ia harus kembali menjalani perawatan. Tak hanya menjalani perawatan di RSUD Bangil. Ia juga dipindahkan ke SKB Pandaan, sejak 13 Mei 2020, bersama pasien positif tanpa gejala yang lain. “Alhamdulillah, setelah tiga kali swab, akhirnya hasilnya negative. Ia pun diperkenankan pulang,” papar Anang.

Begitupula dengan warga Puspo. Ia sempat dinyatakan positif pada 30 April 2020 berdasarkan hasil swab. Sembilan hari kemudian, ia kembali diswab dengan hasil negative. Namun, ia tak serta merta dipulangkan. Tim medis kemudian melakukan swab evaluasi 10 hari kemudian. Hasilnya, tetap negative, sehingga ia diperkenankan untuk pulang.

“Sempat menjalani perawatan di RSUD Bangil selama 20 hari, pasien asal Puspo ini dipindahkan ke rumah isolasi Pandaan pada 20 Mei kemarin. Ia diperkenankan pulang, setelah dinyatakan sehat,” urai Anang. (one/mie)