Asyik Bertaruh Poker Online di Warnet, Tiga Orang Ini Diringkus

BANGIL – Aktivitas judi poker online diobrak-abrik anggota Satreskrim Polres Pasuruan. Hasilnya, tiga penjudi poker online tersebut diamankan petugas.

Mereka yang diamankan itu, adalah Nizar Ammar, 19; Muhammad Haykal Fikri, 20 dan Vickie Ari Yanto, 31. Ketiganya, merupakan warga Desa/Kecamatan Gempol. Mereka diringkus, saat tengah bermain judi poker online di sebuah warnet yang ada di Gempol.

Kapolres Pasuruan, AKBP Raydian Kokrosono menguraikan, ketiganya ditangkap Jumat dini hari (26/10). Ketika itu, ketiga tersangka tengah bermain internet di warnet yang berada di kampungnya.

Dalam kegiatan jelajah dunia maya itu, ternyata ketiganya asik bermain judi online. Mereka membuka situs poker di tiga website. “Ketiganya menggunakan user name untuk setiap website yang berbeda-beda. Website yang mereka kunjungi, ada poker 88, kartu poker dan dewa poker,” kata Raydian.

Untuk menjalankan bisnis terlarang itu, mereka membuka website tersebut dan memasukkan akun dengan user name yang digunakan masing-masing. Selanjutnya, mereka mentransfer uang ke rekening bandar.

Usai memperoleh koin, mereka pun mulai menjalankan permainan poker tersebut. Aksi itu sendiri, akhirnya tercium oleh pihak kepolisian. Anggota Satreskrim Polres Pasuruan, pun melakukan penggerebekan.

Ketiganya digerebek sekitar pukul 01.00 di sebuah warnet. Menurut Raydian, bisnis tersebut sudah dilakoni tersangka kurang lebih lima bulan. Mereka mendapatkan keuntungan puluhan ribu hingga ratusan ribu.

“Kami mengamankan sejumlah barang bukti. Selain tiga buah ATM yang salah satu diantaranya berisikan uang Rp 1,8 juta. Kami mengamankan tiga buah layar monitor, tiga CPU, dan sejumlah barang bukti lainnya,” jelas Raydian.

Salah satu tersangka, Vickie mengaku, perjudian poker itu dilakoninya untuk iseng-iseng sembari mencari kesenangan. Ia menegaskan, kalau tidak selamanya, permainan tersebut menguntungkan. Karena, pernah ia juga mengalami kerugian.

“Mainnya biasanya seminggu sekali. Tidak selalau menang. Karena saya juga pernah kalah, hingga Rp 1 juta,” akunya.

Namun, kekalahan itu, tak membuatnya kapok. Buktinya, ia tetap bermain judi poker hingga akhirnya diciduk polisi. Uang hasil perjudian, biasanya digunakan untuk membeli rokok.

“Untungnya, biasanya Rp 300 ribu. Saya gunakan untuk membeli rokok,” pungkas lelaki yang bekerja di pabrik kulit ini.

Karena perbuatannya itu, ketiganya dijerat pasal 303 KUHP tentang tindak perjudian. Ancamannya, 10 tahun penjara. (one/fun)