alexametrics
25.1 C
Probolinggo
Thursday, 11 August 2022

Terlibat Curanmor-Simpan Sabu, Perangkat Desa Purut Lumbang Dibekuk

SUKAPURA – Daftar perangkat desa yang terlibat kasus tindak pidana kriminal dan penyalahgunaan narkoba di Kabupaten Probolinggo terus bertambah. Kamis (23/5), tim gabungan Polres Probolinggo, Polsek Sukapura, dan Polsek Lumbang mengamankan Mulyono, 39, perangkat Desa Purut, Kecamatan Lumbang, yang diduga kuat terlibat kasus pencurian motor.

Ironis, saat diamankan, pria yang sudah ditetapkan sebagai tersangka ini juga terbukti menyalahgunakan narkoba jenis sabu-sabu. Tim gabungan mengamankan sejumlah barang bukti sabu dan alat yang digunakan untuk mengonsumsi barang haram tersebut saat penggeledahan.

Kapolsek Sukapura Iptu Sugeng Harianto mengatakan, penangkapan terhadap Mulyono terjadi sekitar pukul 02.00. Tersangka yang sudah menjadi target operasi (TO), ditangkap di rumahnya tanpa perlawanan. Ia diduga kuat terlibat dalam kasus pencurian motor Honda Beat nopol N6584 QK di Desa Ngepung, Kecamatan Sukapura.

“Tersangka Mulyono ini sudah menjadi TO atas kasus dugaan keterlibatan pencurian motor,” katanya pada Jawa Pos Radar Bromo (26/5). Kasus curanmor itu menimpa Dodik Awangan, 23, pada 22 Februari lalu pada pukul 05.00. “Motor itu dicuri di rumah korban,” imbuhnya.

Tersangka, menurut Kapolsek, diketahui terlibat setelah kasus tersebut dikembangkan. Selang sebulan pasca kejadian, pihaknya berhasil mengamankan dua tersangka yakni Seger Suherman, 30 dan Wahyudi, 24. Keduanya sama-sama asal Lumbang. Dari situ, pihaknya berhasil mengembangkan keterlibatan tersangka Mulyono.

Perangkat desa inilah yang menyuruh kedua pelaku untuk mencuri motor milik korban. Saat itu, tersangka Mulyono memberikan bekal kunci T pada kedua pelaku pencurian. Setelah pelaku berhasil mendapatkan hasil curian, pelaku menghubungi tersangka Mulyono untuk menentukan lokasi pertemuan.

“Di lokasi itu, pelaku pencurian dan tersangka melakukan serah terima sepeda motor. Kemudian, beberapa hari kemudian, tersangka memberikan uang hasil pencurian motor itu pada kedua pelaku,” ungkapnya.

Saat penangkapan, polisi menginterogasi Mulyono sekitar satu jam di rumah tersangka. Dari hasil interogasi tersebut, petugas mendapatkan informasi jika tersangka merupakan pengguna sekaligus pengedar sabu. Karena itu, sekitar pukul 01.00, polisi melakukan penggeledahan di rumah tersangka.

Ternyata benar, polisi butuh waktu satu jam untuk menggeledah rumah korban. Akhirnya, didapati barang bukti beberapa alat yang digunakan untuk mengonsumsi sabu. Bahkan, diduga masih terdapat sisa-sisa sabu menempel pada alat tersebut dan sisa sabu dalam kemasan plastik. Proses penggeledahan disaksikan istri tersangka.

”Alat-alat konsumsi sabu itu disimpan oleh tersangka pada kotak rokok yang disembunyikan di bawah kap mesin mobil milik tersangka. Mobil itu terparkir di depan rumah. Selain itu, kami juga temukan dalam bungkus rokok yang diletakkan di atas lemari es rumah tersangka,” terangnya.

Temuan barang bukti itu, membuat Mulyono tak bisa berkelit. Hingga akhirnya, tersangka mengakui mengonsumsi sabu 3 hari sebelum ditangkap. Selain itu, tersangka juga menjual sabu pada orang lain. Keuntungannya, ia bisa ikut menikmati sabu gratis. “Kami proses dua perkara ini,” tegasnya.

Barang bukti yang diamankan di antaranya, 3 buah pipet kaca diduga terdapat sisa sabu, 6 buah korek gas, 7 plastik klip transparan, 2 buah sekop dari bahan plastik, 2 buah sedotan warna putih, 1 buah sedotan penghubung, 1 pak sedotan warna putih, 1 pak rokok, serta 1 buah kardus rokok.

“Tersangka akan dijerat dengan pasal 363 KUHP juncto 55 ayat 1 KUHP dan 480 KUHP. Terkait dugaan keterlibatan kasus curanmor sekaligus menjadi penadahnya,” tegasnya. (mas/rf)

SUKAPURA – Daftar perangkat desa yang terlibat kasus tindak pidana kriminal dan penyalahgunaan narkoba di Kabupaten Probolinggo terus bertambah. Kamis (23/5), tim gabungan Polres Probolinggo, Polsek Sukapura, dan Polsek Lumbang mengamankan Mulyono, 39, perangkat Desa Purut, Kecamatan Lumbang, yang diduga kuat terlibat kasus pencurian motor.

Ironis, saat diamankan, pria yang sudah ditetapkan sebagai tersangka ini juga terbukti menyalahgunakan narkoba jenis sabu-sabu. Tim gabungan mengamankan sejumlah barang bukti sabu dan alat yang digunakan untuk mengonsumsi barang haram tersebut saat penggeledahan.

Kapolsek Sukapura Iptu Sugeng Harianto mengatakan, penangkapan terhadap Mulyono terjadi sekitar pukul 02.00. Tersangka yang sudah menjadi target operasi (TO), ditangkap di rumahnya tanpa perlawanan. Ia diduga kuat terlibat dalam kasus pencurian motor Honda Beat nopol N6584 QK di Desa Ngepung, Kecamatan Sukapura.

“Tersangka Mulyono ini sudah menjadi TO atas kasus dugaan keterlibatan pencurian motor,” katanya pada Jawa Pos Radar Bromo (26/5). Kasus curanmor itu menimpa Dodik Awangan, 23, pada 22 Februari lalu pada pukul 05.00. “Motor itu dicuri di rumah korban,” imbuhnya.

Tersangka, menurut Kapolsek, diketahui terlibat setelah kasus tersebut dikembangkan. Selang sebulan pasca kejadian, pihaknya berhasil mengamankan dua tersangka yakni Seger Suherman, 30 dan Wahyudi, 24. Keduanya sama-sama asal Lumbang. Dari situ, pihaknya berhasil mengembangkan keterlibatan tersangka Mulyono.

Perangkat desa inilah yang menyuruh kedua pelaku untuk mencuri motor milik korban. Saat itu, tersangka Mulyono memberikan bekal kunci T pada kedua pelaku pencurian. Setelah pelaku berhasil mendapatkan hasil curian, pelaku menghubungi tersangka Mulyono untuk menentukan lokasi pertemuan.

“Di lokasi itu, pelaku pencurian dan tersangka melakukan serah terima sepeda motor. Kemudian, beberapa hari kemudian, tersangka memberikan uang hasil pencurian motor itu pada kedua pelaku,” ungkapnya.

Saat penangkapan, polisi menginterogasi Mulyono sekitar satu jam di rumah tersangka. Dari hasil interogasi tersebut, petugas mendapatkan informasi jika tersangka merupakan pengguna sekaligus pengedar sabu. Karena itu, sekitar pukul 01.00, polisi melakukan penggeledahan di rumah tersangka.

Ternyata benar, polisi butuh waktu satu jam untuk menggeledah rumah korban. Akhirnya, didapati barang bukti beberapa alat yang digunakan untuk mengonsumsi sabu. Bahkan, diduga masih terdapat sisa-sisa sabu menempel pada alat tersebut dan sisa sabu dalam kemasan plastik. Proses penggeledahan disaksikan istri tersangka.

”Alat-alat konsumsi sabu itu disimpan oleh tersangka pada kotak rokok yang disembunyikan di bawah kap mesin mobil milik tersangka. Mobil itu terparkir di depan rumah. Selain itu, kami juga temukan dalam bungkus rokok yang diletakkan di atas lemari es rumah tersangka,” terangnya.

Temuan barang bukti itu, membuat Mulyono tak bisa berkelit. Hingga akhirnya, tersangka mengakui mengonsumsi sabu 3 hari sebelum ditangkap. Selain itu, tersangka juga menjual sabu pada orang lain. Keuntungannya, ia bisa ikut menikmati sabu gratis. “Kami proses dua perkara ini,” tegasnya.

Barang bukti yang diamankan di antaranya, 3 buah pipet kaca diduga terdapat sisa sabu, 6 buah korek gas, 7 plastik klip transparan, 2 buah sekop dari bahan plastik, 2 buah sedotan warna putih, 1 buah sedotan penghubung, 1 pak sedotan warna putih, 1 pak rokok, serta 1 buah kardus rokok.

“Tersangka akan dijerat dengan pasal 363 KUHP juncto 55 ayat 1 KUHP dan 480 KUHP. Terkait dugaan keterlibatan kasus curanmor sekaligus menjadi penadahnya,” tegasnya. (mas/rf)

MOST READ

BERITA TERBARU

/