Tergerus Banjir, Konstruksi Jalan Tol Paspro di KM 830 Turun 14 CM

SUMBERASIH, Radar Bromo­ – Bencana banjir yang terjadi akhir pekan lalu di Kabupaten Probolinggo, juga berdampak pada jalan tol Pasuruan-Probolinggo (Paspro). Diduga akibat banjir, konstruksi jalan tol Paspro ambles. Tepatnya di KM 830- titik 200.

Di titik itu, konstruksi jalan turun hingga 14 sentimeter. Namun, kondisi itu tidak sampai membuat konstruksi jalan tol Paspro putus. Karena itu, pengemudi yang melintasi jalan tol Paspro harus berhati-hati. Baik itu pengguna jalan tol yang melintas dari arah Banyuwangi-Surabaya, maupun sebaliknya.

Namun, pengguna jalan tol yang melintas dari arah Banyuwangi-Surabaya, harus lebih hati-hati. Sebab, turunnya konstruksi jalan tol itu paling parah pada jalur dari arah Banyuwangi-Surabaya. Tepatnya di titik 200 KM-830.

Pantauan Jawa Pos Radar Bromo menyebutkan, amblesnya konstruksi jalan tol itu terletak di atas Sungai Muneng, Kecamatan Sumberasih. Tepatnya di atas fondasi jembatan jalan tol Paspro.

Kondisi itu terjadi sejak Selasa (25/2) malam. Dan Rabu (26/2), pihak penanggung jawab jalan tol Paspro memasang garis kuning dan memberikan rambu khusus.

Pihak tol hanya memperbolehkan kendaraan melintas di jalur kanan. Sedangkan sisi tengah dan kiri ditutup total. Meski demikian, kendaraan yang melintas di jalur kanan akan merasakan goncangan cukup keras. Apalagi, saat kendaraan melaju dengan kecepatan tinggi.

Akibat jalan yang ambles itu, terjadi keretakan pada konstruksi aspal jalan tol. tepatnya di ruas sisi kiri dan tengah dari arah Banyuwangi-Surabaya serta median jalan dan pembatas tepi jalan tol juga merenggang.

Sukiran, manajer operasional PT Trans Jawa Tol Paspro membantah jalan tol ambles. Menurutnya, yang terjadi yaitu turunnya plat injak para konstruksi jalan tol. Plat injak adalah konstruksi beton pada jalan pendekat di ujung bibir jembatan (oprit) yang berada sebelum konstruksi utama jembatan.

Dilanjutkan Sukiran, pihaknya sudah turun ke lokasi dan mengamankan titik jalan tol yang pelat injaknya menurun. Termasuk sudah berkoordinasi dengan pihak pelaksana PT Waskita untuk penanganannya.

”Memang ada jalan tol Paspro di titik 200 KM 830 yang turun. Turunnya konstruksi jalan sekitar 14 sentimter,” katanya pada Jawa Pos Radar Bromo kemarin.

Sukiran menambahkan, titik jalan yang mengalami penurunan konstruksi itu tepat di atas Sungai Muneng. Paling parah di ruas jalan arah Banyuwangi-Surabaya. Dari arah sebaliknya juga mengalami serupa, tapi hanya turun sekitar 8 sentimeter.

Kondisi itu terjadi karena pengaruh tekanan air banjir yang terjadi Jumat-Sabtu kemarin. Sehingga, konstruksi jalan tol mengalami pergeseran atau turun.

”Kondisi jalan tol masih aman dilintasi. Kami sudah pasang garis kuning dan rambu di lokasi. Ruas jalan yang bisa dilalui jalur sisi kanan dari arah Banyuwangi – Surabaya. Sedangkan dari arah Surabaya, tidak ada pemasangan garis kuning,” terangnya.

Menurutnya, pihaknya sudah koordinasi dengan PT Waskita selaku pelaksana jalan tol Paspro. Dan hari ini akan dilakukan penanganan. Yaitu, dengan cara pengaspalan pada titik yang mengalami penurunan.

”Hari ini akan dilakukan penanganan. Untuk sementara diaspal lebih dulu,” ungkapnya. (mas/hn)