14 Desa di 5 Kecamatan Kab Pasuruan Masih Tergenang

TERJANG BANJIR: Warga melintas sambil menaiki becak di jalan kampung Dusun Kebrukan, Desa Kedawungkulon, Kecamatan Grati, Kamis (27/2/2020) siang. Banjir setinggi lebih satu meter membuat aktifitas warga setempat terganggu. (Mokhammad Zubaidillah/ Radar Bromo)

Related Post

PASURUAN, Radar Bromo – Belasan desa di Kabupaten Pasuruan masih tergenang hingga Kamis (27/2). Belasan desa itu tersebar di lima kecamatan. Namun, paling parah, ada di tiga kecamatan.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pasuruan Tectona Jati mengatakan, ada sejumlah wilayah yang masih tergenang di Kabupaten Pasuruan. “Hari ini (27/2) hampir sama dengan kemarin. Ada lima kecamatan yang masih tergenang,” katanya.

Di antaranya Desa Kedawung Kulon dan Kedawung Wetan, Kecamatan Grati; Desa Prodo, Bantaran, Karangsono, Winongan Lor, dan Winongan Kidul, Kecamatan Winongan. Lalu, Desa Selotambak dan Tambakrejo, Kecamatan Kraton.

Kemudian, Desa Kedung Ringin, Kedung Boto, dan Cangkring Malang, Kecamatan Beji. Selanjutnya, Desa Toyaning dan Sadengrejo, Kecamatan Rejoso.

“Sejak pagi kami lakukan upaya darurat dengan mendistribusikan sebanyak 2.150 nasi bungkus ke warga terdampak,” kata Tecto –panggilannya-.

EVAKUASI: Sejumlah warga dibantu tim BPBD Kabupaten Pasuruan melintas menggunakan perahu karet di jalan kampung Dusun Kebrukan, Desa Kedawungkulon, Kecamatan Grati, Kamis (27/2/2020) siang. Banjir setinggi lebih satu meter membuat aktifitas warga setempat terganggu. (Mokhammad Zubaidillah/ Radar Bromo)

Dari lima kecamatan tersebut, tiga di antaranya terdampak banjir cukup parah. Yaitu, lima desa di Kecamatan Winongan, dua desa di Kecamatan Grati, dan Desa Toyaning di Kecamatan Rejoso. “Ketinggian air masih sekitar 20 hingga 60 sentimeter. Sebagian sudah berangsur surut,” ujarnya.

Tecto menyebut, banjir yang terjadi disebabkan curah hujan yang sangat tinggi di wilayah hulu. Mulai dari Purwosari, Purwodadi, hingga Lawang dan sekitarnya.

Wakil Bupati Pasuruan KH Abdul Mujib Imron juga sempat meninjau beberapa lokasi terdampak banjir. Salah satunya di Dusun Turi, Desa Toyaning, Kecamatan Rejoso. Ia menegaskan pihaknya sudah menyiapkan dapur umum.

Di antaranya didirikan oleh Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Pasuruan dan Dinas Sosial Kabupaten Pasuruan di lokasi terdampak. Melalui dapur umum itu, relawan bertugas memasok kebutuhan makanan bagi warga terdampak genangan banjir.

Dua petani melintas sambil menuntun sepedanya di jalan kampung Dusun Kebrukan, Desa Kedawungkulon, Kecamatan Grati, Kamis (27/2/2020) siang. Banjir setinggi lebih satu meter membuat aktifitas warga setempat terganggu.(Mokhammad Zubaidillah/ Radar Bromo)

Hingga siang hari, sejumlah warga dan relawan tampak sibuk. Mereka memasak nasi dan lauk pauk lalu membungkusnya. Nasi bungkus itu kemudian dibagi-bagikan ke warga setempat.

“Yang paling penting adalah kebutuhan makanan dan minuman harus segera dipenuhi,” ungkap Gus Mujib, saat ditemui di Desa Toyaning.

Di samping itu, Gus Mujib yang didampingi Kepala BPBD Provinsi Jawa Timur Suban Wahyu Diono juga berkeliling ke sejumlah lokasi terdampak. Selain memastikan distribusi makanan, pihaknya juga membagikan makanan pendamping ASI bagi balita, serta obat-obatan.

“Kami ingin memastikan warga terdampak dalam keadaan baik-baik saja. Tidak ada korban jiwa. Mudah-mudahan Allah selalu memberi keselamatan kepada kita semua,” pungkasnya.

Di lokasi itu pula, terlihat ratusan motor berjajar di tepi jalan di dataran yang lebih tinggi dan tidak terdampak genangan. Warga sengaja memarkirkan kendaraannya sejak malam hari. Ketika kawasan tersebut dilanda hujan deras dan permukiman mulai tergenang air. (tom/hn)