alexametrics
24.7 C
Probolinggo
Thursday, 11 August 2022

Orang Tua Korban SDN Gentong Ambruk Tabur Bunga, Ini Harapannya

PASURUAN, Radar Bromo – Insiden gedung SDN Gentong ambruk sudah berlalu lebih dari setahun lalu. Namun dukanya masih terasa hingga kini.

Saat pemerintah berencana membangun gedung baru SDN Gentong, Jumat (25/12), orang tua siswi yang meninggal akibat tertimpa bangunan ambruk, mengenang peristiwa memilukan itu.

M Zubair, yang tak lain ayah Irza Almira, siswi yang meninggal akibat insiden itu mendatangi sekolahan anaknya. Bangunan yang sempat ambruk hingga menelan dua korban itu kini sudah rata dengan tanah. pemerintah membongkar bangunan itu sebelum dilakukan pembangunan gedung baru.

Sementara Zubair menabur bunga di bekas ruang kelas II B, tempat terakhir Irza Almira belajar. Berpakaian serba hitam, Zubair berjalan kaki ke sekolah dari rumahnya yang juga di Kelurahan Gentong, Kecamatan Gadingrejo.

Ia langsung menuju sudut belakang bekas kelas yang sudah dipenuhi bongkahan batu bata. Di sanalah, kata Zubair, tempat duduk anaknya selama mengikuti kegiatan belajar mengajar. Ia tak kuasa menahan air mata ketika menaburkan bunga.

Tangisnya pecah ketika mendapati beberapa barang yang diyakini milik anaknya. Antara lain sebuah tas dokumen warna hijau bertuliskan nama Mira, sepasang sandal berwarna merah muda, dan kotak bekal anaknya sekolah.

“Ini barang-barang anak saya. Saya masih ingat dulu saya belikan tas warna kuning, anaknya nggak mau, minta warna hijau,” kenang Zubair dengan mata berkaca-kaca.

Dia masih terngiang peristiwa memilukan yang menimpa anaknya. Meski begitu, Zubair mengaku sudah ikhlas dengan kepergian Mira.

Zubair berharap tidak ada lagi peristiwa serupa ke depannya. Dia juga berharap pembangunan gedung baru nanti lebih baik dan kokoh. “Semoga tidak terjadi lagi. Cukup anak saya yang jadi korban,” katanya.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pasuruan Mualif Arif mengatakan, gedung yang terdiri atas empat ruang kelas itu memang dibongkar. Sebab, pemerintah akan segera membangun gedung baru yang terdiri atas delapan kelas dengan model dua lantai.

Pembangunan gedung baru sendiri akan ditangani oleh Kementerian PUPR melalui Balai Prasarana Permukiman Wilayah Jawa Timur. Pemerintah pusat telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp 2,7 miliar untuk merealisasikan gedung baru itu. “Gedung yang akan dibangun nanti terdiri atas delapan ruang kelas. Dengan model bangunan dua lantai,” tandas Ayik.

Diketahui, ambruknya gedung SDN Gentong terjadi Selasa, 5 November 2019. Selain Irza Almira, korban meninggal lainnya yakni Sevina Arsy Putri Wijaya, pegawai tidak tetap (PTT) di SDN Gentong, asal Kelurahan Mandaranrejo, Kecamatan Panggungrejo. (tom/mie)

PASURUAN, Radar Bromo – Insiden gedung SDN Gentong ambruk sudah berlalu lebih dari setahun lalu. Namun dukanya masih terasa hingga kini.

Saat pemerintah berencana membangun gedung baru SDN Gentong, Jumat (25/12), orang tua siswi yang meninggal akibat tertimpa bangunan ambruk, mengenang peristiwa memilukan itu.

M Zubair, yang tak lain ayah Irza Almira, siswi yang meninggal akibat insiden itu mendatangi sekolahan anaknya. Bangunan yang sempat ambruk hingga menelan dua korban itu kini sudah rata dengan tanah. pemerintah membongkar bangunan itu sebelum dilakukan pembangunan gedung baru.

Sementara Zubair menabur bunga di bekas ruang kelas II B, tempat terakhir Irza Almira belajar. Berpakaian serba hitam, Zubair berjalan kaki ke sekolah dari rumahnya yang juga di Kelurahan Gentong, Kecamatan Gadingrejo.

Ia langsung menuju sudut belakang bekas kelas yang sudah dipenuhi bongkahan batu bata. Di sanalah, kata Zubair, tempat duduk anaknya selama mengikuti kegiatan belajar mengajar. Ia tak kuasa menahan air mata ketika menaburkan bunga.

Tangisnya pecah ketika mendapati beberapa barang yang diyakini milik anaknya. Antara lain sebuah tas dokumen warna hijau bertuliskan nama Mira, sepasang sandal berwarna merah muda, dan kotak bekal anaknya sekolah.

“Ini barang-barang anak saya. Saya masih ingat dulu saya belikan tas warna kuning, anaknya nggak mau, minta warna hijau,” kenang Zubair dengan mata berkaca-kaca.

Dia masih terngiang peristiwa memilukan yang menimpa anaknya. Meski begitu, Zubair mengaku sudah ikhlas dengan kepergian Mira.

Zubair berharap tidak ada lagi peristiwa serupa ke depannya. Dia juga berharap pembangunan gedung baru nanti lebih baik dan kokoh. “Semoga tidak terjadi lagi. Cukup anak saya yang jadi korban,” katanya.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pasuruan Mualif Arif mengatakan, gedung yang terdiri atas empat ruang kelas itu memang dibongkar. Sebab, pemerintah akan segera membangun gedung baru yang terdiri atas delapan kelas dengan model dua lantai.

Pembangunan gedung baru sendiri akan ditangani oleh Kementerian PUPR melalui Balai Prasarana Permukiman Wilayah Jawa Timur. Pemerintah pusat telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp 2,7 miliar untuk merealisasikan gedung baru itu. “Gedung yang akan dibangun nanti terdiri atas delapan ruang kelas. Dengan model bangunan dua lantai,” tandas Ayik.

Diketahui, ambruknya gedung SDN Gentong terjadi Selasa, 5 November 2019. Selain Irza Almira, korban meninggal lainnya yakni Sevina Arsy Putri Wijaya, pegawai tidak tetap (PTT) di SDN Gentong, asal Kelurahan Mandaranrejo, Kecamatan Panggungrejo. (tom/mie)

MOST READ

BERITA TERBARU

/