alexametrics
26.2 C
Probolinggo
Thursday, 3 December 2020

Lapor “Dikerjai” Pengasuh Ponpes, Modus Diajak Belajar-Dinikahi Siri

KRAKSAAN – AS, 20, Santriwati salah satu pondok pesantren di Kecamatan Krejengan, Kabupaten Probolinggo, Minggu siang (26/8) mendatangi SPK Polres Probolinggo. Dengan kondisi lemah dan didampingi keluarganya asal Kraksaan, ia mengaku telah “dikerjai” pengasuh ponpesnya.

Dari pantauan Jawa Pos Radar Bromo, AS dan keluarganya mendatangi SPK Polres sekitar pukul 12.15. Saat datang ke Polres, kondisinya lemah. Ia pun harus dibopong menggunakan kursi roda milik SPK Polres.

Di dalam ruang SPK, korban yang lulusan MA itu diminta untuk menceritakan kronologis aksi asusia itu. Ia mengaku, dugaan pemerkosaan itu terjadi di salah satu Hotel wilayah Pasir Putih Kabupaten Situbondo. Korban AS menceritakan, dirinya sudah 2 tahun mondok di Ponpes tersebut. Sekitar seminggu lalu dirinya memutuskan untuk berhenti mondok.

Orang tua AS, lantas bercerita pada pengasuh ponpes tersebut. Alasan AS berhenti, adalah soal biaya. Dari situ, sang pengasuh lantas menawarkan untuk mengajari sendiri AS. “Saya sudah berhenti sebenarnya, tapi dia (sang pengasuh) menawarkan sendiri untuk mengajari langsung,” katanya pada Jawa Pos Radar Bromo.

Hingga akhirnya Sabtu pagi (25/8) dirinya dijemput ke rumah. Kemudian menggunakan mobil menuju ke toko bapaknya usaha di Makam Pahlawan Kota Kraksaan. Nah saat itu, bapaknya dipanggil ke mobil dan ternyata dirinya mau dinikahi siri HS.

Dengan alasan, supaya saat belajar langsung berhadapan tidak dosa. Bahkan, HS akan memberikan mahar mas kawin. Hingga akhirnya, nikah siri pun berlangsung di dalam mobil itu juga.

“Pikiran saya waktu itu dari awal tidak ada rasa curiga. Karena menganggap dia adalah kiai pengasuh saya. Nikah siri yang disampaikan, saya pikir hanya hubungan guru dengan murid,” ungkapnya.

Setelah nikah siri itu dikatakan AS, dirinya diajak pergi naik mobil. Dipikirnya hendak diajak untuk belajar. Namun, ternyata dirinya diajak pergi jauh, entah kemana.

Dirinya sempat melihat penunjuk arah ternyata Situbondo. Hingga akhirnya berhenti di Hotel di wilayah Pasir Putih Situbondo. Lagi- lagi, dirinya tidak curiga karena menganggap HS adalah pengasuhnya.

“Ternyata saya diajak ke kamar di hotel dan kuncinya diambil. Di dalam kamar itu, saya disuruh melayani. Karena sudah nikah siri, dia (HS) bilang saya halal dan harus melayani. Saya takut dan tidak bisa berbuat apa,” ungkapnya.

Setelah sekali dipaksa melayani, diakui korban AS, dirinya pun keluar dari hotel. Nah ternyata, selang beberapa jam lagi kembali diajak ke kamar yang sama.

Tiba-tiba saat masuk ke kamar, dirinya langsung diputar dan didorong ke tempat tidur dan diminta melayani HS untuk berhubungan layaknya suami istri. “Saya sudah berusaha berontak dan melawan. Tapi saya menendang tidak bisa dan kejadian itu terulang,” tambahnya.

Hingga akhirnya dirinya pun diantar pulang kembali sekitar pukul 18.00 tiba di toko orang tuanya di Makam Pahlawan Kota Kraksaan. Dalam perjalanan pulang, sang pengasuh sempat meminta untuk tidak menceritakan kejadian di kamar hotel itu ke orang lain termasuk orang tuanya.

Namun, sesampai di rumahnya dirinya cerita pada orang tuanya. Karena apa yang terjadi membuat dirinya ketakutan dan shock.

“Pas pulang saya dilarang cerita ke orang tua. Tapi saya takut hamil dan cerita,” ujarnya.

Kasat Reskrim Polres Probolinggo, AKP Riyanto saat dikonfirmasi mengatakan, petugas SPK telah menerima kedatangan korban dan keluarganya. “Kami arahkan ke Polres Situbondo. Karena TKP nya masuk Situbondo,” terangnya. (mas/mie)

- Advertisement -
- Advertisement -

MOST READ

Siswi SDN di Kraksaan Lolos dari Penculikan, Ini Ciri-Ciri Pelaku

KRAKSAAN, Radar Bromo - Niat Cld, 13, berangkat sekolah, Rabu (12/2) pagi berubah menjadi kisah menegangkan. Siswi SDN Kandangjati Kulon 1, Kraksaan, Kabupaten Probolinggo,...

Mau Ke Tretes, Muda-mudi Asal Gempol Tertabrak Truk Tangki di Candiwates, Penumpangnya Tewas

PRIGEN – Nasib sial dialami pasangan muda-mudi ini. Minggu siang (20/1) keduanya terlibat kecelakaan saat hendak menuju Tretes, Akibatnya, satu orang tewas dan satu...

Siswa MI di Pandaan Tewas Gantung Diri, Diduga usai Smartphonenya Disembunyikan Orang Tua

PANDAAN, Radar Bromo – Tragis nian cara AA, 11, mengakhiri hidupnya. Pelajar di Desa Banjarkejen, Kecamatan Pandaan ini, ditemukan tewas, Minggu (17/11) pagi. Dia...

Geger Mayat Wanita di Pantai Pasir Panjang-Lekok, Kondisinya Terikat Tali dan Dikaitkan Batu

LEKOK, Radar Bromo - Temuan mayat dengan kondisi terikat, kembali menggegerkan warga. Rabu (18/9) pagi, mayat perempuan tanpa identitas ditemukan mengapung di Pantai Pasir...

BERITA TERBARU

PNS Pemkab Pasuruan Kendat, Pernah Ajak Istri Minum Baygon

Peristiwa nahas ini diketahui pertama kali oleh istri korban sekitar pukul 07.30.

Diduga Ngantuk, Pasutri Tabrak Truk Parkir di Kraton, Suami Tewas

Siang itu pasutri itu dari Polres Pasuruan untuk mengurus SKCK dan berencana pulang

Kemenhub Minta Tambah Penguji di Balai Uji Kir Kraksaan

Balai Uji Kir Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Probolinggo, mendapatkan catatan dari tim akreditasi Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI.

Ratusan Petani di Kota Probolinggo Terancam Tak Dapat Pupuk Subsidi

Sebab, mereka tidak terdaftar dalam elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (e-RDKK).

KONI Kab Pasuruan Digerojok Rp 5,4 M

Prestasi dunia olahraga di Kabupaten Pasuruan harus lebih baik tahun depan.