Pembobol ATM Diduga Pelaku Lintas Daerah, Lakukan Ini Sebelum Beraksi

KADEMANGAN – Dua pelaku pembobol ATM di Jalan Soekarno-Hatta di samping Eratex, rupanya sudah menyiapkan segalanya sebelum beraksi. Aksinya juga diduga dilakukan lintas daerah. Pasalnya, salah satu pelaku diketahui berasal dari Tangerang. Saat beraksi di Probolinggo, mereka juga mengendarai mobil secara bersama-sama.

DIDUGA BANYAK TEMPAT: Uang yang diamankan dari dua pelaku. Uang tersebut disinyalir berasal dari banyak ATM. (BNI for Jawa Pos Radar Bromo)

Sebelum beraksi, para pelaku juga merancang dengan seksama. Hal ini juga diperkirakan oleh Kepala Cabang BNI Kota Probolinggo Sriwiyajani. Dia menerangkan, pembobolan itu disinyalir sudah direncanakan sejak lama.

Ini berkaca lantaran dua hari sebelum kejadian yakni pada Kamis (23/5) lalu, petugas menaruh kecurigaan. Pasalnya, ATM BNI yang berada di lokasi, memasang tanda “ATM Rusak”. Padahal di mesin ATM itu, sejatinya tidak ada masalah.

Namun ada orang yang tak bertanggung jawab memasang tanda “ATM Rusak” di pintu kaca luar dan juga di dalam. Bahkan, kamera CCTV ditutup. Sehingga bagi yang hendak ke ATM seolah diarahkan ke mesin ATM Mandiri yang berada di sebelahnya.

“Jadi sebetulnya yang menjadi sasaran bukan hanya kami (BNI). Namun juga mesin ATM Bank Mandiri yang bersebelahan dengan mesin kami,” tambahnya.

Namun saban harinya ada petugas patroli untuk pengamanan berlapis yang dilakukan, baik oleh pihak bank sendiri dan juga dari pihak vendor yakni PT SSI. Sehingga pada saat patroli itu diketahui jika ada yang memasang tanda rusak pada mesin ATM yang tidak bermasalah.

“Saat itu sudah kami lepas semua tanda ‘ATM Rusak’ yang dipasang oleh orang yang tidak bertanggung jawab itu. Termasuk penutup kamera CCTV,” imbuhnya.

Ternyata, itu baru awal dari modus pelaku. Sebab saat PT SSI melakukan patroli, perusahaan vendor penyuplai uang di mesin ATM, mencurigai adanya ketidakberesan pada Sabtu (25/5) dini hari. Pasalnya sistemnya nyandat. Kadang online, offline, dan online lagi. Sehingga dilakukan pengecekan dengan petugas kepolisian. Dan alhasil ditemukan adanya dua pelaku yang sedang membobol ATM.

Disinggung mengenai uang Rp 20 Juta yang diamankan sebagai bukti, perempuan yang akrab disapa Sri itu belum menjelaskan secara terperinci. Apakah uang tersebut diambil dari ATM tersebut atau tidak.

“Untuk uang Rp 20 juta itu kan dibawa sebagai bukti. Nah kami tidak tahu apakah uang itu dari ATM kami atau bahkan kumpulan dari sejumlah ATM yang telah dibobol juga. Yang jelas untuk mesin ATM kami baru kali pertama ini dibobol. Sebab sistem keamanan yang kami miliki berlapis. Terbukti pelakunya tertangkap,” tambahnya.

Terakhir Sri menerangkan bahwa maraknya tidnak kriminal meningkat lantaran pasca keluarnya THR kariyawan. “Kami menyadari bahwa jelang hari raya dan pasca pembayaran THR karyawan oleh perusahaan, berimbas pada naiknya kriminalitas. Sehingga kami tingkatkan kewaspadaan dan patroli keamanan dan hasilnya kami berhasil menangkap komplotan terduga pembobol ATM,” pungkasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, dua dari pelaku mencoba membobol mesin ATM milik BNI di Jalan Soekarno-Hatta disamping PT Eratex, Sabtu dini hari (25/5). Sebelum membawa kabur duit puluhan juta yang sejatinya sudah berhasil diambil dari mesin ATM. Namun sebelum mereka kabur, petugas sekuriti bank bersama kepolisian, berhasil menangkapnya. Salah satunya adalah Susilo Hadi Hermansyah, 54, asal Tangerang. (rpd/fun)