Jangan Ngeyel Nekat Keluyuran, Polisi Bisa Pidanakan Warga Pakai UU Ini

PAJARAKAN, Radar Bromo – Polres Probolinggo turut andil dalam mencegah penyebaran Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) di wilayah hukumnya. Beberapa kali Korps Bhayangkara melakukan pembubaran masyarakat yang tengah berkumpul di luar rumah, di tengah pandemi Covid-19.

Sejauh ini Polres Probolinggo masih menerapkan imbauan dan belum sampai ke penindakan. Jika masyarakat tetap membandel, kepolisian bisa memakai undang-undang maupun aturan, yang di dalamnya berisi tindakan pidana. Apalagi ada beberapa UU maupun di KUHP, yang bisa dipakai kepolisian untuk bertindak tegas.

Cara ini ke depan bisa digunakan apabila masyarakat yang ngeyel keluar rumah di tengah pandemi ini. Hal itu tak lain menjalankan instruksi pemerintah daerah dan pusat. Itu, juga dilakukan oleh polisi di seluruh negara kesatuan republik Indonesia (NKRI).

Kapolres Probolinggo AKBP Ferdy Irawan melalui Wakapolres, Kompol Agung Setyono mengatakan, pemerintah tak main-main dalam upaya pencegahan penyebaran Covid-19. Selain memberlakukan pembubaran dan juga melakukan pelarangan kegiatan berkumpulnya masyarakat ada sanksi pidana bagi mereka yang ngeyel.

Menurut Agung, sapaan akrab Wakapolres, tindakan tegas itu akan diambil demi kemaslahatan semua masyarakat. Apalagi, sudah diatur dalam undang-undang.

“Sudah diatur dalam undang undang. Itu digunakan untuk menjerat warga yang tidak mengindahkan peraturan dari pemerintah dan maklumat dari Kapolri,” katanya.

Ia menjelaskan, bagi masyarakat yang ngeyel tersebut bisa dijerat pasal 212, 216, 218, KUHP dengan ancaman hukuman 1 tahun dan denda Rp 1 juta. Juga UU No. 4 tahun 1984 dan Pasal 14 ayat 1, ayat 2, tentang wabah penyakit, dengan ancaman 1 tahun kurungan penjara dan denda 1 juta.

Selanjutnya, UU no 6 tahun 2018 pasal 59 dan 93 tentang Karantina Kesehatan dengan ancaman hukuman 1 tahun dan denda Rp 100 juta.

“Semata-mata demi keselamatan diri masyarakat Kabupaten Probolinggo selama masa darurat wabah Covid-19. Kami harap, masyarakat bisa menahan diri untuk sementara waktu,” jelasnya. (sid/fun)