alexametrics
26 C
Probolinggo
Wednesday, 2 December 2020

Pencarian Hari Ketiga, Tak Temukan Tanda Kapal Tenggelam

MAYANGAN – Tiga hari pencarian terhadap tujuh nelayan Kapal Cahaya Bahari Jaya, asal Kelurahan/Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo, dilakukan. Namun hingga Rabu (24/10), pencarian itu belum membuahkan hasil.

Penyisiran di hari ketiga itu, dilakukan hingga 8 mil dari bibir pantai di perairan Kecamatan Paiton. Mulai pukul 10.00-11.30. Hasilnya masih nihil. Bahkan, Polair menyebut tak menemukan tanda-tanda adanya kapal tenggelam.

Kasat Polair Polres Probolinggo AKP Slamet Prayitno memimpin langsung pencarian tujuh nelayan asal Kelurahan/Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo itu. Bersama enam anggotanya, Slamet juga saling bertukar informasi dengan nelayan yang sedang melaut. Harapannya, ada informasi tentang tujuh nelayan yang masih misterius tersebut.

Slamet juga mengimbau para nelayan yang sedang mencari ikan jika menemukan atau mendengar kabar adanya jenazah atau petunjuk lainnya mengenai kapal hilang itu, untuk segera menghubungi pihaknya.

“Penyisiran hari ketiga ini kami lakukan sekitar 8 mil dari pantai. Harapannya bisa menemukan tanda-tanda adanya kapal tenggelam,” ujarnya.

Namun, hingga sekitar pukul 11.30, pasukan tidak menemukan tanda-tanda adanya kapal tenggelam. Sehingga, mereka kembali ke daratan. “Sampai saat ini (Rabu) belum kami temukan adanya tanda-tanda kapal tenggelam. Penelusuran kami hentikan dan akan dilanjutkan besok,” ujarnya.

Slamet mengatakan, idealnya ada tanda-tandanya jika ada kapal tenggelam. Seperti, dari bahan bakar mesin kapal, barang-barang, seperti tutup boks ikan atau yang lainnya. Sampai Rabu, tiada satu pun tanda-tanda tersebut.

Termasuk, di perairan Madura. “Kalau dugaan lainnya kami belum bisa mengira-ngira. Yang jelas hasil dari penelusuran tidak ditemukan adanya tanda-tanda kapal tenggelam,” jelasnya.

Selain itu, Polair menemukan nelayan yang menangkap ikan di alur keluar-masuk Pelabuhan Tanjung Tembaga. Karenanya, mereka diminta pindah karena menangkap ikan di jalur ini berbahaya.

“Menangkap ikan di pintu keluar-masuknya kapal sangat berbahaya, karenanya kami minta mereka pindah. Kami juga meminta mereka tetap menjaga keamanan, minimal menggunakan pelampung,” ujar Slamet.

Diketahui, 8 nelayan asal Kelurahan/Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo, hilang kontak Sabtu (20/10) di sekitar perairan Paiton, Kabupaten Probolinggo.

Sehari setelahnya, seorang ABK ditemukan meninggal dunia di perairan Pamekasan, Madura, yakni Rohim.

Sedangkan ketujuh lainnya, yakni Windi, Wahyu, Samsul, Iwan, Giman, Marwan, dan Tomi belum ditemukan. Petugas terus melakukan penyisiran di perairan untuk mencari mereka. (rpd/rud/mie)

- Advertisement -
- Advertisement -

MOST READ

Siswi SDN di Kraksaan Lolos dari Penculikan, Ini Ciri-Ciri Pelaku

KRAKSAAN, Radar Bromo - Niat Cld, 13, berangkat sekolah, Rabu (12/2) pagi berubah menjadi kisah menegangkan. Siswi SDN Kandangjati Kulon 1, Kraksaan, Kabupaten Probolinggo,...

Mau Ke Tretes, Muda-mudi Asal Gempol Tertabrak Truk Tangki di Candiwates, Penumpangnya Tewas

PRIGEN – Nasib sial dialami pasangan muda-mudi ini. Minggu siang (20/1) keduanya terlibat kecelakaan saat hendak menuju Tretes, Akibatnya, satu orang tewas dan satu...

Siswa MI di Pandaan Tewas Gantung Diri, Diduga usai Smartphonenya Disembunyikan Orang Tua

PANDAAN, Radar Bromo – Tragis nian cara AA, 11, mengakhiri hidupnya. Pelajar di Desa Banjarkejen, Kecamatan Pandaan ini, ditemukan tewas, Minggu (17/11) pagi. Dia...

Geger Mayat Wanita di Pantai Pasir Panjang-Lekok, Kondisinya Terikat Tali dan Dikaitkan Batu

LEKOK, Radar Bromo - Temuan mayat dengan kondisi terikat, kembali menggegerkan warga. Rabu (18/9) pagi, mayat perempuan tanpa identitas ditemukan mengapung di Pantai Pasir...

BERITA TERBARU

Kapolresta Pasuruan: Anggota Polri Harus Netral

Polres meminta agar seluruh anggota Polri yang terlibat ikut menyukseskan agenda lima tahunan itu.

Pekan Ini KPU Distribusikan APD-Logistik Pilwali

Persiapan menyambut agenda Pilwali Pasuruan pada 9 Desember mendatang terus dimatangkan.

Alat Bantu Pernapasan Dilepas, Kondisi Wawali Subri Membaik

Setelah menjalani sejumlah perawatan di RS dr Soetomo Surabaya, kondisi Wakil Wali Kota Probolinggo, Moch Soufis Subri saat ini kian membaik.

Giliran Temukan Pintu Besi Bermotif Bunga di Goa Jepang

Temuan penting kembali didapati tim ekskavasi di Goa Jepang di Desa Watukosek, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan.

Total Ada 1.638 Pasien Positif di Kab Probolinggo, yang Sembuh 1.430

Wajar saja jika Satgas di Kabupaten Probolinggo menggencarkan operasi yustisi. Sebab, jumlah penambahan orang terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Probolinggo kembali meningkat.