Radar Bromo

Gigi Bawah Tanggal Separo, Diduga Jenazah Nakhoda Kapal yang Hilang

MAYANGAN-Kamis pagi (25/10), nelayan Pamekasan telah menemukan tiga jenazah di perairan setempat. Diduga kuat, ketiga jenazah itu adalah nelayan Mayangan, Kota Probolinggo yang hilang saat melaut dengan kapal motor (KM)

Dua jenazah sudah teridentifikasi. Yakni Iwan Sugianto dan Abu Yazid Bustomi alias Tomi. Jenazah Iwan itu dikenali lewat kalung yang dikenakan. Sementara jenazah tato di lengan kanannya.

Jenazah Iwan dan Tomi sendiri langsung dipulangkan lewat jalur darat usai dibawa ke RSUD Slamet Martodirdjo, Pamekasan. Diperkirakan, jenazah keduanya diperkirakan sampai di Kota Probolinggo Kamis malam (25/10).

Sementara, satu jenazah yang ditemukan di kepulauan Mandangin, dipulangkan ke Kota Probolinggo lewat jalur laut. Jenazah yang identitasnya belum diketahui pasti itu, sampai di pelabuhan Tanjung Tembaga, sekitar pukul 14.00.

Saat tiba di Kota Probolinggo, isak tangis langsung pecah. Sejumlah keluarga nelayan KM Cahya Bahari Jaya tak kuasa menangis.

Setelah diidentifikasi petugas diketahui, jenazah itu memiliki ciri, gigi bagian bawah kanan tanggal separo. Alias patah setengahnya.

“Dari ciri-ciri itu, dugaan mengarah ke Windi,” ujar AKP Slamet Pujianto, Kasatpolairud Polres Probolinggo. Windi merupakan sang nakhoda kapal. Namun itu masih sebatas dugaan. Sebab, orang tua korban masih shock dan belum melihat jenazah korban.

Diketahui, 8 nelayan asal Kelurahan/Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo, hilang kontak Sabtu (20/10) di sekitar perairan Paiton, Kabupaten Probolinggo.

Sehari setelahnya, seorang ABK ditemukan meninggal dunia di perairan Pamekasan, Madura, yakni Rohim. Petugas terus melakukan penyisiran di perairan untuk mencari mereka. (rpd/mie)