alexametrics
23 C
Probolinggo
Tuesday, 2 March 2021
Desktop_AP_Top Banner

Misbakhun: Koalisi Golkar-PKB 99,9%, Gus Ipul-Adi Wibowo Menguat

Mobile_AP_Top Banner
Desktop_AP_Leaderboard 1

PANGGUNGREJO, Radar Bromo–Peluang terjalinnya kembali koalisi Partai Kebangitan Bangsa (PKB) dengan Partai Golkar pada Pilwali Pasuruan 2020 terbuka lebar. Kedua parpol itu saat ini bahkan sudah menyiapkan figur-figur yang bakal diusung.

Dari kasak-kusuk yang beredar, sosok mantan Wakil Gubernur Jawa Timur 2 periode, M Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, bakal disandingkan dengan Adi Wibowo. Yaitu kader Partai Golkar.

Tokoh Partai Golkar Mukhamad Misbakhun mengakui, selama ini komunikasi politik Partai Golkar dengan PKB sudah terjalin sangat baik. Tidak hanya komunikasi sejajar. Bahkan juga ada komunikasi silang antar pengurus di tingkat kota, provinsi hingga pusat dari kedua parpol.

“Dan Golkar sudah mendekati final. Tinggal sedikit saja yang perlu diselesaikan. Insyaallah, Golkar akan sama-sama dengan PKB. Seperti saat mengusung Pak Hasani dan Pak Setiyono pada 2010,” ungkap Misbakhun dalam webinar bersama PWI Pasuruan, kemarin.

Dia juga mengungkapkan alasan Partai Golkar membangun koalisi besar di Pilwali 2020. Menurutnya, perolehan kursi Golkar di parlemen sebenarnya mencapai 20 persen. Sudah memenuhi syarat untuk mengusung pasangan calon tanpa koalisi.

“Tapi kami ingin ada kegotongroyongan, kebersamaan, dan perasaan persatuan di situasi pandemi ini,” ungkapnya.

Tak hanya dengan PKB, Misbakhun juga menyebut bahwa komunikasi politik dengan parpol lain juga terjalin. Seperti Partai Gerindra, PKS, PAN dan PPP. Walaupun, kata dia, tak semua komunikasi itu berjalan sebagaimana yang diharapkan.

“Tapi, saya pastikan komunikasi Golkar dengan PKB saat ini sudah 99,9 persen. Mudah-mudahan Allah meridoi dan figur yang kami usung bisa diterima oleh teman-teman parpol yang akan masuk dalam koalisi,” bebernya.

Berbicara figur, Misbakhun juga menjelaskan keinginan partainya mendorong M Nailur Rohman untuk masuk dalam arena politik. Namun, ulama yang akrab disapa Gus Amak itu memastikan dirinya tak maju dalam Pilwali 2020.

Karena itu, harus ada figur lain yang menjadi alternatif untuk diusung. Di sinilah, Misbakhun menyinggung nama Gus Ipul yang tengah ramai diperbincangkan saat ini.

“Saya sudah komunikasi intensif dengan beliau. Saya harap dengan majunya Gus Ipul di Pilwali berdampak mengangkat kembali pamor Kota Pasuruan. Partai Golkar menginginkan kader kami, mas Adi Wibowo duduk sebagai wakil beliau,” sebutnya.

Munculnya sosok Adi Wibowo belakangan ini juga bukan tanpa alasan. Menurut Misbakhun, kader Golkar yang sekarang duduk di kursi parlemen masih harus berproses dalam politik lokal. Di samping mereka yang notabene figur baru, lanjut Misbakhun, mengelola politik juga bukan hal mudah.

Sehingga dia meminta kader Golkar yang menjadi anggota DPRD Kota Pasuruan untuk menambah jam terbang, membangun jaringan, serta membangun komunikasi politik yang baik. “Supaya nanti Golkar bisa memetik mereka sebagai kader yang berpengalaman. Nah, proses ini butuh waktu, pengalaman yang tidak bisa diekstrak itu kan waktu,” ujarnya.

Sementara itu, kematangan Gus Ipul dalam berpolitik diyakini sudah tak perlu diragukan. Sebagai mantan Menteri yang juga pernah duduk di kursi Wakil Gubernur, Gus Ipul disebut sudah memiliki kapasitas kepemimpinan yang baik. (tom/mie)

Mobile_AP_Rectangle 1

PANGGUNGREJO, Radar Bromo–Peluang terjalinnya kembali koalisi Partai Kebangitan Bangsa (PKB) dengan Partai Golkar pada Pilwali Pasuruan 2020 terbuka lebar. Kedua parpol itu saat ini bahkan sudah menyiapkan figur-figur yang bakal diusung.

Dari kasak-kusuk yang beredar, sosok mantan Wakil Gubernur Jawa Timur 2 periode, M Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, bakal disandingkan dengan Adi Wibowo. Yaitu kader Partai Golkar.

Tokoh Partai Golkar Mukhamad Misbakhun mengakui, selama ini komunikasi politik Partai Golkar dengan PKB sudah terjalin sangat baik. Tidak hanya komunikasi sejajar. Bahkan juga ada komunikasi silang antar pengurus di tingkat kota, provinsi hingga pusat dari kedua parpol.

Mobile_AP_Half Page

“Dan Golkar sudah mendekati final. Tinggal sedikit saja yang perlu diselesaikan. Insyaallah, Golkar akan sama-sama dengan PKB. Seperti saat mengusung Pak Hasani dan Pak Setiyono pada 2010,” ungkap Misbakhun dalam webinar bersama PWI Pasuruan, kemarin.

Dia juga mengungkapkan alasan Partai Golkar membangun koalisi besar di Pilwali 2020. Menurutnya, perolehan kursi Golkar di parlemen sebenarnya mencapai 20 persen. Sudah memenuhi syarat untuk mengusung pasangan calon tanpa koalisi.

“Tapi kami ingin ada kegotongroyongan, kebersamaan, dan perasaan persatuan di situasi pandemi ini,” ungkapnya.

Tak hanya dengan PKB, Misbakhun juga menyebut bahwa komunikasi politik dengan parpol lain juga terjalin. Seperti Partai Gerindra, PKS, PAN dan PPP. Walaupun, kata dia, tak semua komunikasi itu berjalan sebagaimana yang diharapkan.

“Tapi, saya pastikan komunikasi Golkar dengan PKB saat ini sudah 99,9 persen. Mudah-mudahan Allah meridoi dan figur yang kami usung bisa diterima oleh teman-teman parpol yang akan masuk dalam koalisi,” bebernya.

Berbicara figur, Misbakhun juga menjelaskan keinginan partainya mendorong M Nailur Rohman untuk masuk dalam arena politik. Namun, ulama yang akrab disapa Gus Amak itu memastikan dirinya tak maju dalam Pilwali 2020.

Karena itu, harus ada figur lain yang menjadi alternatif untuk diusung. Di sinilah, Misbakhun menyinggung nama Gus Ipul yang tengah ramai diperbincangkan saat ini.

“Saya sudah komunikasi intensif dengan beliau. Saya harap dengan majunya Gus Ipul di Pilwali berdampak mengangkat kembali pamor Kota Pasuruan. Partai Golkar menginginkan kader kami, mas Adi Wibowo duduk sebagai wakil beliau,” sebutnya.

Munculnya sosok Adi Wibowo belakangan ini juga bukan tanpa alasan. Menurut Misbakhun, kader Golkar yang sekarang duduk di kursi parlemen masih harus berproses dalam politik lokal. Di samping mereka yang notabene figur baru, lanjut Misbakhun, mengelola politik juga bukan hal mudah.

Sehingga dia meminta kader Golkar yang menjadi anggota DPRD Kota Pasuruan untuk menambah jam terbang, membangun jaringan, serta membangun komunikasi politik yang baik. “Supaya nanti Golkar bisa memetik mereka sebagai kader yang berpengalaman. Nah, proses ini butuh waktu, pengalaman yang tidak bisa diekstrak itu kan waktu,” ujarnya.

Sementara itu, kematangan Gus Ipul dalam berpolitik diyakini sudah tak perlu diragukan. Sebagai mantan Menteri yang juga pernah duduk di kursi Wakil Gubernur, Gus Ipul disebut sudah memiliki kapasitas kepemimpinan yang baik. (tom/mie)

Mobile_AP_Rectangle 2
Desktop_AP_Skyscraper
Desktop_AP_Leaderboard 2
Desktop_AP_Half Page

MOST READ

Desktop_AP_Rectangle 1

BERITA TERBARU

Desktop_AP_Rectangle 2