10 Lebih Pemudik di Kab Probolinggo Reaktif saat Rapid Test

KRAKSAAN, Radar Bromo – Jumlah pemudik yang reaktif rapid test dari klaster Magetan, terus bertambah. Saat ini ditemukan 10 pemudik yang reaktif rapid test di Kabupaten Probolinggo. Mereka rata-rata dari klaster Magetan.

Berdasarkan data yang dihimpun Jawa Pos Radar Bromo, pemudik yang diisolasi sebanyak 1.729 orang. Dan 164 orang di antaranya sudah boleh pulang.

Dari jumlah itu, sebanyak 181 pemudik yang dikarantina di Kabupaten Probolinggo telah selesai di-rapid test. Hasilnya, 164 dinyatakan negatif. Dan 10 lebih dinyatakan reaktif.

Ketua Check Point Ugas Irwanto mengatakan, pemudik yang telah dipulangkan sudah melakukan semua tahapan yang ditentukan pemkab. Mulai isolasi hingga rapid test ketika masa isolasi telah mencapai 14 hari.

“Tahap terakhir adalah rapid test. Jadi, setelah karantina, para pemudik itu rapid test terlebih dulu. Jika hasilnya negatif, maka diperbolehkan pulang,” katanya.

Namun, jika hasilnya reaktif, akan diproses lebih lanjut. Mereka yang reaktif, masa karantinanya diperpanjang sembari dilakukan tes swab. Tempat karantina pun, berbeda dengan yang semula. Mereka dikarantina di tempat rumah pengawasan. “Untuk lebih lanjut hasilnya bisa ke Jubir Gugus Tugas,” katanya.

Sementara itu, Jubir Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Probolinggo Anang Budy Yoelijanto menjelaskan, sementara ini ada sepuluh lebih pemudik yang hasilnya reaktif rapid test.

Mereka rata-rata adalah klaster Magetan. Saat ini semuanya telah diisolasi di rumah pengawasan.

“Ada yang reaktif. Bukan positif lho ya. Perlu diingat untuk positif yang menetukan hasil swab. Kalau rapid itu hasilnya reaktif,” katanya.

Saat ditanya jumlah pastinya, Anang mengaku masih akan mengecek ke petugas yang menangani. Namun, untuk sementara yang reaktif jumlahnya sepuluh lebih. Dan kesemuanya telah dilakukan tes swab. “Kami masih menunggu hasil swab. Yang reaktif semuanya sudah di-swab. Hasilnya minggu depan akan keluar,” ungkapnya.

Begitu juga pasien positif, mereka yang telah menjalani isolasi 14 hari. Saat ini mereka telah dipindah dari rumah sakit ke rumah pengawasan.

“Ini sama dengan pemudik. Masih menunggu swab kedua. Hasilnya minggu depan. Kalau negatif maka kami pulangkan,” ungkapnya. (sid/hn/mie)