Ulama di Pasuruan Sepakat Larang Kegiatan Keagamaan

PASURUAN, Radar Bromo – Pemkab Pasuruan mulai membatasi kegiatan masyarakat yang melibatkan banyak orang. Bahkan di Kabupaten Pasuruan, pemkab melarang semua kegiatan keagamaan sampai situasi aman kembali.

Keputusan ini diambil bersama tokoh agama, ulama, dan pondok pesantren di Kabupaten Pasuruan, Selasa (24/3). Mulai Pondok Pesanten Sidogiri, Kiai Sholeh dari Ponpes Ngalah, KH. Imron Mutamakkin dari Pondok Besuk, dan Habib Taufiq Assegaf.

Wakil Bupati Pasuruan Mujib Imron mengatakan, pertemuan kemarin juga mengundang pemuka agama dari agama Kristen, Katolik, sampai Hindu. Dan semua sepakat melarang kegiatan keagamaan.

“Setelah pertemuan, semua sepakat dan meminta agar bupati segera membuat instruksi larangan untuk kegiatan keagamaan yang mendatangkan massa,” terangnya.

Instruksi ini nantinya bukan hanya berupa imbauan dan harapan, tapi sudah sampai tingkat larangan. Hal ini sesuai dengan instruksi Presiden dan diperkokoh oleh Maklumat Kapolri agar masyarakat menahan diri dan membatalkan semua kegiatan yang mendatangkan massa. Mulai dari pengajian rutin, haul, sampai imtihan.

Gus Mujib juga mengucapkan terima kasih kepada ulama dan habaib yang juga datang. Karena keputusan ini datang dari hati nurani dan sepakat melarang kegiatan. Bahkan, kegiatan Haul Habib Alwi juga sudah dibatalkan.

“Tokoh-tokoh yang lain sudah sepakat yang mempunyai agenda pengajian tidak akan didatangi. Karena dalam rangka penyempitan ruang penularan virus korona. Supaya tidak ada kerumunan,” jelasnya.

Agus Sutiadji, sekretaris daerah (sekda) Kabupaten Pasuruan mengatakan, pertemuan kemarin juga untuk memberikan sosialisasi agar melarang kerumunan massa. “Apalagi biasanya menjelang Ramadan banyak kegiatan imtihan. Sementara ditiadakan dulu demi kebaikan bersama,” terangnya.

KH Imron Mutamakkin, ketua Tanfidziyah Pengurus Cabang Nahdlataul Ulama (PC NU) Kabupaten Pasuruan memastikan untuk menyosialisasikan larangan itu. Yaitu, menghentikan semua kegiatan yang mendatangkan kerumunan.

“Kemarin sudah ada sosialisasi, namun sifatnya masih imbauan. Dan sekarang kami minta naik menjadi larangan. Karena nanti berdasarkan instruksi dari bupati,” terangnya.

Beberapa hari lalu, menurutnya, masih ada kelonggaran. Namun dengan adanya maklumat Kapolri, diharapkan larangan ini sudah efektif. Dan diharapkan masyarakat juga mengikuti. Namun, tetap tidak panik, menjaga diri, tidak keluar dan tidak bertemu banyak orang, serta tetap menjaga diri tetap sehat. (eka/fun)