Istri yang Tebas Leher Suaminya di Kotaanyar Sebut Kerap Dipukul Setelah Mengaku Pernah Selingkuh

MENYESAL: Endang Sulastri yang memakai balaklava saat dirilis di Mapolres Probolinggo, Jumat (24/1) siang. Inset: Endang Sulastri yang diketahui asal Menyarik, Winongan, Kabupaten Pasuruan. (Foto M Rosyidi/Jawa Pos Radar Bromo)

Related Post

PAJARAKAN, Radar Bromo – Endang Sulastri, 34, pelaku penganiayaan di Desa Triwungan, Kecamatan Kotaanyar, terhadap suaminya akhirnya mengakui tuduhan perselingkuhannya. Pengakuan itu disampaikan wanita asal Desa Menyarik, Kecamatan Winongan, Kabupaten Pasuruan, saat kasusnya dirilis di Mapolres Probolinggo, Jumat (24/1).

Menurutnya, ia selingkuh selama tiga bulan. Dan itu, sudah diakuinya kepada sang suami. Tetapi, pengakuannya itu malah menimbulkan masalah baru. Karena sejak saat itu, dia dan suaminya kerap bertengkar.

“Saya yang selingkuh. Saya selingkuh tiga bulan. Dan kemudian saya kembali pada suami saya. Tetapi, ternyata dari itu kami sering cekcok,” kata Endang Sulastri, 34, di hadapan Kapolres Probolinggo AKBP Eddwi Kurniyanto.

Menurut Endang, perselingkuhannya itu terjadi saat ia dan suaminya yakni Isbullah Huda, 44, ngontrak di Desa Pondokkelor, Paiton. Sejak saat itu, ia dan suaminya yang berasal dari Gondangwetan, Kabupaten Pasuruan, sering berpindah-pindah lokasi kontrakan. Terakhir yaitu di Desa Triwungan. Meskipun sudah pindah dan ia kembali pada suaminya, percekcokan terus terjadi.

Suaminya terus menanyakan tentang perselingkuhan itu. Ketika ia menjawab terlambat, ia mendapatkan pukulan. Dia juga kerap diancam akan dibunuh dan dipotong-potong. Karena itulah, ia merasa tertekan dan nekat melakukan penganiayaan itu.

“Malam itu dia tidur. Tiba-tiba saya kepikiran untuk melukai, bukan membunuh,” ungkapnya.

TAK TEGA: Endang Sulastri didampingi Kapolres Probolinggo AKBP Eddwi Kurniyanto. Inset: Suami Endang Sulastri, Isbullah Huda saat mendapat perawatan usai digorok dan dihantam elpiji. (Foto M Rosyidi/Jawa Pos Radar Bromo)

 

Di halamam mapolres, dia mempraktikkan bagaimana ia melakukan aksi kejahatannya. Ia terlebih dulu mengambil tabung gas elpiji 3 kilogram. Kemudian, dihantamkannya tabung itu ke kepala suaminya berkali-kali. Sang suami yang tertidur itu hanya diam saja tak melawan. Setelah itu, kemudian ia mengambil sebilan pisau dan diayunkannya ke leher sebelah kiri, berulang kali.

Saat itu, suaminya tersadar. Tetapi tidak melawan dan hanya membalikkan badan. Selanjutnya, pelaku menggorok leher sebelah kanan. Tak berhenti sampai di situ. Dia kemudian kembali mengambil tabung elpiji 3 kilogram yang kemudian dihantamkan ke kepala korban sebanyak dua kali.

“Saat itu korban ngomong…. Sayang…Kemudian saya sadar dan berhenti melukai,” katanya.

Korban pun sempat meminta pelaku untuk tidak melaporkan kejadian itu kepada polisi. Korban meminta pelaku untuk merawatnya seorang diri. Namun, karena merasa iba terhadap korban, akhirnya Endang menyerahkan diri kepada polisi dan meminta untuk segera membawa suaminya ke rumah sakit agar mendapatkan pertolongan.

“Katanya jangan laporan. Biarkan saya saja yang merawat. Tetapi, saya tidak tega dan saya merasa sangat menyesal. Kemudian saya menyerahkan diri dan meminta pertolongan polisi untuk menyelamatkan suami saya,” tuturnya sembari meneteskan air mata.

Sementara itu, Kapolres Probolinggo menjelaskan, kejadian tersebut bermotif cemburu. Korban cemburu karena pelaku selingkuh. “Motifnya perselingkuhan. Karena perbuatannya, pelaku kami ancam dengan pasal 351 ayat 2 dengan ancaman 7 tahun penjara,” kata Eddwi.

Seperti diberitakan sebelumnya, Endang Sulastri tega menganiaya suaminya Isbullah Huda, 44. Ia merasa tertekan karena perselingkuhannya diketahui sang suami. Beruntung, aksinya itu tidak sampai menghilangkan nyawa suami yang menikahinya 20 tahun lalu itu. (sid/fun)