Trauma usai Dicabuli Teman di Kelas saat Jam Sekolah, 3 Hari Tak Masuk

GRATI–Aksi asusila di dalam kelas sekolah dasar saat jam belajar di wilayah timur Kabupaten Pasuruan memang baru dilaporkan ke polisi Selasa (22/1). Atau sehari usai insiden yang bikin orang tua miris itu terjadi.

Al (inisial), orang tua korban Mawar (nama samaran) mengaku mengetahui insiden memalukan itu pada Senin malam (21/1). Atau malam hari usai kejadian itu.

Itu setelah ia mendapat laporan dari orang tua teman anaknya. Al mengaku bak kesambar geledek saat itu. Keesokan harinya, sebelum lapor polisi, Al pun sempat mendatangi sekolah tempat anaknya belajar. Ia meminta pertanggung jawaban ke sekolah. Al tak sendiri ia bersama wali murid yang lain.

Saat itu, Kepala Sekolah (Kasek) setempat disebutkan Al mengaku teledor. Namun, kasek tidak menyampaikan alasan kenapa guru kelas tidak segera memasuki ruang kelas saat aksi asusila di kelas itu terjadi.

“Saat diminta untuk mendampingi pelaporan ke Polresta, kasek hanya mengiyakan. Tapi, nyatanya tidak datang. Bahkan, sampai hari ini (Kamis) beliau juga tidak ke rumah terkait putri saya yang sudah tiga hari tidak masuk sekolah,” ungkapnya.

Peristiwa itu membuat korban trauma. “Anak saya masih trauma. Sejak Selasa (22/1) sampai hari ini (kemarin), anak saya tidak masuk sekolah. Dia takut dengan tiga pelaku dan malu pada siswa lainnya. Makanya, saya minta agar proses hukum tetap jalan,” ungkapnya. (riz/mie)