alexametrics
29C
Probolinggo
Tuesday, 26 January 2021

Sopir Trailer Kecelakaan Maut di Purwodadi Tak Punya SIM B2, Dijadikan Tersangka

PURWODADI, Radar Bromo – Slamet Zuhdi, 48, sopir truk trailer Nopol S 9066 UU ditetapkan sebagai tersangka dalam kecelakaan yang menewaskan tujuh orang, Minggu (22/12) pagi di Purwodadi, Kabupaten Pasuruan. Slamet diduga lalai karena tidak bisa mengendalikan trailer yang disopirinya.

“Sopir trailer sudah resmi kami tetapkan sebagai tersangka dalam kecelakaan maut di Kecamatan Purwodadi ini,” ujar Kasat Lantas Polres Pasuruan AKP Bayu Halim, Senin (23/12).

Menurutnya, warga Desa/Kecamatan Baron, Kabupaten Nganjuk, itu dijerat pasal 310 ayat (4), (3), dan (2) UU Nomor 22/2009 tentang Lalu Lintas Angkutan Jalan (LLAJ). Slamet ditetapkan sebagai tersangka setelah proses pemeriksaan maraton dilakukan.

“Kami telah memeriksa saksi-saksi, juga olah TKP di lapangan. Hasilnya, kecelakaan itu disebabkan karena kelalaian sopir tak bisa mengendalikan trailernya. Sehingga, kecelakaan maut ini terjadi,” ucapnya.

Pemeriksaan secara maraton juga mengungkap fakta lain tentang Slamet. Kasat Lantas memastikan, Slamet tidak sedang dalam kondisi mengantuk saat kecelakaan terjadi.

“Fakta lain dari sopir trailer ini, kami memastikan, saat kecelakaan sopir tidak dalam keadaan mengantuk. Namun, sopir tidak memiliki SIM. Mestinya dia mengantongi SIM B2,” tegasnya.

Sementara itu, Kasat Lantas belum bisa menyebutkan secara pasti tentang kondisi fisik truk trailer saat kecelakaan. Terutama kondisi rem, yang sempat diduga blong. Menurutnya, kondisi rem harus diperiksa oleh ahli, sekaligus melibatkan forensik. Karena itu, pihaknya tak bisa gegabah menyebut dan memutuskan trailer mengalami rem blong atau tidak.

JADI TONTONAN: Pasca kejadian laka maut, warga memadati TKP di Desa Sentul, Kecamatan Purwodadi. (Foto: Rizal F. Syatori/Jawa Pos Radar Bromo)

 

“Saat ini kami hanya bisa menyebut rem truk trailer tidak maksimal. Soal rem blong nanti dulu. Tak bisa kami putuskan sekarang,” lanjutnya.

Selain itu, penyidik Unit Laka Satlantas Polres Pasuruan memeriksa kemungkinan sopir trailer mengonsumsi narkoba. Slamet menjalani tes urine. Namun, hasilnya negatif dari pemakaian narkoba.

Sebagaimana diberitakan, kecelakaan tragis terjadi di ruas jalan nasional jurusan Malang-Surabaya, Minggu (22/12). Sebuah truk trailer yang diduga mengalami rem blong, menghantam dua kendaraan. Yaitu, satu unit motor Mio Soul GT dan mobil Suzuki Karimun.

Lalu, dua kendaraan lain tertimpa backhoe yang diangkut truk trailer. Yaitu, Daihatsu Ayla dan Daihatsu Sigra.

Akibatnya, tujuh orang tewas dan sembilan lainnya luka-luka. Semua korban tewas sempat dievakuasi ke Puskesmas Purwodadi. Kemudian dibawa ke kamar mayat RSUD Bangil untuk divisum.

Sedangkan korban luka-luka, baik ringan dan berat, dilarikan ke dua rumah sakit. Masing-masing RS Prima Husada di Singosari, Kabupaten Malang dan RS Radjiman Wediodiningrat di Lawang, Kabupaten Malang.

Slamet sendiri saat kecelakaan terjadi sedang dalam perjalanan dari Singosari, Kabupaten Malang menuju ke Mojosari, Kabupaten Mojokerto. Dia bersama kernetnya, Jalil Ikrom, warga Kemanten Rejo, Kabupaten Kediri.

Jalil meninggal dalam kecelakaan itu. Sementara Slamet, selamat dan langsung diamankan ke Mapolres Pasuruan, sesaat setelah kecelakaan. (zal/hn/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU