Pembunuh Perajin Bambu di Winongan Ternyata Masih Tetangga Sendiri

DITAHAN: Tersangka Amar (foto kanan) yang kini sudah meringkuk di sel Mapolres Pasuruan. Jenazah Sudar saat masih di TKP (foto kiri). (Humas Polres Pasuruan for Jawa Pos Radar Bromo)

Related Post

BANGIL – Teka-teki siapa dalang pelemparan bondet yang menewaskan Sudar, 73, warga Dusun Tengah, Desa Sumberejo, Kecamatan Winongan, terkuak. Pelaku pembunuhan itu adalah Amar, 33, yang tak lain adalah tetangganya.

TAK TERTOLONG: Korban Sudar saat mendapat perawatan di RSUD Grati usai dibondet, 30 Oktober silam. (Dok. Jawa Pos Radar Bromo)

Amar berhasil ditangkap anggota Satreskrim Polres Pasuruan setelah melakukan penyelidikan secara mendalam. Polisi menangkap Amar, Rabu (21/11) sekitar pukul 11.00. Pelaku diamankan saat tengah melintas di wilayah Bangil.

Kasubag Humas Polres Pasuruan AKP Hardi mengungkapkan, kasus tersebut bermula dari aksi pelemparan bondet yang menimpa Sudar. Kejadian tersebut berlangsung Selasa (30/10) malam sekitar pukul 22.10. Ketika itu, suara ledakan muncul dari depan rumah korban.

Keluarga korban yang mendengar ledakan itu, melihat Sudar sudah menderita luka parah. Selanjutnya, korban dilarikan ke RSUD Grati. Namun, nyawanya tak terselamatkan.

Menurut Hardi, sebelum tewas, korban sempat mengadu kepada istrinya, Karsia dan menantunya, Zubaidah. Bahwa pelaku pelemparan bondet itu adalah Amar. “Saat keduanya keluar rumah, seusai ledakan bondet, mereka bahkan sempat melihat tersangka (Amar, Red) berdiri di samping korban,” terangnya.

Bahkan, Amar sempat bertanya kepada Karsia dan Zubaidah mengenai kondisi korban. Tersangka sempat tanya, bagian mana yang terkena bondet. Sebelum kemudian, tersangka memilih tancap gas dari lokasi kejadian.

Amar menjadi orang yang patut dicurigai, setelah korban sempat buka suara. Sebelum dilarikan ke RSUD Grati, korban memang berucap kalau pelempar bondet itu adalah tersangka, Amar. “Istri dan menantu korban sempat memeluk korban. Saat itulah, korban berucap kalau pelakunya adalah Amar,” bebernya.

Hal itulah yang kemudian membuat polisi melakukan perburuan terhadap Amar. Hingga akhirnya, Amar berhasil ditangkap saat melintas di wilayah Bangil. Saat ini proses penyidikan masih dilangsungkan. Termasuk mencari terduga tersangka lain, yang dimungkinkan terlibat. Serta, menggali motif pembunuhan tersebut. Namun, besar dugaan kalau motifnya adalah isu santet.

Atas perbuatannya itu, tersangka Amar terancam hukuman 15 tahun penjara. Ia disangkakan melanggar pasal 338 KUHP juncto pasal 354 KUHP. (one/fun)