alexametrics
26.4 C
Probolinggo
Saturday, 28 November 2020

Dari Video Syur, Terungkap Aksi Cabul PNS Bawaslu “Kerjai” Anak Tiri

PROBOLINGGO-Snm, 49, warga Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo dilaporkan ke Polres Probolinggo Kota, Minggu malam (23/9). Pria yang merupakan pegawai negeri sipil (PNS) yang berdinas di Bawaslu Kota Probolinggo itu diduga melakukan perbuatan asusila.

Ironisnya, korbannya adalah anak tirinya sendiri sebut saja Melati (nama samaran) yang masih berusia sekitar 16 tahun. Yang melaporkan adalah seorang anggota Koramil Sukapura berinisial Dd yang juga paman korban. Ia melapor ke polisi bersama TS, ayah korban.

Dd saat ditemui Radar bromo menceritakan, kasus asusila yang dialami keponakannya terungkap usai video dan foto syur sang keponakan beredar di whatsapp sejumlah teman keponakannya.

“Jadi, pertama saya menemukan foto bugil mirip keponakan saya itu bersama dengan seorang pria yang mirip ayah tirinya. Selanjutnya, saya tanyakan kepada yang bersangkutan. Ketika saya tanyakan, keponakan saya itu mengakui bahwa itu memang dirinya,” ujar Dd.

Mendapat pengakuan tersebut, emosi Dd langsung memuncak. Ia pun sempat mencari pelaku yang masih ayah tiri korban itu. “Pelaku kan bekerja di bawaslu (Badan Pengawas Pemilu) Kota Probolinggo. Kami langsung mendatangi kantornya. Sempat ada keributan kecil. Tetapi pelaku langsung diamankan oleh pihak kepolisian dan di bawa ke Polres Probolinggo Kota,” ujar Dd.

TS, ayah kandung korban mengatakan, pelaporan yang dilakukan sebenarnya adalah idenya. TS sendiri mengetahui penyebaran foto bugil dan video itu dari nenek korban.

“Saya mengetahui bawah anak saya di begitukan (cabuli) itu dari eyangnya. Saya sangat tidak terima anak saya dibegitukan oleh pelaku,” ujarnya.

Berdasarkan keterangan korban, menurut TS, pelaku melakukan hal itu ketika ia dijemput di sekolahnya. Sebab, Melati sendiri sebenarnya tinggal bersama TS. “Anak saya itu tinggal bersama saya. Dan dia sangat takut dengan ibunya. Sehingga, ketika disuruh kerumah ibunya itu ia selalu menurut. Dan berdasrkan keterangan anak saya selama SMA ini sudah dua kali dicabuli,” jelasnya.

Sementara itu, Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Probolinggo Kota, Iptu Retno Utami membenarkan ada pelaporan tersebut. Minggu malam (23/9) pihaknya langsung melakukan visum kepada korban di RSUD Mohammad Saleh. “Tadi malam (Minggu malam) sudah kami lakukan Visum. Saat ini masih kami selidiki lebih lanjut untuk kasus ini,” ujar Retno. (sid/mie)

- Advertisement -
- Advertisement -

MOST READ

Siswi SDN di Kraksaan Lolos dari Penculikan, Ini Ciri-Ciri Pelaku

KRAKSAAN, Radar Bromo - Niat Cld, 13, berangkat sekolah, Rabu (12/2) pagi berubah menjadi kisah menegangkan. Siswi SDN Kandangjati Kulon 1, Kraksaan, Kabupaten Probolinggo,...

Mau Ke Tretes, Muda-mudi Asal Gempol Tertabrak Truk Tangki di Candiwates, Penumpangnya Tewas

PRIGEN – Nasib sial dialami pasangan muda-mudi ini. Minggu siang (20/1) keduanya terlibat kecelakaan saat hendak menuju Tretes, Akibatnya, satu orang tewas dan satu...

Siswa MI di Pandaan Tewas Gantung Diri, Diduga usai Smartphonenya Disembunyikan Orang Tua

PANDAAN, Radar Bromo – Tragis nian cara AA, 11, mengakhiri hidupnya. Pelajar di Desa Banjarkejen, Kecamatan Pandaan ini, ditemukan tewas, Minggu (17/11) pagi. Dia...

Geger Mayat Wanita di Pantai Pasir Panjang-Lekok, Kondisinya Terikat Tali dan Dikaitkan Batu

LEKOK, Radar Bromo - Temuan mayat dengan kondisi terikat, kembali menggegerkan warga. Rabu (18/9) pagi, mayat perempuan tanpa identitas ditemukan mengapung di Pantai Pasir...

BERITA TERBARU

Pencarian Hari Ketiga, Temukan Mayat di Perairan Gili, Diduga Wahyu

Pihak keluarga masih ragu itu jasad dari Wahyu Ibrahim, sebab kondisinya sudah agak susah dikenali. Tetapi, ada satu ciri fisik yang sama. Yakni, ada bekas jahitan di paha sebelah kanan.

Hujan Deras, Dua Dapur Warga Pakuniran Tergerus Longsor

Hujan deras disertai angin kencang terjadi di beberapa wilayah di Kabupaten Probolinggo. Salah satunya mengakibatkan longsor di Kecamatan Pakuniran dan Kecamatan Lumbang.

Hindari Sepeda, Bus Masuk Sungai, Pesepeda Asal Wonorejo Meninggal

Malang nasib Sujono. Kakek berusia 65 tahun itu meninggal setelah tertabrak bus saat hendak menyeberang jalan, Sabtu (28/11).

Semalam, Dua Motor Warga Kerpangan Dimaling

Sabtu (28/11) dini hari, kawanan maling menggondol dua motor milik Adi Cahyono, warga Desa Kerpangan, Kecamatan Leces, Kabupaten Probolinggo.

Pembangunan Gedung PSC Diburu Waktu, Tapi Optimistis Selesai

Hingga mendekati batas waktu penyelesaian, belum sepenuhnya gedung berlantai dua itu, rampung dikerjakan. Hingga saat ini, baru sekitar 90 persen direalisasikan.