Gudang Pabrik Bak Mandi di Winongan Dilalap Api, April Lalu Pernah Terbakar dan Rugi Rp 18 Miliar

PADAMKAN API: Petugas Damkar berupaya memadamkan gudang milik CV Apaiser di Desa Mendalan, Winongan, Rabu (24/7) malam. (Foto: M Zubaidillah/Jawa Pos Radar Bromo)

Related Post

WINONGAN, Radar Bromo – Kebakaran kembali terjadi di sebuah pabrik bak mandi di Desa Mendalan, Kecamatan Winongan. Gudang pabrik milik CV Apaiser itu hanya berjarak 1 kilometer dari gudang pertama yang ada di Desa Gading yang pernah terbakar 8 April silam.

Informasi yang diperoleh radarbromo.jawapos.com, kebakaran itu terjadi sekitar pukul 19.00. Api terlihat sudah membumbung tinggi di tempat penyimpanan atau gudang yang ada di selatan pabrik. Kebakaran ini sempat membuat panik warga sekitar.

AKP Thohari, Kapolsek Winongan mengatakan bahwa api terlihat sudah meninggi di belakang pabrik yang juga membuat porselen tersebut. Sehingga banyak yang teriak kebakaran, dan melaporkannya ke polsek winongan.

Tak lama kemudian, mobil Damkar Kabupaten datang ke lokasi kebakaran untuk segera memadamkan api. Sampai berita ini diturunkan, pukul 21.00 api masih belum padam, namun bagian atas gudang tidak sampai roboh dan tinggal pendinginan di bagian dalam gudang.

Badrus, penanggung jawab pelaksana CV Apaiser mengatakan, bagian pabrik yang terbakar ini adalah tempat penyimpanan barang-barang di pabrik yang sudah tidak terpakai. “Jadi yang terbakar ini bagian gudang penyimpanan, seperti mesin cetak lama yang sudah tidak terpakai lagi,” terangnya.

Menurut Badrus, sejak Lebaran lalu sejatinya pihak pabrik sudah tidak lagi mengalirkan listrik ke gudang penyimpanan tersebut. Sebab, selama ini jarang ada aktivitas. Sehingga dia mengaku heran gudang terjadi kebakaran.

AKP Thohari, Kapolsek Winongan mengatakan membenarkan bahwa lokasi kebakaran adalah bagian belakang pabrik yaitu gudang penyimpanan. Namun terkait penyebab kebakaran sampai luas area yang terbakar, pihak kepolisian masih menantau di lokasi.

“Sampai sekarang (tadi malam) masih belum padam. Penyebab dan luas masih kami pantau di TKP karena belum selesai,” terangnya.

Sementara berita ini diturunkan, api masih berusaha dipadamkan oleh PMK kabupaten 1 unit. Dibantu juga para relawan Humanitarian Emergency Response (HER) dan RAPI Pasuruan. (eka/fun)