17 Pasien Korona di Kab Probolinggo Sembuh, Tambah 1 Positif Baru

KRAKSAAN, Radar Bromo-Kasus positif Coronavirus Disease (Covid-19) di Kabupaten Probolinggo bertambah satu kasus, per Minggu (24/5). Dengan begitu, total ada 77 kasus positif. Sementara kabar gembiranya, pasien yang sembuh juga bertambah 17 kasus!

Dengan rincian sebanyak 42 pasien diantaranya masih mendapat perawatan dan diisolasi. Sementara 32 pasien lainnya dinyatakan sembuh dan 2 pasien lainnya meninggal dunia.

Juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Probolinggo dr Anang Budi Yoelijanto menerangkan, tambahan 1 kasus positif itu dari Desa Pohsangit Tengah, Kecamatan Wonomerto.

“1 kasus positif baru adalah anak-anak usia 9 tahun asal Desa Pohsangit Tengah, Wonomerto. Ia adalah anak dari bidan yang di Puskesmas Wonomerto,” terang Anang.

Anak itu disebutkan terpapar ibunya secara horizontal. “Tidak majelas masuk dalam klaster apa. Sehingga kami masukkan dalam klaster pelangi,” imbuhnya.

Saat ini, kondisi sang anak dinyatakan sehat. Anak itu juga menjalani isolasi di rumah pengawasan Kabupaten Probolinggo. Tracking juga sudah dilakukan karena ibu anak itu juga positif Covid-19.

Sementara itu, ada juga kabar bahagia terkait penanganan Covid-19 di Kabupaten Probolinggo. Yakni, 17 pasien Covid dinyatakan sembuh.

“Semua ini (pasien sembuh) merupakan hasil pemeriksaan swab dengan menggunakan alat TCM (Tes Cepat Molekuler) dengan metode PCR (Polymerase Chain Reaction) yang kami miliki di RSUD Waluyo Jati Kraksaan. Mereka dinyatakan sembuh karena hasil swabnya dua kali negatif beruntun,” beber Anang.

Ke-17 pasien itu pun sudah diperbolehkan pulang secara bertahap. Meski begitu, mereka tetap harus menjalani isolasi mandiri selama 17 hari di rumah.

Ke-17 pasien yang sembuh itu berasal dari beberapa klaster. Diantaranya klaster lepas 1 orang, yakni laki-laki asal Desa Tamansari, Kecamatan Dringu; klaster pelangi (Surabaya) 1 orang laki-laki asal Desa Guyangan, Kecamatan Krucil.

Klaster Bali sebanyak 2 orang, yakni perempuan 45 tahun asal Desa Liprak Wetan, Kecamatan Banyuanyar dan laki-laki 44 tahun asal Desa Selogudik Wetan, Kecamatan Pajarakan.

Selanjutnya klaster yang masih ada hubungannya dengan klaster asrama haji Sukolilo Surabaya, sebanyak 10 orang tenaga medis dari RSUD Waluyo Jati Kraksaan. Yakni laki-laki 39 tahun asal Kelurahan Patokan, Kraksaan; laki-laki 27 tahun asal Desa Kandangjati Wetan, Kraksaan; laki-laki 28 tahun asal Desa Sogaan, Pakuniran; perempuan 25 tahun asal Patemon Kulon, Pakuniran; laki-laki 29 tahun asal Alasumur Kulon, Kraksaan; lelaki 52 dan 33 tahun asal Sumberlele, Kraksaan; lelaki 33 tahun asal Kedungcaluk, Kecamatan Krejengan; lelaki 33 tahun asal Kandangjati, Kraksaan; serta lelaki 33 tahun asal Kraksaan Wetan, Kraksaan.

Selanjutnya, ada klaster Temboro 3 orang. Yakni remaja 14 tahun asal Desa Kalirejo, Kecamatan Dringu; remaja 13 tahun asal Desa Klenang Kidul, Kecamatan Banyuanyar; pemuda 22 tahun asal Desa Sentul, Kecamatan Gading.

“Alhamdulillah, mereka (17 pasien) sudah sehat semua dan tidak ada penyakit lain. Tetapi mereka tetap harus melapor ke pusat layanan kesehatan terdekat dan selalu menjaga protokol kesehatan, agar tak terinfeksi ulang,” pesan Anang. (sid/mie)