Siswi Kelas 4 SD di Kab Pasuruan Dicabuli Teman di Kelas saat Jam Sekolah

PASURUAN-Dunia pendidikan di Kabupaten Pasuruan tercoreng. Itu setelah keluarga salah satu siswi sekolah dasar di wilayah timur kabupaten setempat, melaporkan aksi pencabulan yang dilakukan oleh tiga teman sekelas korban ke Mapolres Pasuruan Kota, Selasa (22/1).

Ironisnya, aksi itu dilakukan di dalam kelas. Yang lebih miris, aksi itu dilihat oleh teman-teman sekelas! Korban dan terlapor, sama-sama duduk di kelas 4 SD.

Korbannya, sebut saja Mawar, 10 (nama samaran). Sementara tiga terlapor merupakan teman sekelasnya berinisial S, 11; R, 10; dan Y, 10. Korban dan semua terlapor juga tercatat masih satu desa.

Aksi dugaan asusila itu terjadi Senin lalu (21/1). Sekitar pukul 10.00 usai jam istirahat pertama berakhir. Pagi itu, seperti biasa usai beristirahat, siswa kelas 4 kembali memasuki ruang kelas untuk mengikuti mata pelajaran (mapel) Matematika.

Namun, usai pukul 10.00, sang guru tak kunjung masuk kelas. Walhasil, proses kegiatan belajar-mengajar (KBM) pun tak kunjung dimulai. Terlapor S lantas mengajak terlapor R serta terlapor Y untuk mengikutinya.

Ketiganya pun menghampiri Mawar. Usai tiba di tempat Mawar, S dan Y langsung membuka baju mereka. Mengetahui hal itu, Mawar mencoba pergi. Namun, langkahnya dihentikan oleh terlapor R.

Menurut keternagan keluarga Mawar ketika ditemui di Mapolres Pasuruan Kota, saat itu Mawar juga diancam dan ditodong cutter. Selanjutnya, Y dan R memegang kedua tangan Mawar.

S lantas mendekati korban dan mulai melepas pakaian korban satu per satu sampai telanjang. Usai menelanjangi korban, S menindih Mawar. Aksi serupa dilakukan Y.

“Pengakuan anak saya, yang (terlapor) R tidak melakukan aksi tersebut. Ia hanya memegangi tangan anak saya. Aksi tidak senonoh tersebut dilakukan sekitar 15 menitan. Sampai guru masuk ke ruang kelas,” jelas Al, ibu Mawar. Aksi itu disebutkan Al dilakukan ketiga siswa dihadapan 27 siswa lain. “Siswa lain diam saja karena diancam,” sebut Al. (riz/mie)