alexametrics
30.2 C
Probolinggo
Thursday, 3 December 2020

Hindari Konflik, JLU Kota Pasuruan Diusulkan Melewati Hutan Mangrove

PASURUAN, Radar Bromo – Pembebasan lahan untuk proyek Jalan Lingkar Utara (JLU) di Kota Pasuruan, menyisakan sejumlah masalah. Pemkot Pasuruan berupaya agar pembebasan lahan itu berlangsung tanpa menimbulkan konflik sosial dengan warga yang lahannya terdampak.

Karena alasan itulah, Pemkot saat ini mencari alternatif baru untuk mengubah trace JLU.

Hal itu terungkap dalam rapat dengar pendapat antara Komisi 3 DPRD Kota Pasuruan dengan Dinas PUPR dan BPN Kota Pasuruan, Kamis (22/10). Dalam rapat yang berlangsung lebih dari dua jam itu, Pemkot memaparkan beberapa alternatif rencana trace JLU seksi II. Yaitu berada di Kelurahan/Kecamatan Gadingrejo, Kelurahan Tambaan dan Kelurahan Ngemplakrejo, Kecamatan Panggungrejo.

Plt Kepala Dinas PUPR Kota Pasuruan Gustap Purwoko menguraikan ada empat alternatif untuk rencana trace JLU seksi II. Alternatif pertama, pernah dilakukan konsultasi publik dengan tim dari Pemprov Jawa Timur. Akan tetapi, hal itu justru memicu ketegangan dengan warga yang enggan menerima dampak pembebasan lahan.

BAKAL LAHAN: Jalan di Blandongan yang sudah terpasang patok untuk JLU Kota Pasuruan. (Foto: Dok. Radar Bromo)

 

Sementara, kendala juga terjadi pada alternatif kedua. Sebab, trace yang disesuaikan dengan rencana tapak JLU tahun 2009 melintasi rumah tokoh ulama di Tambaan.

Oleh karena itu, Pemkot memunculkan dua alternatif lain. Alternatif ketiga yaitu, perlintasan JLU di kawasan permukiman lebih minim. Akan tetapi, melintasi makam dan masjid. Kondisi tak jauh berbeda juga pada terlihat di alternatif keempat, yang sama-sama banyak melintasi rumah warga.

“Masa berlaku penetapan lokasi (penlok) sudah habis pada 2019. Makanya perlu pembahasan lagi mengenai trace di seksi dua, sehingga bisa diajukan perpanjangan penlok untuk melanjutkan pembebasan lahan,” ujar Gustap.

Dalam rapat itu, empat alternatif yang dipaparkan Pemkot tidak ada yang disepakati. Lantaran itu, ada alternatif kelima yang dihasilkan dalam rapat tersebut. Yaitu trace JLU di seksi dua akan melintasi kawasan hutan mangrove Tambaan.

Meski begitu, Pemkot mengacu Perda Jawa Timur Nomor 1/2018 tentang Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-pulau Kecil atau RZWP-3. Dalam regulasi itu, kegiatan pembangunan tidak boleh dilakukan di kawasan hutan lindung. Nah, kawasan mangrove Tambaan termasuk kategori kawasan hutan lindung.

“Memang Perda RZWP-3 tidak memperbolehkan melewati kawasan hutan lindung. Makanya, alternatif ini akan kami konsultasikan dulu ke Pemprov Jawa Timur. Kalau sudah disetujui baru diajukan penloknya,” ungkap Gustap.

Ketua Komisi 3, Ismu Hardiyanto meminta agar perubahan trace tersebut tidak melenceng dari spirit yang melandasi gagasan pembangunan JLU. Yaitu menumbuhkan perekonomian di kawasan pesisir agar kesejahteraan masyarakat Kota Pasuruan secara umum tidak mengalami ketimpangan. Selain itu, Pemkot juga harus meminimalisasi potensi konflik sosial pada saat pembebasan lahan.

“Berdasarkan dua pertimbangan itu, disepakati rencana pembebasan lahan trace di hutan mangrove. Memang ada aturan yang tidak memperbolehkan. Tetapi kami menilai masih ada diskresi. Makanya kami minta Pemkot segera konsultasi Pemprov,” terang dia. (tom/fun)

- Advertisement -
- Advertisement -

MOST READ

Siswi SDN di Kraksaan Lolos dari Penculikan, Ini Ciri-Ciri Pelaku

KRAKSAAN, Radar Bromo - Niat Cld, 13, berangkat sekolah, Rabu (12/2) pagi berubah menjadi kisah menegangkan. Siswi SDN Kandangjati Kulon 1, Kraksaan, Kabupaten Probolinggo,...

Mau Ke Tretes, Muda-mudi Asal Gempol Tertabrak Truk Tangki di Candiwates, Penumpangnya Tewas

PRIGEN – Nasib sial dialami pasangan muda-mudi ini. Minggu siang (20/1) keduanya terlibat kecelakaan saat hendak menuju Tretes, Akibatnya, satu orang tewas dan satu...

Siswa MI di Pandaan Tewas Gantung Diri, Diduga usai Smartphonenya Disembunyikan Orang Tua

PANDAAN, Radar Bromo – Tragis nian cara AA, 11, mengakhiri hidupnya. Pelajar di Desa Banjarkejen, Kecamatan Pandaan ini, ditemukan tewas, Minggu (17/11) pagi. Dia...

Geger Mayat Wanita di Pantai Pasir Panjang-Lekok, Kondisinya Terikat Tali dan Dikaitkan Batu

LEKOK, Radar Bromo - Temuan mayat dengan kondisi terikat, kembali menggegerkan warga. Rabu (18/9) pagi, mayat perempuan tanpa identitas ditemukan mengapung di Pantai Pasir...

BERITA TERBARU

Kembali Kerek PAD Wisata Kab Pasuruan Tahun Depan

Target Pemkab Pasuruan untuk menggenjot pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor wisata tahun ini, cukup seret.

Intens Monitoring Lokasi Bencana Longsor di Akhir Tahun

Potensi bencana saat musim hujan perlu diwaspadai. Salah satunya tanah longsor.

Puskesmas Sumber Imunisasi Siswa saat Pandemi

Sejak November, Puskesmas Sumber mulai melaksanakan bulan imunisasi anak sekolah (Bias) di wilayah kerjanya.

Dua Dara Atlet Anggar Kota Probolinggo Incar Perunggu PON Pelajar

Dua atlet anggar Kota Probolinggo, sedang mempersiapkan diri untuk mengikuti PON Pelajar 2021.

Stok Blangko E-KTP di Kab Pasuruan Dapat Tambahan 20 Ribu

Kabar gembira bagi warga Kabupaten Pasuruan yang hendak mengurus KTP elektronik (e-KTP).