alexametrics
31 C
Probolinggo
Wednesday, 28 October 2020

Minta Bebaskan Perebut Jenazah, Terjadi Akibat Sosialisasi Lemah

PASURUAN, Radar Bromo – Para istri empat tersangka perebutan jenazah AR yang positif Covid-19, mencari keadilan. Mereka minta suami mereka dibebaskan. Alasannya, tidak ada sosialisasi sebelumnya bahwa jenazah Covid-19 harus dimakamkan sesuai protokoler kesehatan.

Keempat perempuan warga Desa Rowogempol, Kecamatan Lekok, Kabupaten Pasuruan, itu pun mendatangi kantor Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Pasuruan. Mereka meminta kebijakan Gugus Tugas agar suami mereka dibebaskan.

Mereka mengatakan aksi warga saat merebut peti jenazah AR untuk kemudian dimakamkan adalah aksi spontan. Termasuk aksi para suami mereka adalah hal spontan. Sebab, sudah menjadi kebiasaan bagi warga di Rowogempol untuk mengantarkan jenazah ke pemakaman.

Di sisi lain, keempat tersangka adalah tulang punggung keluarga. Saat mereka ditahan, otomatis keluarga mereka tak berpenghasilan.

Selama menemui Gugus Tugas, keempat warga itu didampingi penasihat hukumnya, Suryono Pane. Suryono menegaskan, pihaknya mengajak aparat untuk melihat secara luas masalah ini. Mulai dampaknya seperti apa dan kronologi lengkapnya bagaimana.

DIPROSES: Keempat tersangka perebut jenazah saat hendak dirilis di Mapolresta Pasuruan. (Foto: Dok. Radar Bromo)

“Di Lekok itu, mengantarkan jenazah dan menyalati jenazah di masjid adalah tradisi untuk menghormati orang yang telah meninggal,” beber Suryono.

Sementara saat pemakaman AR, kata Suryono, kurang ada sosialisasi terhadap warga. Semestinya, sosialisasi ini dilakukan sebelum jenazah datang.

Misalnya, mengumumkan di masjid bahwa bakal ada AR yang dimakamkan dengan protokoler Covid-19. Juga dijelaskan sejatinya jenazah sudah disucikan dengan syariat Islam.

Sehingga, warga tak perlu mengantar atau boleh mengantar, namun memakai protokoler kesehatan sesuai anjuran pemerintah.

Saat ini, lanjut Suryono, informasi yang dia terima dari masyarakat maupun kerabat para tersangka, tidak ada sosialisasi tentang kondisi jenazah AR. “Di Lekok yang mayoritasnya nelayan, warga selalu berhenti sejenak bekerja kalau mendengar ada warga meninggal. Mereka lantas kompak mengantarkan jenazah sampai ke liang lahat. Jika ada sosialisasi, tentu warga yang sudah punya tradisi mengantarkan, akan berbeda situasinya,” lanjutnya.

Untuk itulah atas nama keluarga para tersangka, dirinya meminta agar aparat membebaskan keempat tersangka. Pihaknya juga telah mengirimkan surat penangguhan penahanan untuk keempat tersangka.

“Karena mereka bukan pelaku kriminal dan kami meyakini mereka tidak tahu,” terang pengacara asal Gununggangsir, Beji tersebut.

Di sisi lain, menurutnya, dampak penangkapan keempat tersangka itu sangat besar pada keluarga mereka. “Dampaknya begitu besar, khususnya untuk ekonomi para keluarga tersangka. Apalagi saat ini pandemi, yang semestinya benar-benar dipikirkan pemerintah,” beber Suryono.

Sekretaris Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Pasuruan Anang Saiful Wijaya membenarkan kedatangan keempat istri tersangka. Mereka juga wadul atas kasus yang dialami A, S, AR, dan MSS tersebut.

Pihaknya pun mengaku dilema atas perkara ini. Namun, dia bersikukuh Gugus Tugas sejatinya sudah melakukan sosialisasi.

“Kami sudah melakukan sosialisasi. Namun, kadang-kadang masyarakat sulit memahami. Apa yang dilakukan (pemakaman dengan protap Covid-19, Red) sejatinya untuk melindungi masyarakat lainnya. Apalagi, pasien di Rowogempol (AR) positif Covid-19,” beber Anang.

Meski demikian, menurut Anang, Gugus Tugas akan segera berkoordinasi dengan pimpinan yakni Bupati Pasuruan untuk menyikapi permintaan keempat istri tersangka. Apalagi, perkara ini sudah diproses secara hukum.

Langkah koordinasi ini juga untuk mencari solusi. Menurut dia, dengan perkara ini, jelas ada pembelajaran bagi banyak pihak. Sebab, sampai saat ini pandemi belum juga pergi.

Sebelumnya diberitakan, pemakaman jenazah AR, pasien positif Covid-19 di Kecamatan Lekok, Kabupaten Pasuruan, berujung ricuh. Keluarga dan warga menolak prosesi pemakaman oleh petugas yang dilakukan sesuai protokol kesehatan. Mereka merebut jenazah dan memakamkannya dengan cara biasa.

Kericuhan itu terjadi di pemakaman Desa Rowogempol, Kamis (16/7). Sejumlah warga merebut jenazah AR dari ambulans saat hendak dimakamkan oleh beberapa petugas yang mengenakan alat pelindung diri (APD). Kalah jumlah, petugas pun tak bisa berbuat banyak.

Berhasil direbut, jenazah lantas disalatkan di Masjid Jamik Rowogempol. Tak lama setelah salat jenazah, warga mengikuti prosesi pemakaman. Saat hendak dimakamkan ke liang kubur, warga spontan membuka peti jenazah.

Kemudian, jenazah AR dikeluarkan dari peti itu. Selanjutnya, jenazah dimakamkan tanpa peti. Bukan hanya mengeluarkan jenazah dari peti. Warga bahkan merusak peti tersebut dengan cara ditendang-tendang. (hn/fun)

- Advertisement -
- Advertisement -

MOST READ

Siswi SDN di Kraksaan Lolos dari Penculikan, Ini Ciri-Ciri Pelaku

KRAKSAAN, Radar Bromo - Niat Cld, 13, berangkat sekolah, Rabu (12/2) pagi berubah menjadi kisah menegangkan. Siswi SDN Kandangjati Kulon 1, Kraksaan, Kabupaten Probolinggo,...

Mau Ke Tretes, Muda-mudi Asal Gempol Tertabrak Truk Tangki di Candiwates, Penumpangnya Tewas

PRIGEN – Nasib sial dialami pasangan muda-mudi ini. Minggu siang (20/1) keduanya terlibat kecelakaan saat hendak menuju Tretes, Akibatnya, satu orang tewas dan satu...

Siswa MI di Pandaan Tewas Gantung Diri, Diduga usai Smartphonenya Disembunyikan Orang Tua

PANDAAN, Radar Bromo – Tragis nian cara AA, 11, mengakhiri hidupnya. Pelajar di Desa Banjarkejen, Kecamatan Pandaan ini, ditemukan tewas, Minggu (17/11) pagi. Dia...

Geger Mayat Wanita di Pantai Pasir Panjang-Lekok, Kondisinya Terikat Tali dan Dikaitkan Batu

LEKOK, Radar Bromo - Temuan mayat dengan kondisi terikat, kembali menggegerkan warga. Rabu (18/9) pagi, mayat perempuan tanpa identitas ditemukan mengapung di Pantai Pasir...

BERITA TERBARU

Pasutri asal Trajeng Terserempet Truk saat Menyalip, Sang Istri Tewas

Diduga penyebab laka karena pengendara motor tidak memiliki ruang gerak yang cukup saat hendak menyalip dump truck.

Mulai Bersihkan Sungai Kawasan Hutan untuk Antisipasi Bencana

Mitigasi bencana banjir dan longsor menjelang musim hujan gencar dilakukan sejumlah pihak. Termasuk Cluster Tretes Perhutani.

Petakan Pohon Rimbun – Lapuk di Jalan Kab Probolinggo

Hujan mulai turun di beberapa wilayah Kabupaten Probolinggo. Dinas PUPR bergegas melakukan pemetaan ruas jalan kabupaten yang memiliki pohon rimbun dan lapuk.

Tegaskan Proyek PRIM Harus Selesai Awal November

Bahkan, dipastikan tidak ada perpanjangan waktu pengerjaan.

2 Hari, 2 Motor Dicuri saat Parkir di Masjid Baitul Anwar Gading

Selama dua hari, dua motor hilang di parkir masjid tersebut.