Pasien Positif asal Kregenan Meninggal, Pasien asal Sebaung Sembuh

KRAKSAAN, Radar BromoAda kabar menggembirakan, sekaligus kabar sedih dari penanganan kasus Coronavirus Disease (Covid-19) di Kabupaten Probolinggo, per Sabtu (23/5). Kabar bahagianya, 1 pasien Covid-19 dinyatakan sembuh. Sementara kabar sedihnya, ada 1 pasien positif yang meninggal dunia.

Juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19 Kabupaten Probolinggo dr Anang Budi Yoelijanto menjelaskan, dengan tambahan 1 kasus positif itu, berarti total ada ada 76 kasus positif di wilayah setempat.

Rinciannya, 58 orang masih dirawat dan jalani isolasi, 16 pasien dinyatakan telah sembuh. Sementara pasien positif yang meninggal ada 2 orang.

Nah, tambahan 1 kasus positif itu disebutkan masuk pasien yang meninggal. Yakni perempuan berusia 45 tahun asal Desa Kregenan, Kecamatan Kraksaan.

“Sebenarnya pasien itu tidak pernah disini, tapi di Surabaya. Ia dirawat di RSUD dr Soetomo Surabaya karena alami sakit kanker pencernaan,” jelas Anang.

Saat dirawat di Surabaya itulah, pasien itu meninggal. “Jadi ia (pasien meninggal) masuk PDP dari RS dr Soetomo, kemudian dilakukan tes swab disana. Hasilnya, positif,” jelas Anang.

Anang sendiri tidak mengetahui dimana pasien itu dimakamkan. “Bisa jadi dimakamkan disana (Surabaya), karena kami (Pemkab Probolinggo) tidak diajak koordinasi (oleh RSUD dr Soetomo),” beber Anang.

Untuk pasien yang meninggal itu, Anang menjelaskan, tim gugus tugas memasukkannya dalam klaster pelangi. “Untuk tracking-nya, kami lakukan terhadap kontak-kontak erat dan keluarga yang bersangkutan,” beber Anang.

Sementara untuk pasienCovid-19 yang sembuh, berasal dari Desa Sebaung, Kecamatan Gending. Pasien sembuh itu adalah lelaki lanjut usia (lansia) 77 tahun.

Pasien itu dinyatakan sembuh usai dua kali tes swab beruntun hasilnya negatif. “Tesnya sudah minggu lalu, bersama rombongan banyak. Namun, hasilnya baru keluar,” terang Anang.

Pasien yang sembuh itu awalnya berstatus PDP sebelum dinyatakan positif. Pria lansia itu tak diketahui terpapar korona dari klaster mana. “Sebab, tak punya pekerjaan tetap. Cuma, suka keliling ke warung-warung,” beber Anang.

Sementara untuk pasien positif lainnya, saat ini disebutkan Anang, kondisinya terus dievaluasi, sehingga diharapkan pemulihannya lebih cepat.

Hal yang sama juga terjadi pada 3 Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang masih dirawat. Kondisinya disebutkan sehat. “Tinggal menunggu hasil tes swab,” terang Anang.

Jelang Lebaran, Gugus Tugas Percepatan Penangan Covid-19 berharap kesadaran masyarakat untuk menerapkan pola hidup sehat. Warga selalu mengenakan masker dan menjaga jarak, agar terhindar dari paparan virus korona. (sid/mie)