Hindari Motor Lawan Arus, Ibu asal Triwung Tewas, Anak Terluka

KADEMANGAN-Rencana Eka Darun Nisa, 37 pulang ke rumah barunya dari rumah orang tuanya berujung tragedi. Itu setelah ibu tiga anak asal Perumahan Himalaya, Kelurahan Triwung Kidul tersebut mengalami kecelakaan maut di depan Bromo View Hotel masuk Kelurahan Triwung Kidul, Kademangan, Rabu malam (22/5).

Kecelakaan maut itu terjadi sekitar pukul 22.00. Malam itu Eka Darun Nisa mengendarai motor matik Yamaha Mio Soul warna ungu bernopol N 5717 SV dengan membonceng dua putrinya.

PINGSAN: Helmi suami korban sempat pingsan usai melihat istrinya tak bernyawa. (Istimewa)

Yakni Izatut Daharun Nisa, 12 anak keduanya serta Ismiranti Masroatun Nisa, 4 anak ketiganya. Sementara suami Izatut Daharun Nisa yang bernama Helmi, 38 membuntuti dari belakang dengan naik motor lain. Motor itu melaju dari arah utara menuju ke selatan.

Kasat Lantas Polres Probolinggo Kota, AKP Kemaji menyebut, saat sampai di lokasi kejadian, korban dikejutkan dengan motor yang melawan arus yang identitasnya belum diketahui.

Untuk menghindari motor yang melawan arus, motor korban pun sedikit melambung ke kanan. Namun, upaya korban Eka Darun Nisa itu malah berakibat fatal.

Ia hilang kendali hingga menyenggol sisi kiri truk gandeng yang melaju searah. Korban pun terjatuh bersama anak yang diboncengnya . Selanjutnya, korban Eka Darun Nisa sempat terseret truk bernopol P 8219 UK yang disopiri Budiono,57 warga Tanggul Kabupaten Jember.

“Ibunya meninggal, sedang anaknya luka-luka. Bapaknya selamat. Masih kami selidiki dan dalami. Kendaraan yang terlibat kecelakaan, sudah kami amankan,” kata AKP Kemaji.

Usai insiden itu, Helmi sang suami korban terlihat shock. Ia yang menangis histeris memeluk jenazah istrinya erat-erat. Tabrakan itu pun sempat membuat arus lalu lintas sekitar macet.

Semantara Izatut Daharun Nisa yang dibonceng korban dilarikan ke RSUD dr Moh Saleh. Tangan kananya alami luka sobek yang cukup parah. Namun beruntung anak bungsunya tak apa.

Eko, 35, warga sekitar saat kejadian berada diseberang jalan mengatakan, begitu mendengar bunyi brak langsung menoleh ke asal suara. “Saya kira sendirian. Ternyata setelah saya dekati ada 2 korban. Satunya meninggal yang lain lengan kanannya patah. Korban patah langsung dbawa ke RSUD. Kalau yang meninggal, agak lama di bawah truck,” tandasnya.

Saat Jawa Pos Radar Bromo tiba di rumah sakit, pihak suasana duka nampak terasa. Pihak keluarga tak kuasa menahan tangis. Sebagian lainnya menunggu di luar IGD, sebab anak keduanya masih dilakukan perawatan oleh petugas medis. Dan sebagian lagi berada di Kamar Jenazah. (rpd/mie)