Sudah 22 Tempat Wisata di Kab Pasuruan Ditutup, Termasuk Museum Cheng Hoo

PASURUAN, Radar Bromo – Dalam akhir pekan ini, makin banyak tempat wisata di Kabupaten Pasuruan yang menutup lokasi wisatanya. Total sudah ada 22 tempat wisata yang tidak menerima pengunjung untuk sementara. Termasuk tempat wisata purbakala dan religi.

Gunawan Wicaksono, sekretaris Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Pasuruan mengatakan, awalnya Pemkab Pasuruan menutup tempat wisata yang dikelola. Kemudian, secara bertahap tempat wisata lain juga menutup sementara lokasi wisatanya. Hal ini dilakukan atas inisiatif pengelola wisata untuk menekan peredaran Covid-19 atau korona.

“Memang Pemkab Pasuruan sifatnya mengimbau agar pengelola wisata atas kesadaran sendiri menutup dan tidak menerima pengunjung,” terangnya.

Menurutnya, sampai Minggu (22/3) semua wisata yang dikelola pemkab sudah tutup sementara. Mulai Pemandian Alam Banyubiru, Danau Ranu Grati, Museum Kabupaten Pasuruan di Pandaan, dan Pos Pintu Masuk Tosari ke Bromo.

DIPASANG TANDA: Museum Kabupaten Pasuruan di kompleks masjid Cheng Hoo yang terpasang tanda ditutup. (Foto: Rizal F Syatori/Jawa Pos Radar Bromo)

 

Museum Kabupaten Pasuruan misalnya, tutup sejak 17 Maret sampai 31 Maret. “Sesuai instruksi dan arahan pemda melalui Bupati Pasuruan, museum Kabupaten Pasuruan ditutup sementara. Untuk antisipasi sekaligus mencegah penularan Covid -19,” jelas Kabid Seni dan Budaya Disparbud Kabupaten Pasuruan Nurul Hudayati.

Namun, menurut Nurul, penutupan itu bisa saja diperpanjang. Tergantung petunjuk sekaligus arahan dari pemerintah daerah setempat.

“Selama museum tutup sementara, pegawai atau staf tetap masuk. Menjalankan tugas sesuai tupoksinya, seperti menjaga museum dan membersihkan sekaligus merawat benda atau barang koleksi yang ada,” tuturnya.

Selain itu, ada juga 18 tempat wisata lain yang juga tutup sementara. Untuk wisata alam, yaitu TNBTS, Kebon Raya Purwodadi, Air Terjun Kakek Bodo, Air Terjun Putuk Trono, Tretes TreeTop, Rejoso Mangrove juga tutup. Termasuk wisata purbakala seperti Candi Jawi, Candi Belahan, Candi Gununggangsir juga tidak beroperasi.

Wisata religi pun tutup untuk peziarah, seperti Makam Mbah Semendi. Wisata lain seperti Pintu Langit, Taman Dayu Splash Water, Desa Wisata Kalipucang Tutur, Bhakti Alam, Bukit Flora Tutur juga tidak beroperasi. Untuk Saygon Waterpark, Kebun Pak Budi, Wisata Negeri Bambu, hanya buka saat Sabtu dan Minggu.

Gunawan mengatakan, memang masih ada tempat wisata lain yang buka. Namun, Disparbud sudah memberikan edaran agar pengelola wisata untuk melakukan protokol kesehatan.

“Yang tetap buka, wajib ada protokol kesehatan. Selain mengecek suhu tubuh pengunjung, juga ada hand sanitizer. Juga diimbau agar menjaga tidak ada kerumunan sebagai upaya menekan penyebaran Covid-19,” terangnya. (eka/zal/hn/fun)