alexametrics
30 C
Probolinggo
Wednesday, 17 August 2022

Istri yang Gorok Suami di Kotaanyar Pernah Tepergok Selingkuh

KOTAANYAR, Radar Bromo – Aksi penganiayaan berat yang dilakukan Endang Sulastri, 34 pada suami sirinya di Kotaanyar, Kabupaten Probolinggo, merupakan puncak keretakan hubungan rumah tangga mereka. Sebelumnya, mereka ternyata kerap cekcok.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Bromo, hubungan pasutri siri ini merenggang usai perselingkuhan Endang Sulastri, 34, terbongkar. Sejak saat itu, hubungannya dengan suaminya, Isbullah Huda, 44, tidak lagi akur. Endang sering dimarahi.

Puncaknya, Endang menggorok leher suaminya. Korban digorok saat sedang tidur di rumah kontrakan mereka di Desa Triwungan, Kecamatan Kotaanyar, Kabupaten Probolinggo.

Kepala Desa Triwungan, Jamaluddin Joni mengatakan, tidak ada yang tahu pasti kejadian itu. Sebab, peristiwa itu diduga terjadi sekitar pukul 02.00. Saat para tetangga sebagian besar sedang tidur. Peristiwa itu baru diketahui setelah pelaku Endang menyerahkan diri ke Polsek Kotaanyar sekitar pukul 06.00.

TKP: Di lokasi inilah Isbullah Huda dihajar istri sirinya dengan elpiji melon dan digorok. (Rosyidi/ Radar Bromo)

 

“Yang tahu pasti kejadian itu tidak ada. Sebab, kejadiannya dini hari. Setelah pelakunya menyerahkan diri baru diketahui,” katanya saat ditemui di lokasi kejadian.

Peristiwa itu terjadi di ruang tamu rumah kontrakan pasutri tersebut. Ruang tamu itu juga dijadikan ruang tidur. Di sana ada balai-balai untuk tidur. Di balai-balai itulah, korban tidur pada malam kejadian.

Saat korban nyenyak tidur, rupanya pelaku merencanakan perbuatannya. Pelaku memukul kepala korban dengan tabung gas elpiji 3 kilogram.

Baru setelah itu, pelaku menggorok leher korban. Kemudian, membacok pipi kiri dan tangan kiri korban. Dianiaya seperti itu, korban sempat tidak sadar.

“Pengakuan pelaku begitu.Tidak tahu tabung elpiji itu dapat dari mana. Dihantam ke kepala sebelah mana juga kurang tahu,” tambah sang kades.

Menurut Joni, kejadian itu dipicu oleh perselingkuhan yang dilakukan pelaku Endang. Korban mengetahui bahwa pelaku berselingkuh.

Korban lantas menanyakan hal itu pada pelaku beberapa waktu lalu. Pada korban, pelaku mengakui bahkan dirinya memang berselingkuh. “Bahkan, pelaku Endang mengaku telah berhubungan intim dengan selingkuhannya,” jelas Joni.

Sejak saat itu, kondisi rumah tangga keduanya mulai memanas. Korban sering marah pada pelaku. “Pelaku sering dimarahi dan dipukul oleh suaminya. Bahkan, suaminya sering mengancam akan membunuh pelaku. Mungkin karena itu, pelaku berpikir daripada dibunuh terlebih dulu, maka ia yang membunuh,” tuturnya.

Sementara itu, Kapolsek Kotaanyar Iptu Agus Sumarsono membenarkan, motif kejadian itu berasal dari perselingkuhan yang dilakukan pelaku. “Pelaku ketahuan selingkuh. Mulai saat itu mereka sering berantem. Puncaknya pelaku tega menggorok leher suaminya,” katanya.

Setelah menggorok leher korban, menurut Kapolsek, pelaku sempat merawat korban. Hingga menjelang pagi, pelaku menyerahkan diri dan mengakui semua perbuatannya.

Saat itu juga, pihaknya menjemput korban untuk dilarikan ke RSUD Waluyo Jati Kraksaan. Beruntung, nyawa korban bisa diselamatkan.

“Pelaku dan korban ini tidak memiliki surat nikah. Hanya nikah siri. Saat ini pelaku kami amankan di mapolsek,” ungkapnya.

Selain mengamankan pelaku, pihaknya juga mengamankan dua buah barang bukti. Yaitu, sebilah pisau dan satu buah tabung gas elpiji ukuran 3 kilogram. “Barang buktinya juga telah kami amankan,” tandasnya. (sid/hn/mie)

KOTAANYAR, Radar Bromo – Aksi penganiayaan berat yang dilakukan Endang Sulastri, 34 pada suami sirinya di Kotaanyar, Kabupaten Probolinggo, merupakan puncak keretakan hubungan rumah tangga mereka. Sebelumnya, mereka ternyata kerap cekcok.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Bromo, hubungan pasutri siri ini merenggang usai perselingkuhan Endang Sulastri, 34, terbongkar. Sejak saat itu, hubungannya dengan suaminya, Isbullah Huda, 44, tidak lagi akur. Endang sering dimarahi.

Puncaknya, Endang menggorok leher suaminya. Korban digorok saat sedang tidur di rumah kontrakan mereka di Desa Triwungan, Kecamatan Kotaanyar, Kabupaten Probolinggo.

Kepala Desa Triwungan, Jamaluddin Joni mengatakan, tidak ada yang tahu pasti kejadian itu. Sebab, peristiwa itu diduga terjadi sekitar pukul 02.00. Saat para tetangga sebagian besar sedang tidur. Peristiwa itu baru diketahui setelah pelaku Endang menyerahkan diri ke Polsek Kotaanyar sekitar pukul 06.00.

TKP: Di lokasi inilah Isbullah Huda dihajar istri sirinya dengan elpiji melon dan digorok. (Rosyidi/ Radar Bromo)

 

“Yang tahu pasti kejadian itu tidak ada. Sebab, kejadiannya dini hari. Setelah pelakunya menyerahkan diri baru diketahui,” katanya saat ditemui di lokasi kejadian.

Peristiwa itu terjadi di ruang tamu rumah kontrakan pasutri tersebut. Ruang tamu itu juga dijadikan ruang tidur. Di sana ada balai-balai untuk tidur. Di balai-balai itulah, korban tidur pada malam kejadian.

Saat korban nyenyak tidur, rupanya pelaku merencanakan perbuatannya. Pelaku memukul kepala korban dengan tabung gas elpiji 3 kilogram.

Baru setelah itu, pelaku menggorok leher korban. Kemudian, membacok pipi kiri dan tangan kiri korban. Dianiaya seperti itu, korban sempat tidak sadar.

“Pengakuan pelaku begitu.Tidak tahu tabung elpiji itu dapat dari mana. Dihantam ke kepala sebelah mana juga kurang tahu,” tambah sang kades.

Menurut Joni, kejadian itu dipicu oleh perselingkuhan yang dilakukan pelaku Endang. Korban mengetahui bahwa pelaku berselingkuh.

Korban lantas menanyakan hal itu pada pelaku beberapa waktu lalu. Pada korban, pelaku mengakui bahkan dirinya memang berselingkuh. “Bahkan, pelaku Endang mengaku telah berhubungan intim dengan selingkuhannya,” jelas Joni.

Sejak saat itu, kondisi rumah tangga keduanya mulai memanas. Korban sering marah pada pelaku. “Pelaku sering dimarahi dan dipukul oleh suaminya. Bahkan, suaminya sering mengancam akan membunuh pelaku. Mungkin karena itu, pelaku berpikir daripada dibunuh terlebih dulu, maka ia yang membunuh,” tuturnya.

Sementara itu, Kapolsek Kotaanyar Iptu Agus Sumarsono membenarkan, motif kejadian itu berasal dari perselingkuhan yang dilakukan pelaku. “Pelaku ketahuan selingkuh. Mulai saat itu mereka sering berantem. Puncaknya pelaku tega menggorok leher suaminya,” katanya.

Setelah menggorok leher korban, menurut Kapolsek, pelaku sempat merawat korban. Hingga menjelang pagi, pelaku menyerahkan diri dan mengakui semua perbuatannya.

Saat itu juga, pihaknya menjemput korban untuk dilarikan ke RSUD Waluyo Jati Kraksaan. Beruntung, nyawa korban bisa diselamatkan.

“Pelaku dan korban ini tidak memiliki surat nikah. Hanya nikah siri. Saat ini pelaku kami amankan di mapolsek,” ungkapnya.

Selain mengamankan pelaku, pihaknya juga mengamankan dua buah barang bukti. Yaitu, sebilah pisau dan satu buah tabung gas elpiji ukuran 3 kilogram. “Barang buktinya juga telah kami amankan,” tandasnya. (sid/hn/mie)

MOST READ

BERITA TERBARU

/