Hujan Cuma Turun Dua Jam, Desa Sadengrejo Kembali Tergenang Air

REJOSO, Radar Bromo – Intensitas hujan yang cukup tinggi di wilayah selatan Kabupaten Pasuruan, berdampak. Rabu (22/1), permukiman warga Desa Sadengrejo, Kecamatan Rejoso, Kabupaten Pasuruan, sempat tergenang air yang meluber dari sungai.

Informasinya, hujan deras melanda wilayah Desa Sadengrejo, sejak Selasa (21/1) sekitar pukul 16.30. Hujan baru reda sekitar bakda Magrib pada pukul 18.30. Tingginya intensitas hujan membuat Sungai Sadengrejo meluber.

Akibatnya, air mulai memasuki permukiman penduduk pada Rabu (22/1) sekitar pukul 01.00. Air tidak juga surut hingga pagi dan membuat permukiman warga tergenang. Ketinggian air berbeda-beda antarwilayah, mulai 20 hingga 50 sentimeter.

TERGENANG: Perkampungan di Sadengrejo yang terendam air. (Fahrizal Firmani/Jawa Pos Radar Bromo)

 

Akibatnya, 200 kepala keluarga (KK) di Desa Sadengrejo terdampak. Paling parah adalah Dusun Rekesan, ketinggian air mencapai sekitar 50 sentimeter. Kondisi ini membuat aktivitas warga terkendala. Tak sedikit motor warga yang mogok karena terkena air.

Tokoh Masyarakat Desa Sadengrejo Hudan Daldiri mengatakan, kondisi ini membuat aktivitas warga agak terganggu. Pihaknya berharap ada upaya dari Pemkab sebagai solusi agar wilayahnya tidak tergenang.

“Setiap hujan yang cukup lama dan deras selalu begini. Mudah-mudahan ada normalisasi. Kami tidak minta sekarang, sebab masih musim hujan. Kalau bisa selepas musim hujan agar maksimal,” ujarnya.

Camat Rejoso Komari menjelaskan, permukiman warga Desa Sandengrjo tergenang tidak terlepas dari hujan yang tinggi mulai dari wilayah selatan. Akibatnya, sungai setempat tidak mampu menampung debit air dan meluber hingga ke jalan dan permukiman warga. “Ini murni disebabkan hujan deras yang merata mulai wilayah selatan. Tidak ada sebab lain. Normalisasi rutin dilakukan pemkab setiap tahun,” ujarnya. (riz/rud/fun)