Tujuh Bulan, Rokok Ilegal Rugikan Negara Rp 2,141 Miliar

BANGIL – Peredaran rokok ilegal di Kabupaten Pasuruan sampai pertengahan Juli lalu cukup tinggi. Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Pasuruan mencatat, sudah ada 23 kali penindakan dan penyitaan 6.129.997 batang rokok ilegal. Total kerugian negara akibat peredaran rokok ilegal ditaksir mencapai Rp 2,141 miliar.

Edi Budi Santoso, kasi Penyuluhan dan Layanan Informasi KPPBC Pasuruan mengatakan, sampai pertengahan Juli lalu, peredaran rokok ilegal di Kabupaten Pasuruan melampaui jumlah rokok ilegal yang beradar sepanjang tahun 2017.

“Tahun lalu jumlah batang rokok ilegal yang berhasil kami sita mencapai 6.197.310 batang. Sedangkan tahun ini, hanya sampai pertengahan Juli lalu sudah tercatat 6.129.997 batang. Sudah hampir melampaui tahun lalu,” jelasnya.

Pria yang akrab disapa Edi itu mengatakan, rokok ilegal adalah rokok yang melanggar ketentuan untuk dijual bebas ke masyarakat. Seperti rokok tanpa pita cukai, atau rokok dengan pita cukai palsu, dan rokok dengan pita cukai bekas. Karena makin naiknya tarif pita cukai tiap tahunnya, ada produsen yang berbuat curang dengan enggan membayar pita cukai, tapi tetap memproduksi rokok.

Untuk kondisi rokok ilegal, dari segi bungkus dan kerapian memang hampir mirip dengan rokok legal. Namun, setelah diselidiki, ternyata ada rokok yang tanpa pita cukai. “Jadi, dari kemasan sama persisnya dengan rokok legal, ada bungkusnya dan ada mereknya. Tapi, setelah diselidiki ternyata rokok ilegal,” ungkapnya.

Harga jual rokok ilegal ini pun jauh lebih murah. Untuk satu bungkus yang berisi 12-16 batang, harganya hanya Rp 4-5 ribu. Jauh berbeda dengan harga rokok legal yang di atas Rp 15 ribu. Masyarakat banyak yang tertarik rokok ilegal karena harganya lebih terjangkau.

Edi menjelaskan, dari segi pengawasan, saat ini untuk produsen rokok ilegal berada di luar Kabupaten Pasuruan. Rokok ilegal yang disita, ditemukan saat dijual di warung atau saat ada di distributor, sebelum dipasarkan.

Lebih lanjut Edi menjelaskan, setelah pita cukai makin naik, pihaknya terus melakukan pengawasan peredaran rokok ilegal. Ini, dilakukan agar rokok ilegal tidak makin merajalela dan merugikan negara. (eka/rf)