alexametrics
25.1 C
Probolinggo
Friday, 19 August 2022

Avanza ini Nyemplung Sungai di Prigen, Sopirnya Panik Belajar Nyetir

PROGEN, Radar BromoApes nian nasib Hadi, 40. Lantaran panik saat belajar nyetir mobil, dia tak sengaja menginjak gas saat melihat sebuah motor akan memotong jalur. Akibatnya, mobil Toyota Avanza yang dikendarainya lepas kendali dan masuk ke sungai di Dusun Dayu, Desa Dayurejo, Kecamatan Prigen. Akibat kejadian itu, Hadi dan rekannya Panca, 27, mengalami luka-luka.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Bromo, insiden itu terjadi  (22/7) pukul 14.30.      Hadi yang merupakan warga Dusun Wunut, Desa Sumberejo, Pandaan, itu terlihat shock dengan kondisi tubuh terluka di beberapa bagian. Sementara Panca yang duduk di sebelahnya, juga tidak jauh berbeda. Warga Dusun Glatik, Desa Glagahsari, Sukorejo, itu sesekali menambahi penjelasan Hadi.

Hadi bercerita, saat itu dia dan Panca baru selesai mengantar berkat selamatan. Mereka mengendarai mobil Toyota Avanza nopol N 1690 TE. Selama mengantar berkat itu, Panca yang mengemudi Avanza.

Saat perjalanan pulang, Hadi yang masih belajar mengemudi itu, minta menggantikan posisi Panca. Dia pun berniat belajar di jalan raya. Sebab, kondisi jalan sepi saat itu.

Mobil pun melaju dari timur ke barat. Sesampainya di lokasi kejadian, posisi jalan menurun. Saat itulah, tiba-tiba mobil mengarah ke kiri dan langsung nyemplung ke sungai di sebelah utara jalan.

Beruntung, mobil tidak sampai jatuh ke dasar sungai. Bodi mobil tersangkut akar pepohonan dengan kedalaman sekitar lima meter.

Saat berkendara, menurut Hadi, dirinya melihat sebuah motor yang hendak memotong jalur. Melihat itu, Hadi pun langsung panik.

“Saya panik, sepertinya ada motor yang potong jalur. Maunya saya ngerem mobil saat jalan turunan, ternyata malah menginjak gas. Akhirnya banting setir ke kanan dan mobil pun nyemplung ke sungai,” tuturnya.

PANIK: Mobil Toyota Avanza nopol N 1690 TE nyemplung ke sungai setelah sopirnya, Hadi, 40, panik. Dia tidak sengaja menginjak gas saat akan ngerem. Mobil nyangkut di akar pohon dengan kedalaman sekitar 5 meter. (Foto: Rizal F. Syatori/Jawa Pos Radar Bromo)

Fatimah, 37, warga sekitar saat ditemui di lokasi kejadian mengaku mendengar suara benturan keras. Setelah itu, dia melihat Avanza nyemplung sungai.

“Saya mendengar ada suara benturan lumayan keras dari sungai. Setelah keluar dan melihat, ternyata ada mobil nyemplung,” ucap Fatimah yang rumahnya di sekitar lokasi kejadian.

Tak lama kemudian, warga sekitar berbondong-bondong mendatangi lokasi kejadian. Mereka lantas menolong Hadi dan Panca yang terjebak di ruang kemudi. Keduanya dibantu warga dikeluarkan dari ruang kemudi.

Setelah itu, mereka dibonceng motor dan dilarikan ke seorang bidan desa yang lokasinya tak jauh dari tempat kejadian. Di sini, mereka mendapatkan perawatan medis atas luka-luka lecet yang dialami.

“Sopir mobil dan penumpangnya selamat. Keduanya sama-sama mengalami luka lecet di wajah, tangan, dan kaki,” tutur Fatimah.

Usai mendapat pertolongan medis, keluarga kedua korban datang menjemput. Mereka lantas dibawa pulang dengan menaiki sebuah sedan.

Sementara itu, evakuasi pada mobil Avanza langsung dilakukan kemarin sore. Selepas isya, mobil berhasil dievakuasi dan diamankan di Poslantas Pandaan. (zal/hn/fun)

PROGEN, Radar BromoApes nian nasib Hadi, 40. Lantaran panik saat belajar nyetir mobil, dia tak sengaja menginjak gas saat melihat sebuah motor akan memotong jalur. Akibatnya, mobil Toyota Avanza yang dikendarainya lepas kendali dan masuk ke sungai di Dusun Dayu, Desa Dayurejo, Kecamatan Prigen. Akibat kejadian itu, Hadi dan rekannya Panca, 27, mengalami luka-luka.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Bromo, insiden itu terjadi  (22/7) pukul 14.30.      Hadi yang merupakan warga Dusun Wunut, Desa Sumberejo, Pandaan, itu terlihat shock dengan kondisi tubuh terluka di beberapa bagian. Sementara Panca yang duduk di sebelahnya, juga tidak jauh berbeda. Warga Dusun Glatik, Desa Glagahsari, Sukorejo, itu sesekali menambahi penjelasan Hadi.

Hadi bercerita, saat itu dia dan Panca baru selesai mengantar berkat selamatan. Mereka mengendarai mobil Toyota Avanza nopol N 1690 TE. Selama mengantar berkat itu, Panca yang mengemudi Avanza.

Saat perjalanan pulang, Hadi yang masih belajar mengemudi itu, minta menggantikan posisi Panca. Dia pun berniat belajar di jalan raya. Sebab, kondisi jalan sepi saat itu.

Mobil pun melaju dari timur ke barat. Sesampainya di lokasi kejadian, posisi jalan menurun. Saat itulah, tiba-tiba mobil mengarah ke kiri dan langsung nyemplung ke sungai di sebelah utara jalan.

Beruntung, mobil tidak sampai jatuh ke dasar sungai. Bodi mobil tersangkut akar pepohonan dengan kedalaman sekitar lima meter.

Saat berkendara, menurut Hadi, dirinya melihat sebuah motor yang hendak memotong jalur. Melihat itu, Hadi pun langsung panik.

“Saya panik, sepertinya ada motor yang potong jalur. Maunya saya ngerem mobil saat jalan turunan, ternyata malah menginjak gas. Akhirnya banting setir ke kanan dan mobil pun nyemplung ke sungai,” tuturnya.

PANIK: Mobil Toyota Avanza nopol N 1690 TE nyemplung ke sungai setelah sopirnya, Hadi, 40, panik. Dia tidak sengaja menginjak gas saat akan ngerem. Mobil nyangkut di akar pohon dengan kedalaman sekitar 5 meter. (Foto: Rizal F. Syatori/Jawa Pos Radar Bromo)

Fatimah, 37, warga sekitar saat ditemui di lokasi kejadian mengaku mendengar suara benturan keras. Setelah itu, dia melihat Avanza nyemplung sungai.

“Saya mendengar ada suara benturan lumayan keras dari sungai. Setelah keluar dan melihat, ternyata ada mobil nyemplung,” ucap Fatimah yang rumahnya di sekitar lokasi kejadian.

Tak lama kemudian, warga sekitar berbondong-bondong mendatangi lokasi kejadian. Mereka lantas menolong Hadi dan Panca yang terjebak di ruang kemudi. Keduanya dibantu warga dikeluarkan dari ruang kemudi.

Setelah itu, mereka dibonceng motor dan dilarikan ke seorang bidan desa yang lokasinya tak jauh dari tempat kejadian. Di sini, mereka mendapatkan perawatan medis atas luka-luka lecet yang dialami.

“Sopir mobil dan penumpangnya selamat. Keduanya sama-sama mengalami luka lecet di wajah, tangan, dan kaki,” tutur Fatimah.

Usai mendapat pertolongan medis, keluarga kedua korban datang menjemput. Mereka lantas dibawa pulang dengan menaiki sebuah sedan.

Sementara itu, evakuasi pada mobil Avanza langsung dilakukan kemarin sore. Selepas isya, mobil berhasil dievakuasi dan diamankan di Poslantas Pandaan. (zal/hn/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/