ASN Dilarang Mudik-Tambah Cuti, Melanggar Bisa Disanksi Penundaan Pangkat

DILARANG LIBUR: Sejumlah ASN di lingkungan Pemkab Pasuruan saat bekerja di kantornya beberapa waktu lalu. Pada Lebaran kali ini, mereka dilarang mudik dan menambah masa cuti. (Foto: Mokhamad Zubaidillah/Radar Bromo)

Related Post

PURWOREJO, Radar Bromo – Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1441 Hijriah, Pemkab Pasuruan kembali menegaskan tentang larangan mudik dan menambah masa cuti bagi Aparatur Sipil Negara (ASN). Jika ketahuan, sejumlah sanksi siap dijatuhkan. Termasuk, penundaan kenaikan pangkat.

Pj Sekretaris Daerah Kabupaten Pasuruan Misbah Zunib mengatakan, libur Hari Raya Idul Fitri tahun ini memang diubah karena adanya Covid-19. Sehingga, cuti bersama hanya dilakukan pada 22 Mei. “Untuk libur ASN dimulai 21 Mei karena memang tanggal merah Kenaikan Isa Almasih. Dan hanya 22 Mei libur bersama, sehingga tanggal 26 Mei dipastikan sudah masuk kembali,” ujarnya.

Dengan libur yang hanya 5 hari ini, ASN dilarang keras mudik Lebaran. Hal ini sesuai dengan Surat Edaran (SE) KemenPAN-RB Nomor 36/2020 tentang Pembatasan Kegiatan ke Luar Daerah dan/atau Kegiatan Mudik bagi ASN. “Termasuk ASN di Kabupaten Pasuruan, dilarang keras mudik atau keluar daerah. Jika ketahuan, bisa dikenai sanksi,” ujarnya.

Dalam penjatuhan sanksi, nanti akan melibatkan tim disiplin. Sanksinya bisa dikenai penundaan pangkat, namun tergantung berat-tidaknya pelanggaran yang dilakukan.

Namun, Misbah Zunib mengatakan, untuk kegiatan Idul Fitri, masih diperbolehkan. Seperti, silaturahmi kepada kerabat, namun di tingkat lokal atau hanya di Pasuruan. Dalam kegiatan tersebut, juga diwajibkan tetap menerapkan protokol kesehatan, seperti menjaga jarak dan tidak sampai bersentuhan.

Karena durasi waktu libur Lebaran yang pendek, Pemkab Pasuruan juga melarang ASN menambah cuti Lebaran. Karenanya, pada 26 Mei, semua ASN sudah harus masuk seperti biasa. Bagi ASN yang work from home (WFH), wajib melaporkan kegiatannya dan siap dipanggil sewaktu-waktu ke kantor.

“Libur Idul Fitri tahun ini nantinya akan diganti di akhir tahun sesuai surat keputusan bersama pemerintah pusat. Mari bersama-sama menjaga agar situasi tetap kondusif dan menekan penyebaran Covid-19,” ujarnya. (eka/rud/fun)