alexametrics
29.7 C
Probolinggo
Tuesday, 27 October 2020

Setiyono Sebut Hanya Minta Fee Semampu Rekanan, Justru Ditegur Hakim Karena Beda Pengakuan

SURABAYA – Dalam sidang terdakwa M Baqir, wali kota Pasuruan (nonaktif) Setiyono hadir sebagai saksi. Sebelumnya, Setiyono disebut meminta fee kepada rekanan.

Namun pernyataan berbeda diungkapkan Setiyono saat menjadi saksi, Senin (21/1) lalu. Setiyono mengaku tak tahu-menahu apabila Dwi Fitri Nurcahyo mematok komitmen uang sebesar 5 hingga 10 persen untuk setiap paket pekerjaan.

Jaksa lantas menanyakan apakah Setiyono menyampaikan penentuan besaran komitmen itu? Ia menggeleng. “Saya hanya minta semampunya,” ungkap Setiyono.

Namun, jaksa menyebut jawaban Setiyono itu berbeda dengan pernyataannya dihadapan penyidik. Jaksa lantas memaparkan isi dari BAP Setiyono pada 25 Oktober 2018 lalu. Kemudian dilanjutkan dengan membacakan BAP Setiyono pada 5 Oktober lalu. Dari sana, Jaksa menyebut Setiyono menyerahkan sepenuhnya kepada Dwi Fitri terkait berapa fee yang akan diterima. “Itu tahun berapa ya. Tidak tahu,” kata Setiyono.

Hal itu bahkan membuat Ketua Majelis Hakim I Wayan Sosiawan menegur Setiyono. “Ini kan keterangan saudara sendiri. Sebelum ditandatangani sudah dibaca ndak BAP-nya. Coba ingat-ingat dulu. Kita menginginkan kejujuran di sini,” katanya. Namun, Setiyono tetap berkelit. Akhirnya, jaksa melanjutkan pertanyaannya pada saksi lainnya.

Agus Widodo selaku ketua Pokja II BLP Kota Pasuruan dalam kesaksiannya menjelaskan, proses lelang proyek PLUT-KUMKM yang dimenangkan CV Mahadhir sudah melalui prosedur. Sebelumnya, proyek itu memang diikuti oleh 21 pendaftar. Kemudian, hanya CV Sinar Perdana yang mengajukan dokumen penawaran.

“Tapi, tetap gagal lelang karena tidak memenuhi kelengkapan,” kata Agus. Dalam proses retender, Agus menyebut ada 28 pendaftar. Namun, hanya dua yang mengajukan penawaran.

Jaksa juga sempat menanyakan bagaimana proses lelang sehingga CV Mahadhir ditentukan sebagai pemenang. “Karena CV Sinar Perdana tidak memenuhi syarat teknis. Memang ada perbaikan, tapi masih belum semua terpenuhi,” ujarnya.

Sementara, Kepala BLP Kota Pasuruan Njoman Swasti membeberkan penjelasan Setiyono saat ia dan Siti Amini melaporkan berita acara gagal lelang proyek PLUT-KUMKM itu. “Apakah Pak Wali marah karena proyek APBN itu bisa gagal lelang?” tanya Bayu Satrio.

“Tidak, namun harus dipertimbangkan dari segi teknis. Selain dari APBN, proyek ini juga tidak mudah. Sisa 90 hari kalender. Karena saya tidak paham teknis, maka Pak Wali memerintahkan saya dan Bu Amini berkoordinasi dengan Pak Dwi. Pak Dwi menyampaikan masih nututi dengan sisa 90 hari dan sisi teknisnya,” aku Njoman.

Demikian pula yang disampaikan oleh Kepala Dinas Koperasi dan KUMKM Siti Amini. Ia pun mengaku, Dwi Fitri menyampaikan proyek PLUT-KUMKM dapat terealisasi meskipun harus di-retender. “Yang disampaikan Pak Dwi, meskipun bangunan tingkat dua, tapi bangunan sederhana,” ujarnya.

Amini juga mengaku tidak mengetahui adanya perbedaan nilai penawaran dengan nilai kontrak. Termasuk adanya peserta lelang yang dijadikan backup saat retender. “Saya tahunya CV Mahadhir menang dari berita acara yang dikirimkan BLP. Kenal dengan Pak Baqir setelah penetapan pemenang waktu rapat bulan September,” bebernya.

Kepada saksi Makhfudi Hidayat selaku kasubag Pengendalian BLP Kota Pasuruan, jaksa sempat membacakan BAP. Dimana Dwi Fitri memintanya untuk membantu merealisasikan proses lelang PLUT-KUMKM itu. “Apakah saudara pernah menanyakan terkait lelang PLUT?” tanya jaksa. “Pak Dwi memberitahu bahwa CV Mahadhir sebagai manten,” jawab Makhfudi.

Saat ditanya terkait mekanisme lelang, ia menjawab tidak tahu. Termasuk posisi CV Sinar Perdana yang sebelumnya akan dijadikan manten. “Kami hanya membantu mengawasi dokumen paket. Kalau yang tidak sesuai ya tidak bisa diloloskan,” terangnya. (tom/fun)

- Advertisement -
- Advertisement -

MOST READ

Siswi SDN di Kraksaan Lolos dari Penculikan, Ini Ciri-Ciri Pelaku

KRAKSAAN, Radar Bromo - Niat Cld, 13, berangkat sekolah, Rabu (12/2) pagi berubah menjadi kisah menegangkan. Siswi SDN Kandangjati Kulon 1, Kraksaan, Kabupaten Probolinggo,...

Mau Ke Tretes, Muda-mudi Asal Gempol Tertabrak Truk Tangki di Candiwates, Penumpangnya Tewas

PRIGEN – Nasib sial dialami pasangan muda-mudi ini. Minggu siang (20/1) keduanya terlibat kecelakaan saat hendak menuju Tretes, Akibatnya, satu orang tewas dan satu...

Siswa MI di Pandaan Tewas Gantung Diri, Diduga usai Smartphonenya Disembunyikan Orang Tua

PANDAAN, Radar Bromo – Tragis nian cara AA, 11, mengakhiri hidupnya. Pelajar di Desa Banjarkejen, Kecamatan Pandaan ini, ditemukan tewas, Minggu (17/11) pagi. Dia...

Geger Mayat Wanita di Pantai Pasir Panjang-Lekok, Kondisinya Terikat Tali dan Dikaitkan Batu

LEKOK, Radar Bromo - Temuan mayat dengan kondisi terikat, kembali menggegerkan warga. Rabu (18/9) pagi, mayat perempuan tanpa identitas ditemukan mengapung di Pantai Pasir...

BERITA TERBARU

Listrik Kerap Padam, 95 Persen Disebabkan Pohon

Kejadian listrik padam atau mati lampu kerap terjadi saat musim hujan.

Maulid Nabi, Buah Impor di Probolinggo Lebih Banyak Diburu

Memasuki Maulid Nabi Muhammad SAW., permintaan buah segar, khususnya buah impor di Kota Probolinggo, meningkat.

15 Desa di Kab Probolinggo Masih Buruh Kiriman Air

Sebagian wilayah di Kabupaten Probolinggo, telah diguyur hujan. Namun, hal ini tidak mempengaruhi ketersediaan sumber air bersih untuk kebutuhan sehari-hari di wilayah terdampak kekeringan.

Pantai Permata Mulai Ramai, Pengunjung Wajib Patuhi Prokes

Libur panjang karena cuti bersama dalam rangka Maulid Nabi Muhammad SAW., diperkirakan akan meningkatkan jumlah pengunjung sejumlah destinasi wisata.

SDM Pelaku Wisata di Probolinggo Perlu Ditingkatkan

Potensi wisata di Kabupaten Probolinggo, cukup banyak. Namun, pengelolaannya perlu terus ditingkatkan. Baik secara fisik maupun dari segi SDM pengelola.