alexametrics
29.7 C
Probolinggo
Friday, 20 May 2022

Tetap Beroperasi, Karaoke 888 Digerebek, Ada 4 Pengunjung-10 Miras

KANIGARAN, Radar Bromo – Tak kantongi izin operasional, ternyata tidak membuat tempat karaoke 888 berhenti beroperasi. Tempat hiburan yang berlokasi di Jalan Suroyo itu nekat buka. Hingga akhirnya digerebek Satpol PP Kota Probolinggo.

Penggerebekan itu dilakukan Kamis (19/9) malam oleh petugas. Penggerebekan dilakukan setelah ada laporan bahwa tempat karaoke 888 masih beroperasi.

Kasatpol PP Kota Probolinggo Agus Effendi menjelaskan, laporan itu disampaikan warga. Namun, warga yang bersangkutan bukan melapor ke Satpol PP, melainkan laporan ke Wali Kota Probolinggo Hadi Zainal Abidin.

Saat itu juga, Wali Kota meminta Satpol PP untuk menindaklanjuti. Satpol PP pun langsung bergerak ke tempat karaoke 888 yang lokasinya satu area dengan Hotel Tampiarto. Sejumlah personel diturunkan untuk menggerebek tempat karaoke itu.

Saat sampai di lokasi, sekitar pukul 23.00, diketahui laporan itu benar. Di lokasi, karaoke 888 memang sedang buka. Saat itu juga, petugas Satpol PP langsung menghentikan aktivitas di sana.

“Ada dua lelaki dan dua perempuan di sana. Seorang lelaki menunggu di bawah dan satu lagi dengan dua perempuan ada di dalam ruangan karaoke,” terangnya.

Pada petugas Satpol PP, empat orang itu mengaku pengunjung 888. Tak hanya itu, di ruangan karaoke ditemukan 10 botol miras. “Empat botol belum dibuka dan enam botol sudah kosong,” imbuhnya.

Petugas pun langsung mengamankan 10 botol miras itu. Selanjutnya, empat pengunjung itu dibawa ke Mako Satpol PP. Namun, mereka tidak diamankan. Mereka hanya didata. Setelah itu, mereka diperbolehkan pulang.

“Mereka kan hanya pengunjung. Jadi, mereka kami minta pulang. Selanjutnya, kami langsung konfirmasi pihak 888,” tutur Agus.

Berdasarkan keterangan dari pengelola, menurut Agus, tempat karaoke 888 itu tidak dibuka untuk umum. Melainkan hanya dibuka untuk tamu hotel.

Sayangnya, saat petugas mengecek di lobi dan daftar tamu hotel, keempat pengunjung itu tidak terdaftar di sana. Karena itu, Agus menyimpulkan keterangan pihak manajemen tidak benar.

“Kami sudah cek daftar tamu hotel. Mereka berempat yang mengaku pengunjung, tidak terdaftar di sana. Jadi, keterangan manajemen tidak benar,” bebernya.

Saat ini, menurut Agus, pihaknya hanya menghentikan aktivitas di tempat karaoke 888. Selanjutnya, akan dilakukan koordinasi antara OPD terkait, termasuk Wali Kota. “Untuk tindakan selanjutnya, kami masih melakukan koordinasi,” bebernya. (rpd/hn)

KANIGARAN, Radar Bromo – Tak kantongi izin operasional, ternyata tidak membuat tempat karaoke 888 berhenti beroperasi. Tempat hiburan yang berlokasi di Jalan Suroyo itu nekat buka. Hingga akhirnya digerebek Satpol PP Kota Probolinggo.

Penggerebekan itu dilakukan Kamis (19/9) malam oleh petugas. Penggerebekan dilakukan setelah ada laporan bahwa tempat karaoke 888 masih beroperasi.

Kasatpol PP Kota Probolinggo Agus Effendi menjelaskan, laporan itu disampaikan warga. Namun, warga yang bersangkutan bukan melapor ke Satpol PP, melainkan laporan ke Wali Kota Probolinggo Hadi Zainal Abidin.

Saat itu juga, Wali Kota meminta Satpol PP untuk menindaklanjuti. Satpol PP pun langsung bergerak ke tempat karaoke 888 yang lokasinya satu area dengan Hotel Tampiarto. Sejumlah personel diturunkan untuk menggerebek tempat karaoke itu.

Saat sampai di lokasi, sekitar pukul 23.00, diketahui laporan itu benar. Di lokasi, karaoke 888 memang sedang buka. Saat itu juga, petugas Satpol PP langsung menghentikan aktivitas di sana.

“Ada dua lelaki dan dua perempuan di sana. Seorang lelaki menunggu di bawah dan satu lagi dengan dua perempuan ada di dalam ruangan karaoke,” terangnya.

Pada petugas Satpol PP, empat orang itu mengaku pengunjung 888. Tak hanya itu, di ruangan karaoke ditemukan 10 botol miras. “Empat botol belum dibuka dan enam botol sudah kosong,” imbuhnya.

Petugas pun langsung mengamankan 10 botol miras itu. Selanjutnya, empat pengunjung itu dibawa ke Mako Satpol PP. Namun, mereka tidak diamankan. Mereka hanya didata. Setelah itu, mereka diperbolehkan pulang.

“Mereka kan hanya pengunjung. Jadi, mereka kami minta pulang. Selanjutnya, kami langsung konfirmasi pihak 888,” tutur Agus.

Berdasarkan keterangan dari pengelola, menurut Agus, tempat karaoke 888 itu tidak dibuka untuk umum. Melainkan hanya dibuka untuk tamu hotel.

Sayangnya, saat petugas mengecek di lobi dan daftar tamu hotel, keempat pengunjung itu tidak terdaftar di sana. Karena itu, Agus menyimpulkan keterangan pihak manajemen tidak benar.

“Kami sudah cek daftar tamu hotel. Mereka berempat yang mengaku pengunjung, tidak terdaftar di sana. Jadi, keterangan manajemen tidak benar,” bebernya.

Saat ini, menurut Agus, pihaknya hanya menghentikan aktivitas di tempat karaoke 888. Selanjutnya, akan dilakukan koordinasi antara OPD terkait, termasuk Wali Kota. “Untuk tindakan selanjutnya, kami masih melakukan koordinasi,” bebernya. (rpd/hn)

MOST READ

BERITA TERBARU

/