alexametrics
26.1 C
Probolinggo
Saturday, 13 August 2022

4 Sudah Diamankan, Polisi Buru 7 Orang di Insiden Pemakaman Jenazah

PANGGUNGREJO, Radar Bromo – Kepolisian tak main-main dengan adanya insiden penyerobotan jenazah AR, 19, yang terjadi di Desa Rowogempol, Lekok, Kamis (16/7) lalu. Empat orang bahkan ditetapkan menjadi tersangka. Polisi juga memburu tujuh orang lainnya yang kini ditetapkan menjadi daftar pencarian orang (DPO).

Kemarin Polres Pasuruan Kota merilis empat tersangkanya ke awak media. Keempatnya memiliki peran yang berbeda saat melakukan aksinya.

Dalam rilis di hadapan media, Kapolres Pasuruan Kota, AKBP Arman mengungkapkan, empat orang yang ditetapkan sebagai tersangka ini berinisial A, 40; S, 45; MSS, 37 dan R, 37. Mereka diamankan di rumahnya masing masing pada Jumat lalu (17/7). Keempatnya diketahui telah memprovokasi warga untuk melakukan penyerobotan jenazah dari petugas medis.

DIKELER: Empat pelaku yang dirilis di mapolresta Pasuruan, Senin (21/7) siang. (Foto: Fahrizal Firmani/Jawa Pos Radar Bromo)

Dalam pengakuannya, A berperan sebagai pihak yang menghadang dan memaksa ambulans mundur dan masuk ke masjid. Lalu ia membuka pintu belakang ambulans, mengeluarkan dan membuka peti jenazah serta mengeluarkan jenazah dari peti. Sementara S yang juga menghadang mobil ambulans, saat itu menggotong peti jenazah ke pemakaman umum di Desa Rowogempol, Kecamatan Lekok.

Selanjutnya MSS turut serta dalam menghadang mobil ambulans dan membawa payung jenazah ke pemakaman umum. Serta R berperan menghadang mobil ambulans dan turut serta bersama lainnya membawa jenazah ke pemakaman. Saat beraksi, mereka sempat melakukan ancaman pada petugas medis untuk berhenti dan memutar arah mobil ambulans menuju Desa Rowogempol.

“Buntut dari video viral penyerobotan jenazah positif Covid-19 di Desa Rowogempol, Kecamatan Lekok yang terjadi pada Kamis lalu (16/7), kami berhasil amankan empat orang yang terlibat dalam aksi ini. Mereka memiliki peran yang berbeda dalam peristiwa itu. Saat beraksi, mereka sempat melakukan ancaman pada petugas medis. Kami masih memburu tujuh tersangka lainnya yang melarikan diri,” ungkapnya.

Arman menjelaskan saat ini pihaknya masih memburu tujuh pelaku lainnya yang ikut terlibat dalam peristiwa ini. Ketujuh pelaku ini sudah diketahui identitasnya dan telah ditetapkan sebagai daftar pencarian orang (DPO).

Sama seperti empat orang lainnya, para DPO ini memiliki peran yang berbeda beda. Ada yang menghadang ambulans, mengeluarkan peti dari ambulans, membawa peti ke pemakaman hingga mengeluarkan jenazah dari peti.

Pihaknya berharap ketujuh DPO ini segera menyerahkan diri ke petugas. Sebab dikhawatirkan mereka terpapar virus Covid-19 saat membawa jenazah positif tanpa protokoler kesehatan. Sehingga mereka perlu dilakukan proses tracing. Jika tidak menyerahkan diri, maka bisa saja mereka malah menularkan virus kepada masyarakat luas saat berada di luar.

Kepada tersangka akan dikenakan pasal 214 ayat 1 KUHP dan pasal 14 ayat 1 UU Nomor 4 Tahun 1984 tentang Wabah Penyakit Menular dan pasal 93 UU Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan.

“Ancaman pidananya minimal satu tahun dan maksimal tujuh tahun penjara. Seluruh tersangka dan DPO bukan dari keluarga korban. Mereka hanyalah tetangga saja. Alasannya mereka merasa jenazah tidak disalatkan secara syariat islam, padahal ini hoaks. Padahal MUI Kota dan Kabupaten Pasurruan sudah memastikan jenazah selalu di salatkan dan dimakamkan secara islam,” terang Arman.

Untuk diketahui, pemakaman jenazah covid 19 di desa Rowogempol, Kecamatan Lekok pada Kamis (16/7), ricuh. Warga menolak prosesi pemakaman sesuai protokoler kesehatan dan memilih tetap memakamkan sebagaiamana pemakaman pada umumnya. Bahkan warga menyerobot jenazah AR yang merupakan pasien Covid-19 dari petugas medis yang hendak memakamkanya. (riz/fun)

PANGGUNGREJO, Radar Bromo – Kepolisian tak main-main dengan adanya insiden penyerobotan jenazah AR, 19, yang terjadi di Desa Rowogempol, Lekok, Kamis (16/7) lalu. Empat orang bahkan ditetapkan menjadi tersangka. Polisi juga memburu tujuh orang lainnya yang kini ditetapkan menjadi daftar pencarian orang (DPO).

Kemarin Polres Pasuruan Kota merilis empat tersangkanya ke awak media. Keempatnya memiliki peran yang berbeda saat melakukan aksinya.

Dalam rilis di hadapan media, Kapolres Pasuruan Kota, AKBP Arman mengungkapkan, empat orang yang ditetapkan sebagai tersangka ini berinisial A, 40; S, 45; MSS, 37 dan R, 37. Mereka diamankan di rumahnya masing masing pada Jumat lalu (17/7). Keempatnya diketahui telah memprovokasi warga untuk melakukan penyerobotan jenazah dari petugas medis.

DIKELER: Empat pelaku yang dirilis di mapolresta Pasuruan, Senin (21/7) siang. (Foto: Fahrizal Firmani/Jawa Pos Radar Bromo)

Dalam pengakuannya, A berperan sebagai pihak yang menghadang dan memaksa ambulans mundur dan masuk ke masjid. Lalu ia membuka pintu belakang ambulans, mengeluarkan dan membuka peti jenazah serta mengeluarkan jenazah dari peti. Sementara S yang juga menghadang mobil ambulans, saat itu menggotong peti jenazah ke pemakaman umum di Desa Rowogempol, Kecamatan Lekok.

Selanjutnya MSS turut serta dalam menghadang mobil ambulans dan membawa payung jenazah ke pemakaman umum. Serta R berperan menghadang mobil ambulans dan turut serta bersama lainnya membawa jenazah ke pemakaman. Saat beraksi, mereka sempat melakukan ancaman pada petugas medis untuk berhenti dan memutar arah mobil ambulans menuju Desa Rowogempol.

“Buntut dari video viral penyerobotan jenazah positif Covid-19 di Desa Rowogempol, Kecamatan Lekok yang terjadi pada Kamis lalu (16/7), kami berhasil amankan empat orang yang terlibat dalam aksi ini. Mereka memiliki peran yang berbeda dalam peristiwa itu. Saat beraksi, mereka sempat melakukan ancaman pada petugas medis. Kami masih memburu tujuh tersangka lainnya yang melarikan diri,” ungkapnya.

Arman menjelaskan saat ini pihaknya masih memburu tujuh pelaku lainnya yang ikut terlibat dalam peristiwa ini. Ketujuh pelaku ini sudah diketahui identitasnya dan telah ditetapkan sebagai daftar pencarian orang (DPO).

Sama seperti empat orang lainnya, para DPO ini memiliki peran yang berbeda beda. Ada yang menghadang ambulans, mengeluarkan peti dari ambulans, membawa peti ke pemakaman hingga mengeluarkan jenazah dari peti.

Pihaknya berharap ketujuh DPO ini segera menyerahkan diri ke petugas. Sebab dikhawatirkan mereka terpapar virus Covid-19 saat membawa jenazah positif tanpa protokoler kesehatan. Sehingga mereka perlu dilakukan proses tracing. Jika tidak menyerahkan diri, maka bisa saja mereka malah menularkan virus kepada masyarakat luas saat berada di luar.

Kepada tersangka akan dikenakan pasal 214 ayat 1 KUHP dan pasal 14 ayat 1 UU Nomor 4 Tahun 1984 tentang Wabah Penyakit Menular dan pasal 93 UU Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan.

“Ancaman pidananya minimal satu tahun dan maksimal tujuh tahun penjara. Seluruh tersangka dan DPO bukan dari keluarga korban. Mereka hanyalah tetangga saja. Alasannya mereka merasa jenazah tidak disalatkan secara syariat islam, padahal ini hoaks. Padahal MUI Kota dan Kabupaten Pasurruan sudah memastikan jenazah selalu di salatkan dan dimakamkan secara islam,” terang Arman.

Untuk diketahui, pemakaman jenazah covid 19 di desa Rowogempol, Kecamatan Lekok pada Kamis (16/7), ricuh. Warga menolak prosesi pemakaman sesuai protokoler kesehatan dan memilih tetap memakamkan sebagaiamana pemakaman pada umumnya. Bahkan warga menyerobot jenazah AR yang merupakan pasien Covid-19 dari petugas medis yang hendak memakamkanya. (riz/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/