Sudah Buat Rekening, 128 Guru Ngaji Kota Probolinggo Tak Terima Insentif

KANIGARAN, Radar BromoSebanyak 128 guru ngaji di Kota Probolinggo kecewa. Mereka tidak mendapatkan insentif selama tiga bulan.

Padahal, mereka telah mengurus pembuatan rekening sesuai aturan yang ditentukan Dinas Pendidikan dan kebudayaan (Disdikbud) Kota Probolinggo.

Insentif itu sendiri dicairkan Rabu (20/5) di Aula Disdikbud. Sebanyak 128 guru itu pun datang ke aula. Namun, di sana mereka ternyata tidak bisa mencairkan insentif.

Seperti yang dialami Samsul Huda, guru ngaji TPQ Ulul Albab dari Kelurahan Sumber Taman, Kecamatan  Wonoasih. Menurutnya, dari TP Ulul Albab, ada delapan guru ngaji yang seharusnya mendapat insentif.

Namun, Rabu itu, hanya empat guru ngaji yang mendapat insentif. Samsul Huda bersama tiga rekannya tidak dapat insentif.

“Awalnya ada delapan guru ngaji di TPQ Ulul Albab yang dinyatakan berhak mendapatkan insentif. Delapan orang ini kemudian membuka rekening. Dan hari ini ternyata hanya empat orang yang benar mendapat insentif. Empat lainnya tidak dapat,” ujar Samsul.

Insentif ini awalnya akan diberikan dengan besaran Rp 180 ribu per bulan selama 3 bulan. Sehingga, setiap kali pencairan, guru berhak mendapatkan sekitar Rp 540 ribu.

“Tadi waktu pencairan ternyata tiap guru mendapat Rp 200 ribu per bulan selama 3 bulan. Jadi, total mendapat Rp 600 ribu. Ini untuk bulan Januari, Februari, dan Maret,” ujarnya.

Yang disayangkan, menurut Samsul Huda, baru kemarin dia dan tiga rekannya mengetahui bahwa mereka tidak mendapat insentif. Sebelumnya tidak ada pemberitahuan dari Disdikbud. Padahal, mereka sudah membuat rekening. Mereka juga sudah sampai di aula.

“Pihak dinas mengatakan sudah menyampaikan di grup WA. Tapi, TPQ saya tidak bergabung di grup tersebut. Sehingga, kami baru tahu hari ini bahwa kami tidak dapat insentif,” ujarnya.

Slamet Hariyanto, kabid Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Nonformal di Disdikbud menjelaskan, memang ada guru ngaji yang tidak mendapatkan insentif. Sebab, melebihi  pagu anggaran yang ada.

“Insentif ini dilakukan melalui pengajuan. Dari pengajuan melalui Kemenag dan Disdikbud, didapatkan 1.600 guru ngaji. Kemudian dibentuk tim verifikasi dan mereka diverifikasi. Hasilnya ada 1.128 orang yang memenuhi syarat untuk menerima insentif,” ujarnya.

“Dari 1.128 orang ini, ketika disandingkan dengan dana yang ada, pagunya ternyata hanya cukup untuk seribu orang,” tambahnya.

Pihaknya, menurut Slamet, akan mengusahakan kekurangan yang ada melalui perubahan anggaran keuangan  (P-APBD) APBD 2020 pada bulan Oktober atau November. Sehingga, mereka yang belum mendapatkan insentif bisa mendapatkan insentif.

“Rencananya bagi yang belum masuk ini akan diusahakan masuk dalam PAK APBD 2020 sekitar Oktober atau November,” ujarnya. (put/hn)