Pindahkan Perahu saat Banjir, Nelayan asal Bayeman Tongas Tewas

TONGAS, Radar Bromo Nahas menimpa Asan, 70, warga Dusun Jaringan, Desa Bayeman, Kecamatan Tongas, Kabupaten Probolinggo. Jumat (21/2), saat banjir, ia hendak memindahkan perahunya ke tempat yang lebih aman. Namun, Asan itu terjatuh dan mengenai papan parahu. Dia pun tewas.

Camat Tongas Abdul Ghafur saat dikonfirmasi mengatakan, hujan deras mengguyur Kecamatan Tongas, Jumat (21/2) sore. Menyebabkan tingginya air aliran sungai Desa Bayeman.

Ditambah derasnya air sungai dari dataran tinggi dan terjadi air laut pasang. Akibatnya, air itu meluber ke jalan dan masuk ke rumah-rumah warga. ”Tadi sore sempat banjir, tapi sekarang sudah surut,” katanya pada Jawa Pos Radar Bromo.

Saat kondisi air sungai mulai meluap, korban Asan yang merupakan nelayan pergi ke tepi laut untuk memindahkan perahunya. Sebelum memindah perahu, dia menguras perahu yang mulai kemasukan air.

Namun, saat sedang menguras perahu itulah, Asan mengeluh nyeri dada. Dia lantas terjatuh dan mengenai papan perahu. Ia pun meninggal. ”Korban Asan diduga mengalami serangan jantung. Dia jatuh dan mengalami benturan pada bagian dadanya,” ujarnya.

Saat kejadian, dikatakan Camat, ada warga lain yang melihat. Sehingga, korban langsung dibawa ke IGD RSUD Tongas. Namun, saat itu korban sudah dalam kondisi tewas.

”Korban memang kondisinya sakit. Karena khawatir banjir dan perahunya rusak dihantam banjir, akhirnya dia pindah perahunya. Tapi ternyata malah terjatuh. Sempat dibawa ke rumah sakit (RSUD Tongas), tapi tidak dapat diselamatkan,” terangnya. (mas/hn)