Gondol HP Kasi Intel Kejari, Oknum PNS dan Anaknya asal Bulu Ditangkap

KRAKSAAN-Bapak dan anak asal Desa Bulu, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo ini sungguh kompak. Sayang, kekompakan mereka dalam hal negatif. Bapak-anak ini mencuri handphone (HP).

Tak tanggung-tanggung, HP yang dicuri merupakan HP milik kasi Intel Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Probolinggo,

Agus Budianto. HP itu diambil saat ketinggalan.

Bapak-anak yang kini ditahan polisi itu adalah Kadaryono, 42 dan Holip Purwanto, 23. Kedunya disangka telah mencuri 2 HP milik kasat intel.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, aksi pencurian itu berlangsung pada Selasa lalu (27/11) di SMPN 1 Kraksaan. Saat itu, korban Yanto –sapaan akrab kasi intel-, hadir untuk memenuhi undangan.

Saat hendak pulang, tas yang berisi dua HP milik korban ketinggalan di salah satu ruangan. Dari situ, tersangka Kadaryono yang merupakan penjaga sekolah berstatus PNS di SMPN setempat mengambil tas itu. Lantas, tas itu dibawa pulang ke rumahnya. Selanjutnya, HP itu diserahkan pada Holip yang merupakan anaknya.

Kapolres Probolinggo AKBP Eddwi Kurniyanto saat press release mengatakan, pencurian itu dilakukan oleh tersangka Kadaryono saat kondisi sepi sekitar pukul 15.30. Tersangka yang merupakan PNS penjaga sekolah, menemukan tas berisi dua HP milik korban ketinggalan.

Bukannya mengembalikan dan melaporkan ke kepala sekolah. Tersangka Kadaryono malah membawa pualng dan menyerahkan HP itu ke anaknya untuk dipakai.

“Kami amankan barang bukti dua HP merk Samsung milik korban dari tangan tersangka Kadaryono dan Holip. Mereka dikenakan pasal 362 KUHP, tentang pencurian,” kata AKBP Eddwi.

Tersangka Kadaryono sendiri saat dikonfirmasi, mengakui perbuatannya. Saat itu, dirinya menemukan tas berisi dua HP yang ketinggalan di ruangan. Kemudian, dirinya membawa pulang untuk disimpan dan diserahkan ke anaknya. “Saya ambil bukan untuk dijual, tapi tak simpan untuk anak saya,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Porbolinggo, Dewi Korina mengaku sudah mendapatkan laporan kejadian tersebut. Dirinya cukup menyesali kejadian itu dilakukan oleh PNS.

Namun, pihaknya menghormati hukum dan akan menyerahkan proses hokum sesuai aturan. ”Saya hanya mengetahui HP itu dicuri oleh PNS, pegawai di sekolah. Kami serhakan proses hokum pada yang berwajib,” terangnya. (mas/mie)